Ada satu penyakit yang berbahaya bagi kucing yang perlu cat lovers tahu. Namanya adalah Feline Infectious Peritonitis (FIP). Dilansir dari kumparan.com, kucing yang terkena penyakit ini tidak bisa disembuhkan lagi.

Apa yang menjadi penyebab penyakit ini pada kucing? Bagaimana gejala klinis dan perawatan yang bisa diberikan pada kucing? Bagaimana mencegah penyakit ini? Dalam artikel kali ini, kita akan membahas mengenai hal-hal yang berkaitan dengan penyakit Feline Infectious Peritonitis (FIP) pada kucing. Keep reading ya!

FIP
FIP

sumber: http://siluethorisontal.blogspot.com/2016/08/penyakit-mematikan-itu-bernama-fip.html

 

Apa yang menyebabkan Feline Infectious Peritonitis (FIP)

Feline Infectious Peritonitis (FIP) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus corona kucing (FcoV) yang sudah bermutasi. Jadi, ada dua jenis virus corona kucing, yaitu Feline Enteric Coronavirus (FECV) dan Feline Infectious Peritonitis Virus (FIPV). Virus yang paling umum menyerang kucing adalah jenis Feline Enteric Coronavirus (FECV).

Virus ini termasuk jenis virus yang kuat karena mampu bertahan hidup di luar tubuh inangnya selama 6-7 minggu. Oleh karena itu, sangat mudah menyerang kucing. Virus FECV dapat menular melalui jilatan, litter box, tempat makan dan minum kucing, tempat tidur, pakaian kucing, serta dari induk kepada anak-anaknya.

Nah, setelah kucing terkena virus ini, biasanya tidak menunjukan gejala klinis apapun dan terlihat sehat. Namun, dalam beberapa kasus virus FECV bisa bermutasi menjadi virus yang lebih ganas lagi yaitu Feline Infectious Peritonitis Virus (FIPV).

Virus FIP biasanya menginfeksi monosit dan makrofag (bagian dari sistem kekebalan tubuh kucing). Untungnya, virus penyakit FIP ini tidak dapat menular pada kucing yang lain, hanya virus induknya (FECV) saja yang mudah menular. Namun, yang harus diwaspadai adalah virus ini sangat mudah menyerang kucing muda yang berusia 3 bulan sampai 3 tahun dan kucing tua yang berusia di atas 10 tahun.

 

Gejala klinis dan bentuk penyakit Feline Infectious Peritonitis

Umumnya, kucing yang terinfeksi penyakit ini tidak menunjukan gejala klinis meskipun sebenarnya virus tetap berkembang di dalam tubuh. Jadi setelah kontak, virus biasanya berkembang di dalam tenggorokan dan usus halus kucing, kemudian menyebar ke paru-paru, perut, dan seluruh usus.

Meski begitu, ada beberapa gejala klinis yang mirip dengan penyakit lainnya. Oleh karena itu, berdasarkan gejala klinisnya, penyakit FIP ini dapat dibagi menjadi dua bentuk yaitu: tipe kering dan tipe basah.

FIP tipe kering biasanya lebih sulit disadari karena gejala klinisnya mirip dengan penyakit lain. Namun, setelah gejala klinis muncul, perubahan pun berlangsung cepat. Di saat seperti ini virus akan menyeba ke berbagai organ tubuh kucing seperti mata, liver, otak, ginjal dan lain-lain. Berikut ini adalah beberapa gejala klinis dari penyakit FIP tipe kering:

  • Peradangan mata
  • Peradangan otak
  • Penurunan berat badan
  • Nafsu makan berkurang
  • Lemah
  • Bulu kusam
  • Mata berair
  • Gemetaran
  • Sempoyongan

Sementara itu, untuk tipe basah, ciri-ciri yang menonjol adalah terdapat timbunan cairan di dalam rongga perut dan dada kucing yang menyebabkan kucing terlihat gendut serta kesulitan bernafas. Gejala lainnya sama seperti yang ditemukan pada tipe kering.

Tipe penyakit yang muncul ini sangat bergantung pada reaksi kekebalan tubuh kucing. Jika kekebalan tubuhnya bisa bereaksi cepat maka yang muncul adalah tipe kering, sebaliknya jika reaksinya lambat maka tipe basah yang muncul.

 

Diagnosa penyakit FIP

Untuk mendiagnosa penyakit FIP, dokter hewan biasanya melakukan beberapa hal:

  • Melihat gejala klinis yang muncul
  • Mengecek riwayat penyakit
  • Melakukan pemeriksaan fisik dan laboratorium
  • USG
  • Biopsi (untuk tipe kering)
  • PCR (untuk tipe basah)

Pengobatan dan perawatan untuk kucing yang terserang penyakit Feline Infectious Peritonitis (FIP)

fatcatsleeping

sumber: http://ceritakekucing.blogspot.com/2016/01/5-penyakit-utama-kucing.html

Seperti penyakit lain yang disebabkan oleh virus, sampai saat ini belum ditemukan pengobatan yang efektif untuk menyembuhkan kucing. Biasanya, pengobatan yang diberikan berupa pengobatan yang sifatnya mengurangi gejala dan rasa sakit kucing. Umumnya, kucing yang terinfeksi virus FIP bisa bertahan hidup selama 1 minggu sampai 1 tahun tergantung kekebalan tubuh dan tingkat keganasan penyakitnya.

Misalnya dengan memberikan nutrisi yang cukup serta obat-obatan untuk meredakan efek peradangan agar kucing tidak terlalu merasa sakit. Selain itu, bisa juga diberikan antibiotik untuk mencegah munculnya infeksi sekunder. Ada juga terapi cairan dengan pemberian infus untuk mengganti cairan yang hilang dari tubuh kucing. Untuk tipe basah, bisa juga dilakukan pengeluaran cairan yang ada di rongga perut maupun dada.

Dengan tidak adanya obat-obatan yang mampu menyembuhkan penyakitnya secara langsung, maka langkah terbaik adalah dengan mencegah kucing terserang virus FIP ini. Untuk pencegahan cat lovers bisa melakukan berbagai cara seperti:

  • Menjaga kebersihan kandang
  • Menjaga kebersihan peralatan kucing
  • Membersihkan kandang dan peralatannya menggunakan deterjen atau desinfektan
  • Memberikan nutrisi yang cukup
  • Memastikan kucing sehat saat mengadopsi
  • Serta memberikan vaksin karena sampai saat ini, diketahui hanya vaksin saja yang mampu mencegah kucing terserang virus FIP ini. Cat lovers bisa memberikan vaksin ketika kucing sudah berusia 16 minggu.

Itulah pembahasan mengenai penyakit Feline Infectious Peritonitis (FIP) pada kucing. Cat lovers sebaiknya terus merawat kucing dengan baik, memberikan nutrisi yang cukup, serta menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan kucing. Karena tubuh dan lingkungan yang kotor dapat menimbulkan banyak penyakit pada kucing.

Tunggu artikel selanjutnya mengenai dunia kucing hanya di pakanmaster.com!

Follow us:
FIP (Feline Infectious Peritonitis) Pada Kucing

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Copyright @pakanmaster.com 2020