Memberikan makanan pada kucing kesayangan di rumah tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Cat lovers harus mengetahui berapa usia kucing, dan jenis makanan yang sesuai dengan usianya. Sekarang jenis makanan kucing sudah tersedia dalam berbagai bentuk dan bisa ditemukan dengan mudah di petshop terdekat.

Setiap bentuk memiliki kandungan nutrisi yang berbeda sehingga jika diberikan dengan porsi yang tepat, kucing kesayangan cat lovers bisa terjaga kesehatannya.

Cat lovers mungkin pernah coba mengganti jenis makanan untuk kucing di rumah. Namun bukannya lahap, kucing justru tidak makanannya sama sekali. Setelah dua atau tiga hari, akhirnya cat lovers kembali memberikan jenis makanan yang mereka sukai sebelumnya.

Kucing memang terkenal selektif terhadap makanan, mereka mempunyai selera tersendiri seperti manusia, ada makanan yang mereka sukai dan ada yang tidak. Namun, umumnya kucing menyukai makanan yang mengandung protein tinggi, rendah karbohidrat serta memiliki tambahan vitamin, mineral, asam lemak dan asam amino.

Makanan Kucing
Makanan Kucing

 

sumber: https://pixabay.com/id/photos/mabuk-kucing-kucing-domestik-5180495/#_=_

 

Nah, berikut ini adalah jenis-jenis makanan kucing yang mudah ditemukan di petshop ataupun dibuat sendiri di rumah.

Makanan kering

makanan kering

sumber: https://www.mudbay.com/choose-cat-food/

Makanan kering terkenal menjadi favorit bagi pecinta kucing karena harganya murah dan praktis. Cara pembuatan makanan jenis ini adalah dengan mengekstrusi daging menggunakan tekanan dan suhu yang tinggi lalu dibentuk menjadi potongan-potongan kecil seukuran dengan gigitan kucing. Dan bahan-bahan yang biasa digunakan untuk membuat makanan kering adalah:

  • Daging
  • Unggas
  • biji-bijian
  • Ikan
  • Sumber serat
  • Susu
  • Suplemen vitamin dan mineral

Penambah rasa, seperti lemak hewani, untuk melapisi makanan yang telah dipotong-potong

Sayangnya, makanan kering terkenal memiliki nutrisi yang tidak seimbang serta rasanya tidak lebih enak daripada makanan basah atau semi-basah. Selain itu, makanan kering yang terbuat dari bahan dan kualitas yang rendah bisa sulit dicerna oleh sistem pencernaan kucing.

Namun, dari sisi ketahanan, makanan kering lebih unggul karena mudah disimpan dan tahan lama. Bahkan satu kantong makanan kering bisa bertahan sampai beberapa bulan.

 

Makanan Semi-basah

Yang dimaksud makanan semi-basah adalah makanan yang terbuat dari kedelai, sereal, biji-bijian, dan mengandung 35% air. Karena bahannya lebih banyak, maka harganya pun lebih mahal daripada makanan kering.
Meski begitu, soal rasa masih tetap unggul makanan semi-basah. Hanya saja, tidak bisa disimpan untuk waktu yang lama karena sekali kemasan produk dibuka, makanan bisa lebih cepat mengering dan mengurangi rasanya.

 

Makanan kaleng atau makanan basah

Wet Food

Makanan kaleng banyak disukai kucing karena mengandung 75% air di dalamnya sehingga sangat bermanfaat untuk ginjal dan seluruh sistem pencernaan mereka. Selain itu, rasanya juga lebih enak daripada makanan jenis lain serta lebih mudah dikonsumsi.

 

sumber: https://www.diadona.id/family/mengetahui-jenis-jenis-makanan-kucing-biar-kesehatan-mereka-selalu-terjaga-2002152.html

 

Bahan-bahan yang digunakan untuk makanan kaleng pada umumnya adalah daging, ginjal atau hati, juga bahan makanan lain seperti ikan tuna. Maka dari itu, harganya pun terkenal mahal. Namun sesuai dengan variasi rasa yang tersedia serta nutrisinya, kok.

