Menjaga kesehatan kucing peliharaan memerlukan dedikasi yang tinggi. Banyak penyakit mematikan yang siap menyerang kucing cat lovers di rumah kapan saja. Terlebih jika usianya sudah lebih dari 10 tahun, tubuh kucing jadi lebih rentan terkena penyakit. Salah satunya adalah penyakit Hipertiroidisme.

Dalam artikel kali ini, Kita akan mengulas penyakit Hipertiroidisme agar cat lovers dapat mengenal pengertian, gejala-gejala sekaligus pengobatannya.

Apa yang dimaksud penyakit Hipertiroidisme?

Seperti manusia, kucing juga mempunyai kelenjar tiroid yang berfungsi untuk mengatur kecepatan pembakaran energi dalam tubuh, serta sensitivitas tubuh terhadap hormon lain. Untuk melaksanakan fungsi tersebut, kelenjar tiroisi memproduksi beberapa jenis hormon, salah satunya adalah hormon tiroid.

thyroidglandpositioncat201701scaler

sumber: https://vcahospitals.com/know-your-pet/hyperthyroidism-in-cats

Hormon tiroid bertugas untuk mengatur berbagai macam proses yang terjadi di dalam tubuh kucing serta ikut membantu mengontrol metabolisme tubuh.

Jika kelenjar tiroid terlalu banyak memproduksi hormon tiroid, maka tugasnya jadi terganggu dan bisa menimbulkan penyakit yang sangat serius. Keadaan ini tubuh kucing memproduksi terlalu banyak hormon tiroid yang dinamakan sebagai hipertiroidisme.

sumber: https://www.pdsa.org.uk/media/7351/hyperthyroidism-min.jpg

Hipertiroidisme adalah penyakit kelenjar tiroid yang paling umum dari kucing di seluruh dunia. Menurut website americanveterinarian.com sekitar 10% kucing berusia lebih dari 10 tahun di Amerika Serikat mengidap hipertiroidisme dan ini masih berupa perkiraan saja.

Artinya, jumlah yang sebenarnya belum bisa diketahui dengan pasti karena para dokter hewan kesulitan untuk mendeteksi penyakit ini di dalam tubuh kucing.

Lebih lanjut lagi, seorang peneliti di bidang hewan, Dr. Levitan menyebutkan bahwa sekitar 70% kasus hipertiroidisme memengaruhi dua kelenjar tiroid yang ada di dalam tubuh kucing.

Kesimpulannya, hipertiroidisme merupakan penyakit yang berbahaya, menyerang tubuh kucing secara langsung, serta sulit untuk didiagnosa.

Apa yang menjadi penyebab hipertiroidisme?

Ada banyak teori mengenai hal ini, namun hanya sedikit saja yang mempunyai bukti konkrit. Sebuah studi Epidemiologi mengatakan makanan kaleng dapat menimbulkan penyakit hipertiroidisme pada kucing; sementara itu satu studi lainnya pun merujuk pada makanan kaleng, namun lebih spesifik, pada makanan kaleng yang mengandung hati, ikan atau jeroan (ayam/itik) di dalamnya. Selanjutnya makanan yang mengandung yodiun juga bisa memengaruhi level hormon tiroid pada tubuh kucing.

Sementara itu, dalam banyak kasus yang lainnya, hipertiroidisme juga bisa disebabkan oleh perubahan benign (sesuatu yang tidak memiliki sifat kanker) dalam tubuh kucing. Ada juga yang mengatakan penyebabnya sangat mirip dengan satu dari dua penyebab hipertioidisme pada manusia, yaitui “toxic nodular glitre”.

Gejala penyakit hipertiroidisme pada kucing

Banyak gejala yang bisa mengindikasikan seekor kucing mengidap hipertiroidisme. Sayangnya, gejala ini sulit dideteksi sejak dini, kebanyakan dapat dideteksi setelah berkembang menjadi lebih ganas lagi.

Meski begitu, melansir dari website icatcare.org ada beberapa tanda klasik yang biasa ditemukan pada kucing dengan hipertioidisme, yaitu:

  1. Berat badan turun
  2. Nafsu makan bertambah
  3. Lebih cepat haus
  4. Lebih hiperaktif
  5. Detak jantung meningkat
  6. Bulu jadi terlihat lebih jelek dan terkesan kotor
  7. Lesu

sumber: https://www.advancedvetcarenm.com/core/content/images/catt44.jpg

Namun perlu cat lovers ingat juga bahwa umumnya hipertioidisme menyerang kucing yang berumur lebih dari 10 tahun. Oleh karena itu, daftar di atas masih belum pasti kebenarannya. Bisa jadi kucing yang mendadak lesu bukan terkena penyakit hipertiroidisme, melainkan hanya demam saja.

Saran dari kami, lebih baik cat lovers rutin memeriksakan kucing pada dokter hewan langganannya.

Komplikasi hipertiroidisme

Hipertiroidisme yang nggak terkontrol dengan baik dapat mengancam kesehatan jantung kucing cat lovers di rumah. Seperti misalnya peningkatan detak jantung yang nggak nomal dan juga terjadi ketegangan otot jantung yang bisa menyebabkan gagal jantung.

Hipertensi atau tekanan darah tinggi juga termasuk salah satu penyakit yang bisa menjadi “tambahan” bagi penyakit hipertioridisme pada kucing. Selain itu, hipertensi juga dapat menyebabkan serangan pada beberapa organ tubuh kucing termasuk mata, ginjal, jantung, dan otak.

