Kita sebagai manusia selalu berusaha menjaga kondisi tubuh tetap prima dengan rutin minum vitamin dan suplemen. Bagaimana dengan kucing? Apakah kucing juga memerlukan vitamin dan suplemen untuk menjaga kondisi tubuhnya?

Cat lovers mungkin sedang berpikir untuk rutin memberikan vitamin dan suplemen pada kucing kesayangan di rumah demi menjaga kesehatannya. Ini wajar, karena kesehatan kucing harus selalu jadi prioritas utama. Namun sebelum itu, ada beberapa hal yang harus cat lovers tahu mengenai vitamin dan suplemen untuk kucing.

Baca sampai habis ya, jangan sampai ada informasi yang terlewat!

cute-3124667

sumber: https://pixabay.com/id/photos/manis-berbulu-hewan-bulu-rumah-3124667/

 

Apakah kucing benar-benar memerlukan vitamin dan suplemen?

Pada dasarnya, kucing dengan kondisi kesehatan yang baik sama sekali nggak membutuhkan vitamin atau suplemen. Daripada vitamin, lebih baik berikan makanan sehat dan bergizi tinggi padanya. Karena, berbeda dengan manusia, memberikan vitamin pada kucing yang sehat hanya akan memberikan efek negatif. Adapun suplemen sebaiknya hanya diberikan saat kucing sedang sakit saja.

Contohnya, saat kucing menderita penyakit yang menyebabkan ia kesulitan menyerap beberapa nutrisi, katakanlah vitamin B. Maka kucing harus dibawa ke dokter hewan terdekat untuk mendapatkan suntikan suplemen yang tepat dan sesuai dengan kebutuhannya.

Dilansir dari website pets.webmd.com banyak suplemen yang beredar di pasar masih perlu diuji kembali untuk membuktikan khasiat dan fungsinya. Intinya, tetap berikan kucing makanan berkualitas baik agar kesehatan kucing terjaga.

 

Jenis-jenis vitamin untuk kucing

multivitamin

sumber: http://boran09001.blogspot.com/2016/11/vitamin-dan-suplemen-yang-perlu-dan-tak.html?m=0

 

Ada banyak jenis vitamin untuk kucing yang dijual di petshop. Setiap vitamin tersebut punya fungsi dan kegunaannya masing-masing. Berikut ini lima jenis vitamin dan suplemen yang sangat penting manfaatnya untuk tubuh kucing.

 

  1. Suplemen untuk hati

Hati adalah bagian paling penting dari sistem imun kucing. Hati memproduksi protein penting dan menghilangkan racun dari aliran darah. Kucing sangat rentan terhadap berbagai macam penyakit hati, seperti infeksi dan radang, hepatitis, hati berlemak (hepatic lipidosis), kanker, dan lain-lain.

Pengobatan penyakit yang menyerang hati ada banyak macamnya, tergantung hasil diagnosa yang dilakukan. Misalnya, infeksi diobati dengan antibiotik. Radang membutuhkan obat anti-radang. Hati berlemak (hepatic lipidosis) membutuhkan dukungan nutrisi yang tepat. Kanker membutuhkan operasi atau kemoterapi untuk mengobatinya.

Untuk penyakit hati ini, biasanya vitamin yang mengandung S-adenosylmethionine (SAMe), sebuah antioksidan yang membantu hati menyembuhkan dirinya sendiri. Silybin juga memiliki efek yang positif untuk hati.

 

  1. Suplemen untuk radang sendi

Radang sendi biasanya ditemukan pada anjing namun jarang pada kucing. Ini terjadi karena cukup sulit untuk mendiagnosa penyakitnya dikarenakan beberapa alasan, seperti kebiasaan kucing yang selalu memindahkan bobot tubuhnya pada lengan yang sehat saat cedera. Gaya hidupnya juga menjadi faktor, misalnya saat kucing tiba-tiba lebih banyak tidur daripada bermain, pemiliknya mengira ia menemukan tempat favorit yang baru.

Pengobatan untuk radang sendi pada kucing bisa jadi membutuhkan terapi farmakologis dan pemberian suplemen karena kucing kesulitan memetabolisme obat sakit non-steroidal. Suplemen cenderung memerankan peran yang menonjol dalam pengobatan radang sendi kucing. Glukosamin dan chondroitin sulfate adalah suplemen yang paling populer. Dua suplemen ini dapat memperlambat perkembangan kerusakan tulang rawan, selain itu bisa juga meningkatkan kesehatannya dengan cara menyediakan sel-sel prekursor yang diperlukan untuk memperbaiki dan merawat tulang rawan.

