Mencegah kucing terpapar penyakit berbahaya bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satu yang paling efektif adalah vaksinasi. Vaksin pada dasarnya berguna untuk menstimulasi respon sistem imun tubuh sehingga bisa melindungi kucing dari berbagai macam infeksi.

Vaksinasi tidak bisa dilakukan dengan sembarangan, harus sesuai dengan rekomendasi dokter hewan. Namun alangkah baiknya jika cat lovers juga mengetahui berbagai informasi mengenai vaksinasi. Dalam artikel kali ini kita akan membahas mengenai informasi tersebut. Baca baik-baik agar paham ya!

0_IiFRHkd3dF3WF856

sumber: https://medium.com/@adopsiapp/kucing-lucu-anda-sudah-dapat-vaksin-yang-tepat-yakin-67202bbdf567

 

Jenis-jenis zat yang terkandung dalam vaksin:

Vaksinasi dilakukan dengan menyuntikan vaksin ke dalam tubuh kucing, bisa juga dengan cara diteteskan pada mata atau hidung kucing. Dalam vaksin terkandung zat yang bermanfaat bagi tubuh kucing, dan berikut ini adalah daftar zat tersebut:

 

  • Organisme hidu

Vaksin yang mengandung organisme hidup sangat baik bagi kucing karena organisme tersebut telah dimodifikasi sedemikian rupa agar bisa memperbanyak dirinya dalam waktu yang singkat setelah vaksin diberikan, dengan tujuan meningkatkan kekebalan tubuh kucing.

 

  • Organisme mati:

Vaksin jenis ini mengandung organisme mati yang dikombinasikan dengan bahan kimia lainnya untuk meningkatkan kekebalan tubuh kucing.

 

  • Vaksin rekombinan:

Vaksin rekombinan adalah terobosan terbaru yang menggabungkan dua jenis organisme untuk memproduksi protein penting yang bertugas merangsang respon sistem imun tubuh kucing.

Perlu diingat bahwa tidak semua jenis vaksin bisa digunakan karena belum terbukti dapat meningkatkan kekebalan tubuh kucing secara ilmiah, seperti “vaksin homoeopathic”. Vaksin yang baik adalah vaksin yang telah lulus proses pengetesan keamanan dan keefektifannya sebelum diijinkan digunakan pada kucing. Pengetesan dan pemberian izin ini hanya bisa dilakukan oleh badan atau organisasi yang berwenang saja.

 

Apa saja penyakit yang bisa dicegah dan disembuhkan dengan vaksin?

Tidak semua jenis vaksin bisa ditemukan di mana saja karena terkendala permasalahan lisensi yang belum merata dan juga tidak semua penyakit ada di seluruh dunia. Namun, vaksin untuk penyakit yang sudah mewabah di seluruh dunia sudah diproduksi dalam jumlah yang banyak.

 

Berikut ini daftar penyakitnya:

Feline panleukopenia virus (FPV, feline infectious enteritis; feline parvovirus)

Feline herpesvirus (FHV-1, cat flu)

Feline calicivirus (FCV, cat flu)

Feline leukaemia virus (FeLV)

Rabies

Chlamydophila felis

Bordetella bronchiseptica

 

Vaksin inti dan pendukung

Vaksin, menurut sifat penyakit yang dilawannya terbagi menjadi dua macam, yaitu vaksin inti dan pendukung. Vaksin inti adalah vaksin yang sangat penting untuk kesehatan kucing karena dapat mencegah serta mengobati penyakit yang berbahaya dan mudah menyebar.

Sementara itu, vaksin pendukung adalah vaksin yang hanya diberikan jika kucing sangat rentan terserang penyakit dan sesuai dengan arahan dari dokter. Biasanya, keputusan untuk memberikan vaksin pendukung tergantung pada usia kucing, gaya hidup dan kontak dengan kucing yang lain.

 

Macam-macam vaksin inti

cropped-vaksin-kucing

sumber: https://infobinatang.com/vaksin-kucing/

 

Feline panleukopenia

Feline panleukopenia virus atau feline parvovirus adalah penyebab dari penyakit hemorrhagic gastroenteritis. Penyakit ini sangat berbahaya karena sangat mudah menyebar dan sebagian besar kucing yang terinfeksi biasanya mati.

Vaksin sangat efektif untuk melawan virus ini serta melindungi kucing dari infeksi virusnya. Yang menjadikan penyakit ini berbahaya adalah daya tahan virusnya luar biasa karena dapat bertahan hidup di luar tubuh inangnya (kucing) dalam waktu yang lama. Maka tidak heran jika vaksin menjadi satu-satunya jalan untuk melindungi kucing dari serangan penyakit yang mematikan ini.

 

Feline herpes virus dan feline calicivirus

Feline Herpesvirus (FHV-1) dan Feline Calicivirus (FCV) adalah penyebab utama Saluran Pernafasan Akut (ISPA) pada kucing. Oleh karena itu vaksin untuk kedua penyakit ini selalu dikombinasikan.

Gejala klinis dari kedua penyakit ini beragam tingkat keganasannya, dari mulai ringan sampai dengan parah. Khusus untuk FHV-1, kebanyakan kucing tetap terinfeksi virus meskipun gejala klinisnya sudah menghilang, dan jika dibiarkan maka virus akan berkembang lalu menyebabkan infeksi mata yang berulang juga gejala lainnya.

Virus yang mudah menular dan ada di mana-mana membuat vaksinasi sangat penting untuk dilakukan. Meskipun tidak selalu efektif untuk mencegah infeksinya, namun vaksinasi bisa mengurangi keganasan gejala klinisnya.

