Dalam tiga artikel sebelumnya, kita telah membahas beberapa penyakit yang menginfeksi organ dalam pada tubuh kucing. Kali ini kita akan membahas satu penyakit yang menyerang bagian luar dari tubuh kucing, yaitu kulit yang kita kenalsebagai scabies (kudis).

Seperti manusia, kucing juga mempunyai penyakit kulit, yaitu kudis atau biasa disebut scabies. Kudis pada kucing menyebabkan rasa gatal yang hebat, bulu-bulunya rontok, serta membuat tubuh kucing terlihat lebih jelek. Cat lovers harus mengenali penyakit ini karena dapat menyerang semua jenis kucing di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

TVET-0304_Horne_Figure-3

sumber: https://www.petcoach.co/cat/condition/scabies/

Apa yang menyebabkan penyakit kudis pada kucing?

Kudis (scabies) atau notredic mange, disebabkan oleh tungau jenis notredes cati. Tungau jenis ini hidup dan berkembang dalam tubuh kucing, tepatnya di jaringan dalam kulit, seumur hidupnya. Pada masa berkembang biak, tungau betina mengeluarkan telurnya beberapa kali secara kontinyu. Setelah proses ini selesai, tungau betina tersebut mati.

Notoedres-Cati-Tungau-Kucing

sumber: https://www.meongku.com/penyakit-kulit-scabies-pada-kucing/

Dalam kurun waktu sekitar 3-8 hari setelah peletakan telur oleh tungau betina, larva akan menetas dan tumbuh sampai jadi dewasa dalam 2-3 minggu berikutnya. Proses berkembang biak ini terus berlanjut sampai kucing yang menjadi inangnya mendapatkan pengobatan yang tepat.

Sejauh ini, hanya ada dua jenis tungau yang dapat menyebabkan penyakit kudis pada kucing. Pertama adalah Notredes cati yang menyebabkan infeksi kulit berat pada tubuh kucing. Biasanya infeksi dimulai dari area muka dan telinga kemudian menyebar ke seluruh tubuh kucing. Tungau jenis ini dikatakan dapat menular dengan mudah.

Kedua adalah Demodex cati atau Demodex gatoi; tungau jenis ini pada dasarnya nggak membahayakan karena sering ditemukan pada tubuh dan bulu kucing yang sehat dan bugar. Dengan kata lain nggak membahayakan bagi kesehatan kucing selama jumlahya nggak terlalu banyak.

Bagaimana gejala umum penyakit kudis pada kucing?

Pada dasarnya kudis dapat menyerang seluruh tubuh kucing, namun seringnya dimulai dari area muka dan telinga. Gejala pertama yang muncul adalah perubahan kebiasaan seperti lebih sering terlihat gelisah, lebih sering menggaruk-garuk tubuhnya, serta mulai terlihat rontok bulu-bulunya.

scabies-pada-kucing

sumber: https://www.meongku.com/penyakit-kulit-scabies-pada-kucing

Setelah itu, penyebaran mulai merambat ke bagian-bagian tubuh kucing yang lainnya termasuk kaki dan perut bagian bawah. Kebiasaan menjilati tubuh dan tidur dengan posisi melingkar seperti bola juga menjadi penyebab tungau menyebar ke seluruh tubuh. Gejala lanjutan yang terjadi setelah penyebaran adalah kulit yang menjadi lebih tebal, mengkerut, dan ditutupi kerak kulit berwarna abu-abu atau kuning.

Seiring dengan meningkatnya intensitas kebiasaan menggaruk tubuh, luka dan iritasi pada kulit kucing pun ikut meningkat. Hal ini dapat menyebabkan infeksi tungau berikutnya.
Cat lovers harus waspada pada penyakit ini karena bisa menyerang semua jenis kucing, entah itu betina atau jantan, dewasa juga anak-anak. Bahkan anak kucing umumnya lebih mudah terserang penyakit kudis dibanding kucing dewasa.

