Ternak lovebird, meski dikatakan mudah, nyatanya bukan berarti tanpa kendala sama sekali. Terbukti dengan banyaknya pemula yang mengeluh kesulitan saat awal-awal beternak. Bahkan, beberapa dari mereka mengalami kegagalan. Setelah ditelusuri lebih jauh, om master menyimpulkan bahwa kendalanya adalah adanya tahapan yang diabaikan oleh kebanyakan peternak pemula. 

Karena itu, kali ini om master akan memberikan panduan dasar ternak lovebird bagi pemula sehingga setidaknya bisa dijadikan sebagai panduan dan pegangan. Semoga nantinya jumlah peternak pemula yang mengalami kegagalan semakin berkurang dari waktu ke waktu.

ternak lovebirdTahapan ternak lovebird yang harus dilakukan oleh peternak pemula

Lovebird memang terus digandrungi banyak orang. Popularitasnya semakin naik dari waktu ke waktu, hal ini disebabkan karena lovebird mempunyai penampilan yang cantik, mudah menjadi jinak dan bisa juga dijadikan sebagai masteran bagi burung kicau lainnya. Selain itu, tentu saja lovebird juga mudah untuk diternakan.

Berikut ini tahapan ternak lovebird yang harus dilakukan oleh peternak pemula: 

Persiapkan kandang ternak

Sebelum melakukan apapun dalam proses ternak lovebird, sebaiknya pastikan sobat sudah mempunyai kandang yang khusus untuk beternak. Ukuran kandang harus lah luas agar aktivitas burung di dalam kandang juga tidak terhambat dan membuat hasilnya lebih maksimal.

Jika sobat memutuskan untuk membeli lebih dari satu pasangan untuk diternakan, sebaiknya siapkan kandang yang luas dan bersekat atau kandang koloni juga boleh. Sementara jika sobat memutuskan hanya membeli satu pasang saja, bisa gunakan kandang battery. 

Setelah kandangnya siap, selanjutnya sobat harus menyiapkan glodok atau tempat sarang burung. Biasanya glodok ini terbuat dari kayu keras atau multiplek dengan ukuran 20 cm x 20 cm x 25 cm. Selanjutnya masukan serut kayu atau bahan yang bisa dijadikan sarang oleh burung di dasar glodok tersebut. 

Pilih calon induk yang berkualitas

Silsilah atau garis keturunan lovebird dapat mempengaruhi penampilannya di arena perlombaan. Karena itu, penting untuk memilih calon induk yang berkualitas (sehat dan aktif) saat ingin beternak lovebird. Selain itu, pastikan juga umur lovebird jantan lebih tua daripada betinanya agar perkawinan berjalan lancar karena jantan dipastikan mendominasi pasangannya.

Amati perilaku induk lovebird

Setelah memilih pasangan induk yang tepat, selanjutnya tempatkan lovebird jantan dan betina di kandang yang terpisah. Tujuannya agar sobat bisa mengamati perilaku keduanya. Biasanya setelah burung berusia satu tahun lebih akan siap kawin. Hal ini ditunjukan dengan munculnya perilaku berikut ini:

  • Lovebird betina merentangkan kedua sayapnya sambil mengangkat ekornya ke atas atau ngapal
  • Lovebird jantan mulai terlihat sering mengawini tangkringannya

Jika kedua perilaku ini sudah mulai terlihat pada masing-masing burung, sebaiknya segera satukan lovebird jantan dan betina ke dalam kandang khusus ternak. 

Proses penjodohan

Saat penjodohan sudah dimulai dan kedua induk berada di dalam kandang khusus ternak, biasanya perkawinan tidak akan langsung terjadi. Oleh karena itu, sobat harus bersabar dan terus mengamati perkembangan perkawinan mereka dari setiap hari.

Jika tiba-tiba salah satu burung jadi lebih agresif, sebaiknya pisahkan kembali keduanya dan amati perilaku mereka sekali lagi seperti disebutkan sebelumnya. Dengan kata lain, sobat mengulang proses penjodohan. 

Berikan pakan juga suplemen untuk meningkatkan produktivitas burung

Setelah kedua induk berada di dalam kandang ternak, hal selanjutnya yang harus sobat lakukan adalah memperhatikan pakan yang diberikan dengan cermat dan teliti. Berdasarkan beberapa sumber, keberhasilan ternak lovebird bisa didukung dengan memberikan racikan pakan berikut ini:

  • Pakan biji-bijian seperti milet putih ditambah beberapa butir kuaci dan kacang-kacangan
  • Buah dan sayuran sebagai pakan tambahan (EF)
  • Air minum burung harus bersih dan segar sepanjang hari
  • Atau sobat bisa memberikan Pakan Master Premium saat penjodohan dimulai. Produk dari pakanmaster.com yang satu ini sangat cocok digunakan sebagai pakan utama selama ternak lovebird karena mengandung berbagai macam nutrisi penunjang penjodohan lovebird seperti meningkatkan produktivitas, kesuburan dan kualitas anakan yang dihasilkan nantinya. 

Menjaga keamanan dan kenyamanan lovebird

Setelah perkawinan dilakukan, induk betina biasanya akan mulai rajin memunguti bahan-bahan untuk membuat sarang. Selain itu, ia juga jadi lebih sering keluar masuk glodoknya. Pada tahap ini burung sedang menyusun dan merapikan sarang di dalam glodok. Setelah itu, induk betina akan mulai bertelur.

Pada masa ini, induk betina biasanya menjadi sangat sensitif terhadap lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, usahakan agar induk betina merasa aman dan nyaman, pastikan juga tidak ada gangguan dari manusia atau hewan lain seperti tikus dan kucing saat ia mengerami telurnya. Masa pengeraman ini umumnya berlangsung sekitar 21-25 hari saja

Menyapih anakan lovebird

Setelah telur menetas dan anakan lovebird lahir, selanjutnya sobat perlu menyapihnya setelah anakan tersebut berumur 7-14 hari. Perlu diingat bahwa penyapihan anakan lovebird merupakan pekerjaan yang merepotkan. Terutama saat sobat harus memberikan pakan dengan cara dilolohkan.

Namun sobat juga bisa memilih membiarkan induk lovebird mengasuh anaknya. Dengan kata lain sobat tidak menyapih anakan lovebird. Biasanya, induk lovebird akan menyapih anaknya sampai sudah bisa makan sendiri. Beberapa peternak senior juga melakukan hal ini. 

Om rasa sudah cukup informasi mengenai tahapan ternak lovebird kali ini. Jika ada yang ingin ditanyakan bisa langsung tulis di kolom komentar atau hubungi facebook pakanmaster di Master Petshop. Insya Allah om master bantu sebisanya. Sampai jumpa di artikel tentang burung lovebird berikutnya, ya!

Follow us:
Tahapan dalam Ternak Lovebird untuk Pemula

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Copyright @pakanmaster.com 2020