Yang terpenting, makanan kaleng bisa disimpan dalam jangka waktu yang lama selama tutup kemasan belum dibuka. Setelah dibuka, sebaiknya simpan makanan di dalam lemari es untuk menjaga kualitas makanan dan mencegah pembusukan.

Jika cat lovers ingin memilih makanan kaleng, perhatikan label yang tertera pada produknya ya. Jika ada bacaan Tuna Cat Food berarti produknya mengandung tuna hingga 95%. Lalu Tuna Platter atau Tuna Dinner berarti kandungan tuna dalam produknya sekitar 25% dan Cat Food with Tuna berarti hanya ada 3% tuna di dalam produknya. Jika sudah hafal semuanya, cat lovers bisa lebih mudah memilih makanan kucing.

 

Makanan buatan rumah

Makanan buatan rumah bisa juga disebut dengan Raw Food atau makanan alami. Biasanya terbuat dari daging yang dimasak terlebih dahulu sebelum diberikan pada kucing. Tipe dagingnya pun bermacam-macam seperti ikan, ayam, atau bahkan sapi.

Nah, jika cat lovers ingin membuat makanan kucing sendiri di rumah ingat baik-baik bahwa ada nutrisi yang harus dipenuhi untuk menjaga kesehatan kucing kesayangan. Alangkah baiknya, jika sebelum membuat makanan kucing sendiri cat lovers berkonsultasi dengan dokter hewan yang mempunyai sertifikat nutrisi hewan.

 

Selain itu, masih ada beberapa tips untuk memilih makanan kucing. Silakan disimak baik-baik, ya!

 

Tips untuk memilih makanan:

 

  • Pastikan makanan yang dipilih sesuai selera kucing

Ketika memilih jenis makanan untuk kucing kesayangan di rumah, sebaiknya pastikan mereka mau memakannya. Karena kucing tidak selalu mengkonsumsi makanan yang diberikan padanya, meskipun harganya mahal. Jadi sebaiknya, pastikan makanan yang dipilih sesuai dengan selera kucing kesayangan cat lovers ya!

 

  • Hindari makanan berpengawet

Sebaiknya hindari makanan yang mengandung bahan pengawet berbahaya seperti Butylated Hydroxyanisole (BHA), Butylated Hydroxytoluene (BHT), propyl gallate, propylene glycol, dan ethoxyquin.

Bahan pengawet tersebut dapat menimbulkan resiko kanker pada kucing. Jadi sebaiknya pilih makanan yang memiliki kandungan Vitamin E dan C di dalamnya.

 

  • Perhatikan kandungan air

Kucing adalah binatang yang sangat aktif dan membutuhkan pasokan air yang banyak karena 70% tubuhnya terdiri dari air. Oleh karena itu, mereka membutuhkan makanan dengan kadar air yang tinggi untuk mencegah tubuhnya mengalami dehidrasi.

Makanan jelas baik bagi kucing karena memiliki kandungan air yang banyak. Namun, jika harus memberikan makanan kering pada kucing, sebaknya imbangi dengan air agar ginjalnya tidak bekerja terlalu keras.

 

  • Perhatikan usia kucing dan tingkat kesehatannya

Makanan yang diberikan pada kucing kesayangan harus sesuai dengan usianya. Pada dasarnya, kucing mempunyai tiga fase hidup, yaitu anak-anak, dewasa, dan tua. Masing-masing fase membutuhkan asupan nutrisi yang berbeda, oleh karena itu jenis makanannya pun berbeda. Misalnya, anak kucing lebih membutuhkan protein dan lemak untuk memaksimalkan pertumbuhan tulang, gigi serta ototnya. Kucing dewasa membutuhkan makanan rendah kalori untuk mengontrol berat badannya. Sedangkan kucing yang sudah tua membutuhkan makanan rendah lemak dan protein yang mudah dicerna untuk memudahkan kinerja ginjal dan sistem pencernaanya.