Jika kucing nggak merespon pada glukosamin dan chondroitin, mungkin ia harus diberikan suplemen lain seperti polysulfated glycosaminoglycans. Suplemen ini nantinya disuntikan ke dalam tubuh kucing untuk mengobati radang sendi.

 

  1. Suplemen untuk sakit perut

Selama lebih dari dua dekade, probiotik telah menjadi topik yang banyak dibicarakan di dunia kesehatan kucing dan manusia. Probiotik menimbulkan perubahan yang positif pada populasi bakteri di dalam usus saat bakteri patogen mengambil alih sistem GI. Probiotik adalah bakteri hidup yang bermanfaat saat diberikan kepada pasien.

Bakteri di dalam sistem GI yang bernama microbiome, adalah sebuah keseimbangan dari bakteri baik dan bakteria jahat. Ketika keseimbangan ini terganggu, bakteri jahat dapat tumbuh terlalu cepat dan memproduksi racun yang menyebabkan penyakit lain seperti diare, perut kembung, dan sakit perut. Probiotik bekerja dengan menstimulasi produksi substansi anti-bakteri, mencegah bakteri jahat dari mengikuti ke lapisan usus dan dalam beberapa kasus menambah dan mengatur respon sistem imun.

 

  1. Vitamin untuk kucing hamil

Kucing yang tengah hamil sangat memerlukan vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh induk, serta sebagai suplemen untuk anak di dalam rahimnya agar bisa terlahir dengan sehat.

Ada vitamin khusus untuk kucing hamil yang bisa menambah tenaga. Selain itu, vitamin A, D, dan E juga bagus untuk menjaga kesehatan induk dan kandungannya serta memperlancar saat induk melahirkan.

 

  1. Vitamin untuk anak kucing

Anak kucing yang sudah berusia tujuh minggu sudah berhenti mengkonsumsi asi dan mulai makan makanan padat. Vitamin sangat diperlukan untuk membantu pertumbuhan anak kucing serta menjaga sistem imun tubuhnya. Beberapa vitamin yang baik untuk anak kucing adalah vitamin A, B, D, E, dan K.

 

  1. Asam lemak yang baik untuk kucing

Asam lemak seperti Omega-3 dan Omega-6 juga dikatakan dapat bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan mencegah kerontokan bulu kucing; melindungi sistem imun, hati, mata, otak, persendian, meningkatkan kesehatan hati dan juga efektif mengurangi kolesterol.

 

Mana yang lebih baik antara suplemen dengan obat herbal (alami)?

Dilansir dari pets.webmd.com, obat herbal atau alami masih diperdebatkan manfaatnya bagi kucing. Menurut pengguna obat herbal, manfaatnya adalah sebagai tambahan untuk makanan alami kucing. Namun, lembaga khusus makanan kucing mengatakan bahwa obat herbal gunanya untuk mengobati atau mencegah penyakit pada kucing, maka lebih tepat jika disebut sebagai obat daripada tambahan makanan kucing. Saran kami, sebelum memberikan obat herbal untuk kucing di rumah sebaiknya cat lovers konsultasikan pada dokter hewan terdekat.

 

Jenis vitamin dan suplemen yang sebaiknya cat lovers hindari

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, banyak vitamin dan suplemen yang belum diuji khasiatnya beredar di pasaran. Beberapa bahkan bisa membahayakan kesehatan kucing, dan berikut ini adalah daftarnya:

  • Bawang putih dan bawang merah: dapat menghancurkan sel darah merah dan menyebabkan anemia
  • Kalsium dan vitamin D: jika terlalu banyak jumlahnya dapat menjadi racun bagi kucing
  • Vitamin C: jika terlalu banyak jumlahnya dapat menyebabkan urin mengandung terlalu banyak asam. Ini bisa mengubah bentuk air kencing kucing menjadi kristal sehingga terjadi penyumbatan yang mengancam kesehatannya.

Cat lovers dianjurkan sangat berhati-hati dalam pemberian vitamin dan suplemen untuk kucing di rumah. Jangan memberikan berbagai macam vitamin atau suplemen secara bersamaan karena dapat membahayakan kesehatan kucing.

Selesai sudah pembahasan mengenai vitamin dan suplemen untuk kucing dari pakanmaster.com. Nantikan informasi lain di artikel berikutnya ya!

 

 

 

Sumber:

https://kucingpedia.com/vitamin-kucing/

https://pets.webmd.com/cats/guide/cat-vitamins-and-supplements-do-they-work#1

https://www.catster.com/cat-health-care/a-guide-to-cat-supplements

Follow us:
Jenis-Jenis Vitamin Dan Suplemen Untuk Kucing

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Copyright @pakanmaster.com 2020