Lalu penyakit-penyakit yang biasa diderita oleh kucing dewasa juga bisa jadi pemicu komplikasi. Untuk memastikannya, lebih baik minta pada dokter hewan langganan cat lovers untuj melakukab diagnosis awal pada tubuh kucing milik cat lovers.

Diagnosis

Umumnya kelenjar tiroid pada kucing yang mengidap hipertiridisme berubah jadi besar, namun ini nggak bisa dijadikan patokan untuk diagnosa awal. Karena kebanyakan pembesaran kelenjar justru terjadi di tempat-tempat yang nggak biasa.

Menurut americanveterinarian.com pengecekan hipertiroidisme pada kucing harus menggunakan diagnosa klinik, jangan hanya mengandalkan analisis yang dilakukan di lab saja.

Lebih lanjut lagi, ada rumusan penting jika cat lovers ingin melakukan pengecekan hipertiroidisme, yaitu: Definitive diagnosis = Suggestive clinical signs + abnormal lab result + Palpable Nodule. Artinya, untuk mengetahui secara pasti, cat lovers harus melakukan tiga tahap pengecekan: diagnosa klinik, rabaan pada tiroid nodul, dan pengecekan lab.

Icatcare.org menambahkan satu teknik untuk membantu mengkonfirmasi hipertiroidisme pada kucing, yaitu technetium scan.

Teknik technetium scan adalah pengecekan jaringan tiroid menggunakan teknologi berupa kamera spesial yang disebut kamera gamma. Prosedurnya pun lebih mudah serta aman bagi kucing. Dokter hanya memasukan sedikit bahan kimia bernama technetium, dengan jumlah radioaktif yang sangat kecil ke dalam urat kucing. Kemudian mendeteksi technetium inu menggunakan kamera gamma.

Teknik technetium scan juga bisa melacak secara tepat di mana letak jaringan yang nggak nomal apabila ingin dilakukan operasi.

Pengobatan

Mengobati penyakit hipertiroidisme nggak bisa dilakukan sembarangan, perlu pengecekan rutin dan bantuan dari ahli. Jika cat lovers coba-coba mengobatinya sendirian maka kemungkinan besar dapat berakibat fatal bagi kucing.

Ada 4 jenis pengobatan yang dianjurkan untuk mengobati hipertiroidisme pada kucing, yaitu:

  1. Terapi Medis

Terapi medis yang paling banyak digunakan serta dianggap efektif disebut dengan terapi thioamides. Di dalam proses terapi thioamides, kucing harus diberikan obat bernama zat bernama methimazole dan carbimazole yang sering digunakan dalam manajemen dari feline serta hipertiroidisme pada manusia.

Dua obat tersebut (methimazole dan carbimazole) biasanya tersedia dalam bentuk tablet. Manfaat dari obat ini adalah untuk mengurangi produksi dan pengeluaran hormon tiroid di dalam kelenar tiroid pada kucing. Namun sifatnya bukan menyembuhkan, melainkan lebih pada pengontrolan hipertiroidisme saja.

Oleh karena itu, terapi medis kebanyakan hanya digunakan sebagai langkah pengobatan pertama dengan harapan hipertiroidisme dapat sembuh dengan sendirinya selama pengontrolan dilakukan. Namun apabila terjadi iritasi lambung, maka pengobatan lainnya harus dilakukan secepat mungkin.

  1. Operasi Thyroidectomy

Pada banyak kasus, operasi pengangkatan jaringan tiroid yang membesar menadi pengobatan paling ampuh sampai saat ini. Namun hipertiroidisme bisa muncul kembali karena jaringan yang awalnya nggak terpengaruh menjadi sumber penyakit baru.

Meski menjadi yang paling ampuh, operasi juga memiliki resiko yang cukup fatal, yaitu rusaknya jaringan paratiroid—jaringan kecil yang berada di dekat, atau di dalam, jaringan tiroid itu sendiri dan memiliki peran penting untuk menstabilkan level kalsium dalam darah kucing. Oleh karena itu, sebelum melakukan operasi kucing harus melakukan terapi pengobatan anti-tiroid; serta dirawat di rumah sakit selama beberapa hari setelah operasi dilakukan untuk mengontrol level kalsium pada darah.

  1. Radioaktif yodium terapi

Pengobatan ini disebut-sebut sebagai yang paling aman dan juga efektif. Karena dalam prosesnya dokter hanya menyuntikan radioaktif yodium (l-131) pada kucing. Lalu nantinya serum ini yang akan menggantikan jaringan rusak (abnormal) dalam tubuh kucing tanpa mencederai area sekitar jaringan yang rusak tersebut.

Sayangnya, karena ini berhubungan dengan radioaktif maka setelah melakukan pengobatan kucing disarankan untuk dirawat selama bebearapa hari di rumah sakit. Selain itu, pengobatan ini hanya tersedia di bebeapa tempat saja mengingat bahaya dari radioaktif sangat fatal sekali.

  1. Diet

Pengobatan selanjutnya adalah dengan melakukan diet yodium pada kucing. Hal ini dilakukan untuk mengontrol produksi hormon tiroid namun dengan cara yang lebih sehat. Seperti diet pada umumnya, cat lovers harus disiplin memberi makan kucing sesuai dengan resep diet yang sudah diberikan dokter hewan langganan cat lovers sebelumnya.

Sumber: https://icatcare.org/advice/hyperthyroidism/

https://www.americanveterinarian.com/journals/amvet/2017/february2017/hyperthyroidism-in-cats-what-you-need-to-know

Follow us:
Penyakit Kucing: Hyperthyroid

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Copyright @pakanmaster.com 2020