Jika cat lovers sering membersihkan kucing peliharaannya sendiri pasti sering menemukan kotoran pada bagian mata dan telinganya, ini sangat bagus karena mencegah kucing terkena penyakit telinga. Hal ini dilakukan untuk mencegah benda-benda asing masuk ke mata dan telinga mereka. Jika cat lovers tiba-tiba merasa terlalu banyak kotoran di telinga kucingnya, sebaiknya segera periksakan ke dokter hewan terdekat ya. Takutnya kucing kesayangan cat lovers sedang terserang penyakit yang bernama otitis.

fa79bad5566c0015c4f0cce7ac7f96ae

sumber: https://thepetshop4u.com/2018/05/17/masalah-utama-telinga-pd-kucing-dan-cara-mengobatinya/

 

Apa yang dimaksud dengan Otitis?

Otitis adalah sakit atau peradangan yang terjadi pada saluran pendengaran kucing. Biasanya ditandai dengan nyeri, demam, tinitus, vertigo, sampai kehilangan pendengaran. Penyakit ini dapat menyerang semua kucing, termasuk anak kucing dan kucing dewasa.

Secara umum, otitis dapat terjadi pada telinga bagian luar, tengah, dan dalam. Otitis yang terjadi pada bagian luar telinga kucing disebut otitis eksterna; sementara yang menyerang bagian tengah telinga kucing disebut otitis media; dan yang menyerang bagian dalam telinga kucing disebut otitis interna.

Dibandingkan otitis media dan otitis interna, otitis eksterna lebih sering terjadi karena bagian luar lebih sering melakukan kontak dengan benda asing, bakteri, jamur, ear mites, dan air yang kotor. Namun otitis eksterna tidak terlalu berbahaya bagi kucing.

Sebaliknya, otitis interna lebih jarang terjadi namun sangat berbahaya bagi kucing karena dapat membuatnya kehilangan pendengaran secara permanen (tuli). Karena jika tidak segera ditangani, kotoran yang mengendap di bagian dalam telinga kucing dapat berkembang menjadi polip atau bahkan tumor yang menutupi saluran pendengarannya.

 

Penyebab otitis pada kucing

Ada banyak macam hal yang bisa menjadi penyebab otitis pada kucing. Dalam artikel kali ini kita hanya akan membahas tujuh hal yang sering menjadi penyebab otitis tersebut.

Berikut ini daftar lengkapnya:

1. Kotoran

Kotoran telinga adalah penyebab utama otitis pada kucing. Kotoran yang dimaksud di sini bisa berasal dari dalam maupun dari luar telinga seperti debu, tanah, dan lain-lain.

Pada kondisi normal, telinga kucing memproduksi cerumen atau cairan seperti lilin yang berwarna kecoklatan. Fungsi dari cerumen yaitu untuk menjaga kelembaban telinga dan kondisi mikroorganisme di dalamnya.

Nah, cerumen dalam jumlah yang banyak merupakan tempat yang cocok untuk bakteri atau jamur tumbuh. Selain itu, hal ini juga bisa menyebabkan rasa tidak nyaman pada kucing sehingga ia jadi sering menggaruk atau mencakar-cakar telinganya.

2. Bakteri & Jamur

Ada satu jamur yang hidup dalam telinga kucing, yaitu Malassezia Pachydermatis. Sama seperti kotoran, jika jumlah jamur tersebut terlalu banyak di dalam telinga kucing maka dapat menyebabkan otitis.

3. Tungau telinga (Ear mite)

Banyak sekali jenis tungau yang sering singgah di tubuh kucing, beberapa di antaranya ditemukan di bagian telinga kucing dan dapat menjadi penyebab otitis seperti tungau dari spesies Otodectes Cynotis, Sarcoptes, Demodex, dan Notoedres.

4. Alergi

Kucing yang mempunyai alergi terhadap serbuk sari, makanan, atau obat-obatan juga rawan terserang penyakit otitis, kulit gatal, maupun penyakit yang lainnya. Untuk mengendalikan alergi pada kucing kesayangannya, cat lovers bisa memberikan makanan jenis hipoalergenik.

5. Gangguan hormon

Gangguan hormon pada kucing dapat menyebabkan sistem tubuh melemah dan memudahkan berbagai penyakit muncul, salah satunya infeksi telinga. Kadang-kadang, otitis yang disebabkan oleh gangguan hormon dapat dideteksi saat pemeriksaan darah di laboratorium.

