Salah satu hal yang harus diperhatikan saat memelihara kucing di dalam rumah adalah menyediakan tempat kucing membuang kotoran atau biasa dikenal dengan litter box. Litter box ini sangat berguna untuk mencegah kucing pup sembarangan, serta mengurangi pekerjaan cat lovers dari membersihkan kotoran mereka yang sembarangan.

 

Sumber: https://pixabay.com/id/photos/kucing-putih-hewan-3591348/

Dalam litter box terdapat media yang bentuknya seperti pasir untuk menampung kotoran ataupun air kencing kucing. Ada berbagai macam “pasir” dengan kelebihannya masing-masing yang biasa digunakan untuk litter box. Sebelum cat lovers berangkat ke petshop terdekat, sebaiknya pelajari dulu semua “pasir” yang ada agar bisa menentukan mana yang terbaik dari segi harga dan kualitasnya.

Oleh karena itu, kali ini kita akan membahas media-media tersebut secara lengkap. Silakan baca pelan-pelan ya!

Sejarah penemuan litter box

 

Litter Box

sumber: https://www.wayfair.com/pet/pdx/petfusion-betterbox-standard-litter-box-set-of-2-petf1068.html

Sejarah Litter box dimulai sekitar tahun 1940-an. Saat itu kebanyakan orang membiarkan kucing peliharaannya pup di pekarangan rumah atau kebun tetangga. Ada juga yang menyimpan pasir dalam kotak kemudian menyimpannya di gudang bawah tanah. Namun, rumah sering jadi kotor karena pasirnya nggak sengaja dibawa oleh kucing.

Ed Lowe, seorang pensiunan tentara angkatan laut kemudian menyarankan tetangganya untuk menggunakan pasir yang biasa digunakan untuk membersihkan bekas oli di pabrik-pabrik.

Kebetulan, ayah Ed Lowe biasa membuat pasir seperti itu untuk dijual. Mulai dari sini konsep litter box dikenal banyak orang.

40 tahun kemudian, Thomas Nelson, Ph.D menemukan pasir yang kering tanpa melalui proses pembakaran terlebih dahulu. Pasir ini mempunyai kemampuan menyerap yang sangat tinggi dan bentuknya berubah jadi menggumpal saat terkena kotoran atau air kencing kucing. Hebatnya lagi, pasir ini dapat menghilangkan bau kotoran kucing. Thomas mengaku saat itu dirinya nggak pernah mengganti pasir pada litter box miliknya selama 10 tahun!

Macam-macam media yang biasa digunakan untuk litter box

 

Zaman sudah semakin maju, pasir litter box yang Thomas temukan dulu mulai digantikan dengan media lain yang lebih baik dan mudah didapatkan. Sampai saat ini ada banyak macam media yang biasa digunakan untuk litter box, namun secara garis besar mereka terbagi menjadi 4 macam, yaitu:

  • Nggak Menggumpal (Zeolit)
  • Menggumpal (Bentonite)
  • Kristal
  • Organic pelet / Wood pelet

Pasir yang nggak menggumpal (Zeolit)

zeolite

 

sumber: http://agropoi.blogspot.com/2018/10/zeolit-sebagai-media-tanam.html

Pasir jenis ini biasanya terbuat dari batuan Zeolit yang dipecah menjadi beberapa bagian dengan berbagai macam ukuran, yaitu 1 milimeter, 2 milimeter, dan 3 milimeter atau biasa disebut pasir halus, pasir sedang, dan pasir kasar. Sesuai namanya, pasir ini nggak bisa menggumpal saat terkena kotoran kucing.

Pasir ini cukup banyak digunakan oleh pecinta kucing di Indonesia karena mudah didapat, harganya juga murah, Rp. 2000 sampai dengan 2500 per liter. Selain itu, pasir ini juga bisa dicuci sehingga cocok untuk penggunaan dalam jangka waktu yang lama. Keunggulan lainnya adalah terbuat dari bahan yang alami dan bebas dari bahan kimia.

Sayangnya, pasir ini nggak mempunyai daya serap, akibatnya kotoran kucing bisa tergenang di bagian bawah litter box. Selain itu, pasir ini juga mudah berantakan karena kebiasaan kucing yang sering menggaruk pasir setelah pup. Kekurangannya yang lain adalah butuh tenaga ekstra untuk merawat pasir ini serta memakan waktu lama untuk menjemur dan mencucinya. Terakhir, pasir ini juga nggak bisa menyamarkan bau kotoran kucing.

