Penyakit mata pada kucing ada banyak jenisnya, salah satu yang paling sering ditemui adalah mata kucing tertutupi oleh sesuatu yang berwarna putih. Dalam dunia kesehatan kucing, penyakit ini disebut dengan haw syndrome, third eyelid, tertia palpebra atau bilateral protrusion of the third eyelids.

Apa yang dimaksud dengan haw syndrome? Bagaimana cara mengobati dan merawat kucing yang terserang penyakit ini? Apakah penyakit ini bisa membahayakan kesehatan kucing? Jika cat lovers sedang mencari jawaban dari semua pertanyaan itu, silakan baca sampai selesai artikel ini karena kita akan menjawabnya satu per satu.

cat post 1

sumber: https://pixabay.com/id/photos/kucing-hewan-cat-potret-1045782/

 

Third eyelid pada kucing

Sebelum membahas tentang penyakitnya, kita harus mengetahui dulu tentang bagian putih yang menutupi mata kucing atau third eyelid.

Dibandingkan dengan manusia, hewan lebih dekat pada tanah sehingga matanya sangat rawan terkena debu maupun kotoran. Oleh karena itu, dibutuhkan perlindungan ekstra untuk matanya. Third eyelid (membran niktitan) adakah lipatan jaringan yang berada di antara kelopak dan bola mata kucing yang berfungsi melindungi mata dari debu dan kotoran.

Dalam keadaan normal, kita tidak dapat melihat membran ini karena letaknya yang tersembunyi. Saat kucing berkedip pun, third eyelid ini bekerja dengan sangat cepat berbarengan dengan pergerakan kelopak mata kucing. Jika third eyelid jadi terlihat dalam keadaan normal, artinya ada masalah yang terjadi pada mata kucing.

 

Haw syndrome pada kucing dan penyebabnya

Haw Syndrome
Haw Syndrome

sumber: https://themamamiaow.com/kenapa-third-eyelid-muncul-pada-mata-kucing-anda/

Haw syndrome adalah sebutan untuk kondisi di mana third eye menutupi separuh mata kucing. Sampai saat ini, penyebab how syndrome masih belum diketahui secara pasti. Namun, biasanya berhubungan dengan radang perut atau usus. Munculnya third eye mungkin terjadi karena perubahan pada pergerakan saraf mata.

Kucing yang mengalami haw syndrome biasanya masih mempunyai penglihatan yang normal, namun fungsinya berkurang karena sebagian terhalang oleh third eye. Selain itu, kadang-kadang bisa juga disebabkan oleh cacing dan virus bernama Torovirus. Kucing yang mengalami haw syndrome juga biasanya terlihat sehat atau tidak ditemukan penyakit mata yang lain ataupun gejala penyakit dalam tubuh kucing. Jika haw syndrome disebabkan oleh virus, kemungkinan besar virusnya bisa menular pada kucing lain.

Pada dasarnya haw syndrome tidak berbahaya bagi kucing, namun jika dibiarkan begitu saja bisa menyebabkan pembengkakan pada mata sampai dengan kebutaan. Selain itu, haw syndrome juga bisa menjadi tanda-tanda dari penyakit serius yang lainnya. Sebaiknya cat lovers memastikan kondisi kesehatan kucing yang mengalami haw syndrome ke dokter hewan terdekat.

 

Diagnosis

Diagnosis biasanya dilakukan untuk memeriksa gejala klinis dan mengeliminasi penyakit lain dengan cara melakukan pemeriksaan mata dan fisik secara menyeluruh. Selain itu, dokter hewan juga mungkin pemeriksaan fenilefrin dengan meneteskan cairan pada bola mata kucing, jika third eye-nya kembali ke posisi semula dalam 20 menit maka kucing dinyatakan positif menderita haw syndrome.

 

Pengobatan dan perawatan

Kabar baiknya, haw syndrome adalah penyakit atau kelainan yang bisa sembuh dengan sendirinya setelah dua atau tiga minggu. Dengan catatan, kondisi kesehatan dan mental kucing harus tetap terjaga dengan baik.