Kucing yang banyak hidup di luar rumah juga lebih rentan tertular penyakit kudis. Untungnya, tungau penyebab penyakit kudis pada kucing nggak berbahaya bagi manusia—hanya menyebabkan bentol-bentol merah seperti digigit nyamuk—karena tungau nya sendiri nggak bisa hidup selain di tubuh kucing, jadi cat lovers nggak perlu takut tertular penyakit kudis atau scabies ini.

Bagaimana cara mendiagnosis penyakit kudis?

Karena kudis adalah jenis penyakit yang menginfeksi bagian luar tubuh kucing, maka diagnosa yang dilakukan pun nggak terlalu banyak seperti pada diabetes, FIV, atau hipertiroidisme. Singkatnya, penyakit ini bisa dilihat oleh mata manusia secara langsung. Tetapi, pemeriksaan oleh dokter harus dilakukan untuk memastikan jenis penyakitnya.

Untuk mendiagnosa penyakit kudis, dokter biasanya melakukan pemeriksaan menyeluruh pada tubuh kucing, menanyakan kebiasaan kucing, dan mengambil sampel kulit yang sudah terinfeksi untuk mengecek keberadaan tungau di dalamnya.

Apa saja pengobatan dan perawatan yang bisa dilakukan untuk menyembuhkan penyakit kudis?

Pengobatan dan perawatan untuk kucing yang mengidap penyakit kudis bervariasi tergantung pada level infeksi dan kondisi kesehatan kucing itu sendiri. Biasanya, jika masih tergolong ringan, pengobatan dan perawatan dapat dilakukan secara mandiri di rumah. Namun, jika mulai dirasa nggak bisa sembuh setelah perawatan mandiri, sebaiknya segera hubungi dokter hewan terdekat.

Untuk pengobatan tahap awal yang bisa dilakukan adalah memangkas seluruh bulu kucing kemudian memandikan kucing dengan shampoo pembersih yang sifatnya nggak terlalu keras. Setelah pemberian shampoo, balurkan 2 sampai 3% kapur sulfur ke seluruh pemukaan tubuh kucing. Pada beberapa kucing, mungkin diperlukan juga obat penenang agar kucing tetap diam selama proses pengobatan. Proses ini harus diulangi seminggu sekali selama 6 sampai 8 minggu. Disarankan juga untuk mengisolasi kucing agar mencegah penyebaran pada kucing yang lain.

Pengobatan tahap selanjutnya sangat bergantung pada kondisi kesehatan kucing. Beberapa pengobatan yang biasa dilakukan adalah penyuntikan obat-obatan, perawatan kucing dan penyembuhan peradangan.

Sebisa mungkin jangan memberikan sembarangan obat, shampoo ataupun produk pengobatan kudis pada kucing. Juga jangan sembarangan memberikan obat kudis untuk anjing pada kucing ya cat lovers, karena kebanyakan obat tersebut justru berbahaya bagi kucing.

Apa saja langkah-langkah pencegahan penyakit kudis pada kucing?

  • Jauhkan kucing cat lovers dari kucing yang mengidap penyakit kudis
  • Bersihkan tempat tidur, mainan, ikat leher, tempat makan, dan lainnya secara rutin; bila perlu ganti dengan yang baru
  • Mandikan kucing secara rutin untuk menjaga kebersihan tubuhnya
  • Segara hubungi dokter hewan terdekat jika kucing mulai menunjukan gejala-gejala umum penyakit kudis.

Pesan terakhir sebagai penutup artikel kali ini, kami sarankan cat lovers mulai menjaga kebersihan kucing dan lingkungan agar terhindar dari penyakit-penyakit yang berbahaya. Semoga pembahasan kali ini dapat menambah pengetahuan cat lovers tentang penyakit kudis, nantikan artikel selanjutnya mengenai kucing hanya di pakanmaster.com!

Sumber:

https://pets.webmd.com/cats/cat-mange-scabies#1

http://www.pethealthnetwork.com/cat-health/cat-diseases-conditions-a-z/notoedric-mange-cats

https://www.petcoach.co/cat/condition/scabies/

 

Follow us:
Penyakit Kudis (Scabies)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Copyright @pakanmaster.com 2020