6. Bentuk telinga yang melipat

Bentuk telinga yang melipat dapat mempertinggi resiko kucing terserang penyakit otitis karena sebagian pemilik lupa mengontrol jumlah kotoran dalam telinga kucing. Oleh karena itu, jika cat lovers memelihara kucing yang bentuk telinganya melipat, seperti kucing scottish fold, sebaiknya lakukan perawatan yang lebih dibanding ras kucing lainnya.

Gejala klinis penyakit otitis pada kucing

Penyakit Telinga (Otitis)
Penyakit Telinga (Otitis)

sumber: https://www.picuki.com/media/2228214949473009283

Ada beberapa gejala klinis yang sering ditemukan pada kucing yang mengidap penyakit otitis. Berikut ini adalah daftarnya:

  1. Sering menggaruk telinga
  2. Telinga bengkak
  3. Sering menggeleng-gelengkan kepala
  4. Sering menggosok-gosokan telinga ke lantai atau dinding
  5. Kucing merasa kesakitan saat telinga nya diraba
  6. Ada luka di bagian yang dekat dengan telinga kucing seperti kepala atau leher
  7. Bulu di sekitar telinga rontok
  8. Muncul cairan yang baunya sangat menyengat dari lubang telinga kucing
  9. Keseimbangan tubuh kucing terganggu (saat berjalan terlihat miring atau menyerong

Diagnosa

Untuk mendiagnosa penyakit otitis pada kucing bisa dilakukan dengan cara mengamati gejala-gejala klinis yang terlihat pada kucing. Namun ini hanya sebagai permulaan saja. Untuk memastikannya, telinga kucing harus diperiksa menggunakan otoskop.

Pemeriksaan menggunakan otoskop tersebut disebut sebagai otoskopi atau prosedur diagnostik yang dilakukan untuk memeriksa struktur telinga bagian dalam. Dengan melakukan otoskopi, dokter hewan dapat mengetahui apa yang terjadi di bagian tengah dan dalam telinga.

Selain otoskopi, diagnosis otitis bisa juga dilakukan dengan cara mengambil kotoran yang ada di telinga bagian dalam kemudian memeriksanya menggunakan mikroskop.

Pengobatan dan perawatan penyakit otitis

Dengan penanganan yang tepat, umumnya otitis dapat sembuh dalam waktu 2 minggu saja. Hanya saja, untuk otitis yang disebabkan oleh alergi, gangguan hormon, atau penurunan sistem kekebalan tubuh, penanganannya memerlukan waktu yang cukup lama.

Pengobatan yang dilakukan untuk menyembuhkan otitis sangat tergantung pada penyebabnya. Jika otitis disebabkan oleh infeksi bakteri dan pembengkakan maka akan diberikan obat tetes telinga yang mengandung antibiotik dan anti-radang.

Jika penyebabnya adalah tungau (ear mite) maka diberikan obat tetes telinga yang mengandung anti-ektoparasit atau injeksi obat golongan avermectin seperti ivermectin, selamectin, dan lain-lain.

Jika penyebabnya merupakan tumor (polip) maka diperlukan operasi untuk mengangkat jaringan yang abnormal dalam telinga kucing. Terakhir, untuk otitis yang disebabkan alergi dan gangguan hormon, diperlukan pengobatan secara menyeluruh dan sistematis.

Semua pengobatan ini haruslah berdasarkan pada rekomendasi dari dokter hewan. Jadi kucing cat lovers terkena otitis, sebaiknya segera hubungi dokter hewan terdekat ya, jangan memberikan sembarangan obat pada kucingnya.

Untuk perawatan kucingnya, cat lovers bisa mulai dengan menjaga kucing tetap di dalam ruangan agar terhindar dari parasit atau tungau. Selain itu, bisa juga dengan membersihkan telinga kucingnya secara teratur. Kemudian, jika ada kucing baru, cat lovers harus memeriksa kondisi kesehatannya ke dokter hewan untuk memastikan ia bebas dari penyakit.

Itulah pembahasan tentang penyakit otitis pada kucing yang menyerang telinga dan bisa menyebabkan tuli permanen. Jangan lupa untuk terus menjaga kesehatan kucingnya ya. Sampai jumpa lagi di artikel pakanmaster.com yang lainnya!

Follow us:
Penyakit Telinga (otitis) Pada Kucing

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Copyright @pakanmaster.com 2020