Diabetes adalah penyakit berbahaya yang banyak ditemukan pada kucing. Menurut data dari Banfield Pet Hospital, pada tahun 2015 ditemukan 67,6 kasus diabetes dari 10.000 populasi kucing di Amerika. Angka ini jauh lebih besar daripada data diabetes pada anjing yang “hanya” 23,6 kasus per 10.000 populasi. Artinya, kucing lebih rawan terkena diabetes daripada anjing.

Cat lovers sebaiknya waspada terhadap penyakit ini, meski mudah dikontrol namun jika nggak dibarengi dengan penanganan yang serius, penyakit ini dapat menyebabkan kematian. Untuk itu, kali ini kita akan membahas penyakit diabetes pada kucing.

sumber: https://9b16f79ca967fd0708d1-2713572fef44aa49ec323e813b06d2d9.ssl.cf2.rackcdn.com/1140x_a10-7_cTC/PetPoints0128-1520799516.jpg

Apa yang dimaksud diabetes?

Diabetes melilitus pada kucing adalah keadaan di mana tubuh kucing kesulitan untuk mengatur dan memanfaatkan gula darah (glukosa) secara efektif. Akibatnya jumlah glukosa dalam darah kucing meningkat.

Karena itu kucing yang mengidap diabetes mempunyai dua kekurangan dalam tubuhnya: pertama nggak bisa memproduksi insulin—dikenal juga dengan istilah diabetes tipe 1—dan kedua sel-sel dalam tubuhnya nggak bisa merespon insulin dengan baik—diabetes tipe 2.

Insulin adalah hormon yang bertugas mengambil gula darah (glukosa) untuk disimpan lalu kemudian diubah menjadi beberapa bentuk. Tanpa insulin dalam darah, tubuh kucing akan kekurangan gula yang memicu tubuhnya memproduksi lebih banyak gula untuk memenuhi kebutuhannya.

Sampai saat ini belum diketahui dengan pasti apa yang menyebabkan diabetes pada kucing, namun kucing yang mengalami obesitas atau berumur lebih dari 8 tahun sangat rawan terkena diabetes.

Apa gejala-gejala yang muncul pada kucing pengidap diabetes?

Ada beberapa gejala umum pada kucing yang mengidap diabetes yang dapat cat lovers kenali dengan mudah, di antaranya:

  • Rasa haus berlebihan yang membuat kucing jadi lebih sering minum
  • Frekuensi buang air kecil (kencing) meningkat
  • Peningkatan nafsu makan yang disertai penurunan berat badan
  • Saat berjalan bagian kaki belakangnya menyentuh tanah
  • Kehilangan minat dan kemampuan untuk melompat
  • Muntah-muntah
  • lesu

Perlu cat lovers ingat, gejala-gejala di atas hanya indikasi awal atau peringatan dini yang bisa cat lovers lihat secara kasat mata pada kucing. Namun untuk hasil yang lebih akurat, lebih baik hubungi dokter hewan terdekat jika cat lovers melihat gejala-gejala tersebut muncul pada kucing di rumah.

Bagaimana cara mendiagnosa diabetes pada kucing?

Diagnosa diabetes pada kucing biasanya dilakukan dengan tes sampel darah untuk menganalisa peningkatan level glukosa; dan pengecekan cairan urin untuk menganalisa kandungan glukosa di dalamnya.

Setelah itu, ada lagi tes yang harus dilakukan untuk memastikan apakah glukosa dalam darah telah meningkat untuk waktu yang lama atau hanya disebabkan oleh stres saja. Tes ini mengukur level fructosamine, sebuah protein yang membawa glukosa dan dapat “memberi tahu” dokter hewan apa saja yang ada dalam darah kucing selama satu sampai dua minggu sebelumnya.

Komplikasi pada kucing yang mengidap diabetes

Diabetes dapat didiagnosa dan dikontrol dengan mudah, namun jika dibiarkan begitu saja dapat berujung pada komplikasi yang membahayakan bagi kucing. Beberapa ini adalah beberapa penyakit yang mungkin muncul bersamaan dengan diabetes (komplikasi):

Diabetic Ketoacidosis (DKA): ini adalah penyakit yang menyerang kucing pengidap diabetes karena tubuh mereka bergantung pada pembakaran lemak untuk menghasilkan energi dalam waktu yang lama. Hal ini dilakukan karena glukosa—si pemilik tugas yang sebenarnya—terganggu fungsinya. Jika sudah sampai pada tahap ini, fungsi normal tubuh akan menurun secara perlahan-lahan.

Hyperglycemic Hyperosmolar Nonketotic (HHNK) Syndrome: Ini adalah keadaan dimana kadar gula darah dalam tubuh meningkat pesat. Ini menyebabkan kucing jadi lebih sering kencing meskipun jarang minum. Yang terjadi selanjutnya adalah terganggunya keseimbangan pada darah dan jaringan di dalam tubuh kucing.