 

Pasir yang menggumpal (Bentonite)

sumber: https://www.google.com/search?q=pasir+gumpal&safe=strict&client=firefox-b-d&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=2ahUKEwiu48CZ14jqAhUf8HMBHdzkDkMQ_AUoAXoECAwQAw&biw=1366&bih=664#imgrc=vECy2S_bh-CnoM

Terbuat dari batuan Bentonite yang ringan, membuat pasir ini mempunyai daya serap tinggi terhadap cairan. Artinya, saat terkena kotoran kucing pasir ini akan menggumpal. Di Indonesia, pasir ini disebut juga “pasir wangi” karena memiliki banyak alternatif wangi seperti jeruk, apel, strawberry, lavender, melati dan lain-lain. Kelebihan lainnya adalah mudah dibersihkan.

Kekurangan pasir ini, adalah harganya yang cukup menguras dompet, yaitu sekitar Rp. 5.000 sampai dengan Rp. 9.000 per liter. Selain itu, pasir ini juga terbilang boros karena nggak bisa dicuci seperti pasir Zeolite. Jadi setelah kucing pup, kotorannya harus segera dibuang. Artinya, semakin sering kucing pup maka semakin banyak pasir yang terbuang. Pasir Bentonite ini juga mudah menempel pada kaki kucing dan bisa membuat rumah jadi kotor.

Jika cat lovers hanya memelihara sedikit kucing di rumah, maka pasir Bentonite merupakan pilihan terbaik yang bisa cat lovers pilih.

Pasir Kristal

pasir-kristal

sumber: https://www.kucinglucu.net/jenis-jenis-pasir-kucing/

Pasir kristal biasanya terbuat dari silica gel yang memiliki dua bentuk, yaitu butiran dan serpihan. Pasir ini lumayan populer di kalangan pecinta kucing karena kemampuan menyerap cairannya sangat luar biasa, sampai 40 kali berat pasirnya! Selain itu, bisa menghilangkan bau kotoran kucing, dan nggak berdebu.

Keunggulan lainnya adalah efisien karena cat lovers hanya perlu membuang kotoran kucing yang keras saja, sedangkan yang bentuknya cair akan terserap dengan sendirinya. Terakhir, pasir ini juga bisa menjaga kebersihan litter box karena mencegah munculnya lumut dan bakteri. Singkatnya, pasir kristal lebih praktis dan efisien, serta cocok untuk cat lovers yang banyak menghabiskan waktu di luar rumah.

Kelemahan pasir ini adalah harganya lebih mahal dibandingkan pasir jenis lain dan jarang ditemui di petshop. Selain itu, pasir ini juga bisa membahayakan kesehatan kucing jika tertelan karena kandungan bahan kimia di dalamnya dan bentuknya tajam.

 

Organic pelet / Wood pelet

Wood Pellet

sumber: https://cf.shopee.co.id/file/d145923deba5b07764fe7876cd76a6ca

Sesuai namanya, pasir ini terbuat dari bahan organik seperti jagung, cemara, gandum, serbuk kayu, kertas, dan lain-lain. Kelebihan utama pasir organik adalah ramah lingkungan, bisa dimanfaatkan sebagai pupuk, dan bisa dibuang ke wc. Selain itu, pasir ini juga punya wangi yang natural dan aman digunakan pada kucing karena ukurannya cukup besar. Semua kelebihan ini, bisa cat lovers dapatkan dengan harga yang relatif murah, sekitar Rp. 50.000 per 20 kg.

Mungkin, satu-satunya kelemahan dari pasir organik adalah bisa menempel pada tubuh kucing karena bentuknya akan berubah menjadi serbuk setelah terkena kotoran kucing. Namun, jika mempertimbangkan kemudahan berbelanja online saat ini, pasir organik menjadi pilihan terbaik bagi cat lovers.

Akhir kata, pasir manapun yang menjadi pilihan cat lovers sebenarnya baik digunakan selama cat lovers mengetahui kelebihan dan kekurangannya serta telaten menjaga kebersihan litter box kucing di rumah. Cukup sekian pembahasan mengenai macam-macam media yang digunakan untuk litter box kucing kali ini. Nantikan artikel selanjutnya dari pakanmaster.com!

Sumber:

https://okdogi.com/jenis-pasir-kucing/

https://m.facebook.com/notes/catorganic-corner/mengenal-jenis-cat-litter/1444227912533325/

https://www.petfinder.com/cats/bringing-a-cat-home/choose-cat-litter/

https://www.cathealth.com/cat-care/accessories/2439-what-is-the-best-type-of-cat-litter

Follow us:
Macam-Macam Pasir Media Litter Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Copyright @pakanmaster.com 2020