 

Rabies

Meskipun umumnya ditemukan pada anjing, namun rabies juga bisa menyerang kucing. Parahnya lagi, kucing juga bisa menularkan virusnya pada manusia. Oleh karena itu sangat direkomendasikan cat lovers memberikan vaksin rabies pada semua kucing yang ada di rumah.

 

Macam-macam Vaksin Pendukung:

 

Feline leukemia virus (FeLV)

FeLV adalah penyakit yang berbahaya dan mudah menyebar melalui sentuhan antar kucing, seperti berkelahi atau berbagi tempat makanan dan litter box. Selain itu, anak kucing juga bisa terinfeksi dari induknya.

FeLV menjadi berbahaya karena dapat menyebabkan berbagai macam masalah pada kucing yang terinfeksi seperti immunosuppression, anemia, dan lymphoma. Masalah ini datang terus menerus sehingga bisa menyebabkan kucing meninggal dunia.

Karena metode penyebarannya melalui sentuhan antar kucing, vaksin sangat penting untuk mencegah penularan terjadi, terutama pada anak kucing. Selain itu, lakukan tes darah pada kucing untuk mengecek keberadaan virus pada tubuhnya. Jika ada kucing yang sudah dikonfirmasi terkena virus ini sebaiknya lakukan isolasi untuk mencegah penyebaran virusnya.

 

Chlamydophila felis

Chlamydophila felis adalah tipe bakteri yang menyebabkan konjungtivitis pada kucing. Kucing yang masih kecil di tempat penampungan sangat mudah terinfeksi dan menyebabkan gangguan pernafasan ringan.

Pemberian antibiotik yang tepat dapat membantu kucing melawan penyakit ini, namun vaksinasi juga bisa bisa menolong dalam keadaan tertentu.

 

Bordetella bronchiseptica

Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri dan menjadi bagian dari penyakit flu kucing. Meskipun jumlahnya kasusnya tidak sebanyak FHV-1 atau FCV, namun jika menyerang kucing yang stress atau berasal dari koloni yang besar bisa menjadi masalah serius. Pada anak kucing, bakteri ini juga dapat menyebabkan pneumonia.

Perawatan dengan antibiotik yang tepat sangat efektif untuk penyakit ini. Artinya vaksin tidak terlalu diperlukan, namun jika ada satu koloni besar kucing yang terinfeksi maka vaksin bisa digunakan untuk mengobatinya.

 

Feline immunodeficiency virus

Vaksin untuk penyakit ini hanya tersedia di beberapa negara saja. Padahal virusnya cukup banyak ditemukan pada kucing yang lebih banyak hidup di luar rumah dan sering bertengkar.

Ada banyak galur berbeda dari virus FIV ini. Efektivitas vaksin pun masih belum jelas sampai sekaran, namun penelitian menunjukan bahwa vaksin mampu melindungi kucing yang beresiko terpapar virus ini.

 

Seberapa sering kucing harus divaksin?

Semua anak kucing harus mendapatkan vaksin inti dan pendukung setidaknya pada saat ia berusia 8-9 minggu. Lalu 3-4 minggu kemudian biasanya anak kucing mendapatkan vaksin keduanya. Untuk pemberian vaksin ketiga, biasanya dilakukan setelah kucing berusia 16-20 minggu. Hal ini dilakukan untuk memastikan anak kucing sudah mendapatkan perlindungan yang maksimal.

Satu tahun kemudian, vaksin pendukung harus diberikan untuk melanjutkan perlindungan pada kucing. Setelah itu, frekuensi pemberian vaksin pendorong cukup 1-3 tahun saja, tergantung vaksin, penyakit, dan resikonya pada setiap kucing.

Untuk kucing yang tinggal di penampungan, umumnya memerlukan vaksinasi tahunan karena mereka sangat beresiko terpapar berbagai macam penyakit.

 

Apa saja efek buruk dari vaksinasi?

Jutaan dosis vaksin diberikan pada kucing setiap tahunnya, untungnya efek buruk yang muncul sangat jarang terjadi. Namun ada beberapa efek samping yang biasa muncul, seperti: lesu dan rasa sakit pada bagian tubuh yang disuntik, muntah, diare, pincang, demam dan gejala infeksi saluran pernafasan.

Efek samping lain yang lebih parah adalah fibrosarcoma, untungnya ini sangat jarang terjadi. Fibrosarcoma adalah sejenis tumor ganas yang berkembang di bagian tubuh yang disuntik. Namun untuk berjaga-jaga, sebaiknya pantau kondisi kucing setelah ia menerima suntik vaksin.

Vaksinasi pada dasarnya adalah prosedur yang sangat amat dan mampu mengurangi dampak beberapa penyakit berbahaya. Namun, seperti tidak ada vaksin yang bebas dari efek samping. Oleh karena itu, sangat penting untuk memilih vaksin mana yang diperlukan kucing cat lovers.

Demikianlah informasi lengkap mengenai vaksinasi pada kucing. Ingat, jangan sembarangan memberikan vaksin pada kucing. Setiap vaksin yang akan diberikan haruslah berdasarkan anjuran dari dokter hewan. Nantikan informasi lain mengenai dunia kucing hanya di pakanmaster.com!

Follow us:
Jenis-Jenis Vaksin Pada Kucing, Manfaat, dan Kegunaannya
Tagged on:         

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Copyright @pakanmaster.com 2020