 

Selain itu, pikirkan juga berat tubuh kucing dan riwayat kesehatannya serta ketahui jenis makananan yang pernah membuat mereka sakit.

 

  • Cek tanggal kadaluarsa

Makanan kadaluarsa jelas tidak baik bagi kesehatan kucing. Oleh karena itu, pastikan selalu mengecek tanggal kadaluarsa pada kemasan sebelum membeli makanan kucing agar tidak mengganggu kesehatannya.

 

  • Pertimbangkan soal budget

Memberikan makanan yang terbaik bukan berarti harus menghabiskan sebagian besar pendapatanmu setiap bulannya. Di petshop, ada berbagai macam jenis makanan dengan harga yang beragam. Jangan segan-segan menanyakan harga sebelum membeli agar tidak membebani keuangan cat lovers nantinya.

 

  • Aturan memberikan makanan pada kucing

Aturan pertama yang harus dilaksanakan adalah jangan memberikan terlalu banyak makan pada kucing, maksimal 10% sampai dengan 15% dari kebutuhan kalori kucing dalam satu hari. Aturan kedua, jangan memberikan daging mentah pada kucing karena mengandung toksoplasmosis dan penyakit menular lainnya. Meskipun daging mentah kaya akan nutrisi. Aturan ketiga, tidak boleh memberikan makanan ikan dalam kaleng untuk manusia pada kucing. Beberapa kucing memiliki gangguan neurologis serius setelah mengkonsumsi makanan ini. Aturan terakhir, jangan memberikan susu pada kucing karena kucing tidak mentoleransi laktosa sehingga malah menyebabkan masalah pada pencernaannya.

 

  • Pertimbangan lainnya

Tahukah cat lovers bahwa lingkungan tempat kucing makan berpengaruh pada kebiasaan makannya? Ya, kucing juga bisa merasa tidak nyaman saat makan di daerah dengan lalu lintas yang padat, bising, banyak binatang lain, dan banyak terdapat kotoran di dekat tempat makannya. Oleh karena itu, cat lovers harus peka terhadap perilaku makan kucing dan segera melakukan penyesuaian terhadapnya.

Mempertahankan berat badan yang ideal bagi kucing adalah pertimbangan lain yang harus cat lovers perhatikan. Obesitas adalah masalah terkait nutrisi yang sangat banyak ditemukan pada kucing. Obesitas membuat kucing menjadi rentan terserang berbagai macam penyakit, termasuk radang sendi dan diabete. Oleh karena itu, sebaiknya minta bantuan dokter hewan untuk mengetahui berat badan yang ideal untuk kucing kesayangan cat lovers di rumah. Cat lovers juga bisa meminta saran dokter hewan untuk menyesuaikan pola makan kucing sehingga berat badannya bisa dikontrol dengan baik.

 

Sebagai penutup, ada sedikit tips untuk cat lovers.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kucing bisa jadi selektif soal makanan, dan ini kadang-kadang membuat pemiliknya sebal. Untuk mencegah sifat selektifnya muncul, cat lovers bisa memberikan dua atau tiga jenis makanan kucing dengan variasi rasa yang berbeda. Selain itu, ini juga bisa digunakan untuk menjaga nafsu makan kucing karena kucing yang kurang makan sangat rentan terserang masalah medis yang serius.

Ternyata memberi makan kucing juga tidak bisa dilakukan sembarangan, ada yang harus diperhatikan terkait asupan nutrisi dan kondisi kesehatan kucing. Semoga informasi dalam artikel ini dapat membantu cat lovers dalam memilih makanan yang baik untuk kucing kesayangan di rumah. Nantikan informasi lainnya di pakanmaster.com ya!

Follow us:
Tips Memilih Makanan Kucing

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Copyright @pakanmaster.com 2020