Pedigree, Mungkin cat lovers ada yang tahu dan tidak tentang hal ini. Memelihara kucing ras memang hobi yang menyenangkan. Namun tidak sembarangan kucing “berbulu lebat” adalah kucing ras, karena kucing ras sendiri dibagi lagi menjadi dua macam yaitu kucing ras murni dan ras campuran.

Perbedaan keduanya terletak pada garis keturunan atau silsilah keluarganya. Kucing ras murni merupakan anak dari hasil perkawinan antara dua kucing ras murni, sedangkan kucing ras campuran  seperti namanya, merupakan hasil kawin silang antara kucing ras murni dan non-ras.

Kucing ras murni kemudian dibagi lagi menjadi dua macam yaitu kucing “ped” dan kucing “non-ped”. Nah, kali ini kita akan membahas mengenai keduanya selengkap mungkin.

Pedigree
Pedigree

 

sumber: https://pixabay.com/id/photos/kucing-natal-kesayangan-hadiah-1106804/

Apa perbedaan antara kucing ped dengan kucing non-ped?

Kucing “ped” adalah kucing yang telah memiliki sertifikat “pedigree” atau silsilah dari organisasi kucing yang diakui resmi di dalam negeri maupun internasional. Kucing pedigree garis keturunannya jelas dan bisa dipertanggungjawabkan, dengan kata lain kemurnian ras-nya sudah diakui resmi. Sementara itu, kucing “non-ped” adalah kucing ras yang tidak memiliki sertifikat “pedigree” sehingga kemurnian ras-nya masih dipertanyakan.

Selain itu, kucing pedigree juga bisa mengikuti semua kelas yang ada di acara cat show. Sedangkan non-ped hanya bisa mengikuti kelas House Pet atau, jika sudah memenuhi standar ras-nya, bisa juga mengikuti kelas Novice untuk mendapatkan sertifikat Pedigree.

Yang terpenting adalah perbedaan harga antara keduanya. Kucing “pedigree” mempunyai harga yang mahal, antara 15 juta sampai dengan 70 juta (tergantung jenis ras-nya). Sementara kucing “non-ped” harganya antara 500 ribu sampai dengan 5 juta.

 

Apa pentingnya sertifikat pedigree pada kucing?

Selain menjamin kemurnian ras, sertifikat pedigree juga dilakukan sebagai usaha untuk melestarikan suatu ras kucing, dan menghindari terjadinya kawin silang atau campuran. Karena di mata orang awam, sangat sulit membedakan kucing ras murni dengan ras campuran. Ini bukan mengkotak-kotak-an kucing, namun jika kawin silang dilakukan terus menerus maka akan ada saatnya suatu ras kucing menghilang dari bumi (punah).

 

Siapa yang bisa mengeluarkan sertifikat pedigree?

Sertifikat pedigree dikeluarkan oleh organisasi kucing resmi yang sudah diakui baik di dalam negeri maupun internasional. Di Indonesia sendiri, ada tiga organisasi kucing resmi yaitu Indonesian Cat Association (ICA), Cat Fancy Indonesia (CFI), dan Cat Fanciers’ Society of Indonesia (CFSI).

Umumnya, cat lovers tidak perlu memusingkan organisasi mana yang lebih baik karena secara kualitas ketiga organisasi tersebut sudah baik dan diakui dunia internasional. Namun, cat lovers harus mengetahui bahwa organisasi CFI tidak mengeluarkan sertifikat untuk kucing yang induknya berasal dari ICA, dan sebaliknya.

Selain masalah penerbitan sertifikat, baik ICA, CFE, maupun CFSI mempunyai peran yang sangat penting dalam hal penyediaan informasi, pengetahuan teknis, pelatihan dan mewadahi keinginan cat lovers di seluruh Indonesia.

 

Bagaimana cara untuk mendapatkan sertifikat pedigree?