Namun, jika haw syndrome disertai dengan gejala klinis lain seperti mulut berair maupun menurunnya nafsu makan, sebaiknya segera periksakan ke dokter hewan agar bisa ditangani dengan tepat.

Cat lovers juga bisa melakukan pengobatan dan perawatan untuk mempercepat proses penyembuhan haw syndrome. Namun, perlu diingat bahwa ini tergantung dari penyebab haw syndrome.

Jika penyebabnya cacing, maka cat lovers bisa meminta rekomendasi obat cacing pada dokter hewan. Namun, jika penyebabnya virus, maka cat lovers harus membersihkan sendiri mata kucing dengan menggunakan obat mata khusus untuk kucing. Bisa juga dengan menggunakan kapas yang sudah direndam dengan air hangat, lakukan selama dua kali sehari sampai third eyelid-nya kembali normal.

Jangan mencoba memberikan obat tetes mata untuk manusia, seperti insto dan yang lainnya, pada kucing karena kita tidak tahu apakah kandungannya baik untuk mata kucing atau justru membahayakan. Untuk pencegahan, cat lovers juga bisa membersihkan mata kucing agar kebersihannya terjaga namun jangan terlalu sering. Secukupnya saja ya agar tidak membahayakan juga nantinya.

 

Penyakit lain yang mirip haw syndrome

Selain haw syndrome, ada juga beberapa penyakit yang menyebabkan mata kucing tertutup oleh third eyelid. Berikut ini daftar lengkapnya:

1. Konjungtivitis

Konjungtivitis adalah infeksi okular yang menyebabkan mata kucing tertutup selaput putih (third eyelid). Namun tidak cukup sampai disitu, konjungtivitis juga bisa membuat mata kucing sobek, mengalami lakrimasi, membesar, dan muncul selaput merah.

 

2.Dehidrasi

Kucing yang sangat kehausan akan merasakan dehidrasi. Dehidrasi ini bisa membuat membran niktitan (third eyelid) muncul secara tidak wajar. Jika terjadi seperti ini, maka cat lovers harus segera menolong kucingnya karena bisa berkembang menjadi penyakit yang lebih serius saat dibiarkan.

 

3. Luka

Kucing yang pernah dipukul atau mengalami trauma pada wajah juga akan menunjukan gejala yang sama dengan haw syndrome pada matanya. Namun, ini akan sembuh dengan sendirinya karena third eyelid keluar untuk melindungi mata kucing dari gangguan atau benturan yang tidak disengaja.

 

4. Kemasukan benda asing

Jika mata kucing kemasukan benda asing dengan ukuran lumayan besar seperti batu kerikil maupun kotoran lain, maka selaput third eyelid akan keluar untuk menjalankan tugasnya sebagai pelindung mata kucing.

 

5. Kanker

Kanker pada mata kucing sangat jarang terjadi, namun dalam beberapa kasus kanker juga bisa menyebabkan munculnya selaput putih pada mata kucing.

 

6. Kelainan genetik

Beberapa ras kucing seperti ras burmese juga sangat rentan mengalami haw syndrome karena masalah pada genetiknya.

 

7. Kista dermoid

Kista dermoid adalah penyakit kista yang muncul saat kucing lahir. Seiring bertambahnya usia, penyakit ini tumbuh secara perlahan-lahan. Dan pada beberapa kasus, penyakit ini juga menyebabkan selaput putih menutupi mata kucing.

Dalam ketujuh penyakit di atas, kemunculan selaput putih pada mata kucing adalah sebagai gejala sekunder, bukan yang utama. Oleh karena itu sekali lagi sangat disarankan pada cat lovers untuk memeriksakan kucing ke dokter hewan saat matanya tertutupi oleh selaput putih.

Demikian pembahasan tentang penyakit haw syndrome atau third eyelid pada kucing. Tetap perhatikan kesehatan kucing dan merawatnya dengan penuh kasih sayang, ya! Sampai jumpa lagi di artikel selanjutnya tentang pakanmaster.com!

Follow us:
Haw Syndrome Penyebab Mata Kucing Tertutup Selaput

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Copyright @pakanmaster.com 2020