Hypoglycemia (gula darah rendah): Ini adalah keadaan di mana kadar gula dalam darah turun dalam jumlah tertentu sehingga menyebabkan kerusakan otak, koma, sampai kematian.

Urinary Tract Infection: Kucing yang mengidap diabetes terdapat glukosa dalam cairan urinnya, ini menyebabkan resiko penginfeksian sistem urin oleh bakteri jadi lebih tinggi. Penyakit Urinari Tract Infection biasanya sulit dihilangkan. Meskipun bisa, kemungkinan besar akan muncul kembali di kemudian hari. Jika hal ini terjadi maka diabetes jadi lebih sulit disembuhkan, karena semakin banyak kadar glukosa dalam urin berarti semakin besar infeksi sistem urin.

Hipertensi: Kucing yang mengidap diabetes juga beresiko terkena tekanan darah tinggi (hipertensi) yang dapat menyebabkan kerusakan organ-organ dalam seperti otak, ginjal dan mata.

Pengobatan dan perawatan kucing yang mengidap diabetes

Terapi Insulin

Ada berbagai macam pengobatan dan perawatan untuk kucing yang mengidap diabetes, namun yang paling utama adalah terapi insulin. Selama masa terapi, insulin disuntikan ke dalam tubuh kucing sebanyak dua kali dalam satu hari.

Glargine (Lantus) Insulin: Insulin jenis ini biasanya direkomendasikan pada kucing yang baru mulai proses diagnosis dan masih belum dipastikan mengidap diabetes. Menurut resources.bestfriends.org, jika kucing sudah mulai melakukan terapi Lantus insulin, maka kemungkinan sembuhnya sangat besar. Hanya saja, harga terapi ini cukup mahal namun sepadan dengan kesempatan sembuhnya. Jenis-jenis insulin lainnya adalah NPH, Novlin N, Vetsulin, dan PZI (ProZinc).

Obat khusus diabetes untuk kucing

Obat diabetes khusus kucing seperti Glipzide, dapat digunakan untuk mengobati diabetes. Namun, kebanyakan dokter hewan lebih memilih menggunakan metode terapi insulin. Hal ini karena penggunaan obat khusus belum terlalu efektif untuk kucing, selain itu menyuntikan insulin pada kucing juga lebih mudah dilakukan dibanding memberikannya obat.

Perubahan pola diet

Perubahan pola diet menjadi pilihan utama dokter hewan untuk mengobati diabetes selain terapi insulin. Dalam metode ini kucing diberikan protein yang tinggi serta karbohidrat rendah untuk membuat insulin bekerja lebih baik, serta menurunkan berat badan kucing. Ketika masa diet dilakukan, makanan kaleng lebih dianjurkan daripada makanan kering.

Dalam pengobatan diabetes, penurunan berat badan adalah prioritas utama. Oleh karena itu, makanan yang diberikan pada kucing harus dipilih dengan hati-hati. Selain itu bisa juga menambahkan program latihan seperti jalan-jalan, mengajak kucing bermain dengan mainannya, atau mendorong kucing “memburu” makanannya.

Selain tiga metode pengobatan di atas, ada beberapa metode lagi yang bisa dilakukan. Namun perlu diingat, cat lovers nggak bisa sembarangan memberikan obat, semuanya harus berdasarkan rekomendasi dari dokter.

Apa yang harus dilakukan untuk mencegah diabetes pada kucing?

Ada beberapa cara yang bisa cat lovers coba untuk mencegah kucing terkena diabetes, yaitu:

Menjaga kondisi ideal tubuh kucing sesuai dengan arahan dari dokter. Lalu beri makanan yang tepat dan sehat, disarankan memberikan makanan kaleng dengan protein tinggi serta rendah karbohidrat untuk mencegah obesitas. Luangkan waktu untuk bermain dengan kucing agar kucing jadi nggak mudah stres dan mencegah obesitas. Terakhir, lakukan pemeriksaan rutin untuk mengecek kondisi kesehatan kucing seperti tes sampel darah dan cairan urin.

Nah, demikian pembahasan mengenai penyakit diabetes pada kucing kali ini. Semoga dapat membantu cat lovers merawat dan menjaga kesehatan kucing di rumah sehingga terhindar dari penyakit diabetes.

Sumber:

https://www.banfield.com/Banfield/media/PDF/Downloads/soph/Banfield-State-of-Pet-Health-Report-2016.pdf

https://www.preventivevet.com/cats/your-cat-and-diabetes-everything-you-need-to-know

https://pets.webmd.com/cats/guide/feeding-tips-for-a-cat-with-diabetes#:~:text=Although%20the%20exact%20cause%20of,more%20common%20in%20older%20cats.

https://www.pethealthnetwork.com/cat-health/cat-diseases-conditions-a-z/managing-treatment-diabetes-mellitus-your-cat

https://resources.bestfriends.org/article/cat-diabetes-causes-signs-diagnosis-treatment

Follow us:
Penyakit diabetes pada kucing
Tagged on:         

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Copyright @pakanmaster.com 2020