Jika cat lovers ingin mendapatkan sertifikat pedigree, cat lovers harus mendaftarkan diri ke salah satu dari tiga organisasi tadi sebagai breeder lengkap dengan cattery-nya. Breeder adalah istilah untuk menyebut orang yang dengan sengaja membiakkan kucing untuk tujuan tertentu; sedangkan cattery merupakan tempat breeder melakukan pembiakan dan pemeliharaan kucingnya.

Persyaratan untuk menjadi cattery juga terbilang mudah, kok. Umumnya, ada 6 syarat yang harus cat lovers penuhi sebelum mendaftarkan diri menjadi cattery. Berikut ini syarat-syaratnya:

 

  1. Harus benar-benar menyayangi kucing
  2. Mempunyai pengetahuan lengkap mengenai kucing dan perawatannya
  3. Siap bertanggung jawab untuk tidak merusak kucing yang dipeliharanya (dirawat sebaik mungkin dan menjaga kemurnian keturunan kucing)
  4. Tidak melakukan hal-hal yang bisa merugikan pecinta kucing lain dan kucingnya sendiri (memberikan kucing yang sehat dan prima kepada pecinta kucing dan menyiapkan bukti tertulisnya)
  5. Tidak mengambil hak pecinta kucing lain (menyerahkan kucing beserta sertifikat dan surat-suratnya secara lengkap dan asli; tidak menghapus atau menyembunyikan status kucing)
  6. Nama cattery tidak boleh sama dengan cattery lain
  7. Memberikan anak kucing setelah berusia 3 bulan dan mendapatkan vaksinasi yang lengkap

 

Setelah mendaftarkan diri, cat lovers bisa mengeluarkan sertifikat pedigree yang tercatat secara resmi.

Selain menjadi cattery, cat lovers juga bisa membeli kucing lengkap dengan sertifikat dan surat-surat lainnya dari cattery yang telah terdaftar di tiga organisasi kucing di Indonesia.

 

Bagaimana tingkat kesulitan penerbitan sertifikat pedigree dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk sertifikat sampai ke tangan cat lovers?

Penerbitan sertifikat sekarang ini bisa dikategorikan mudah karena sudah ada sistem online-nya, namun dengan catatan cat lovers harus mau mempelajari seluk-beluk dunia kucing ras murni. Artinya cat lovers harus aktif mengikuti berbagai pelatihan yang diberikan oleh organisasi kucing resmi. Waktu yang dibutuhkan untuk pembuatannya pun hanya sekitar satu bulan saja.

 

Bagaimana cara agar kucing “non-ped” bisa menjadi kucing “pedigree”?

Melihat pentingnya sertifikat pedigree untuk keperluan show, komersial, maupun gengsi, cat lovers mungkin bertanya-tanya bagaimana caranya mendapatkan sertifikat “pedigree” untuk kucing “non-ped”?

Dilansir dari website manggalacat.com, caranya bisa dilakukan dengan mengikutsertakan kucing dalam cat show yang digelar oleh ICA, CFA, maupun CFSI. Namun perlu diingat, bahwa non-ped hanya bisa mengikuti cat show kelas House Cat dan Novice saja. Jika cat lovers sedang mengincar sertifikat pedigree untuk kucingnya, sebaiknya ikuti kelas Novice.

Karena kucing “non-ped” yang mendapatkan penilaian “excellent” dari dua juri internasional (Cat Show ICA/CSFI) bisa mendapatkan sertifikat pedigree. Ini tidak mutlak harus cat lovers lakukan, karena pada dasarnya memelihara kucing apapun sama saja; cat lovers harus bertanggung jawab sebaik mungkin untuk menjaga dan merawat kucingnya.

Rasanya, sudah cukup penjelasan mengenai kucing “ped” dan kucing “non-ped” kali ini. Semua informasi dalam artikel ini hanyalah dasar-dasarnya saja dan bersifat umum, untuk tambahan pengetahuan yang lebih jelas bisa menghubungi cattery terdekat.

Nantikan artikel lain tentang kucing hanya di pakanmaster.com!

Follow us:
Kucing Pedigree (Ped) Dan Nonpedigree (Nonped)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Copyright @pakanmaster.com 2020