Setelah mengulas penyakit yang menyerang fisik kucing, kali ini kita akan membahas mengenai penyakit yang mengganggu kondisi mental kucing, yaitu depresi. Cat lovers harus berhati-hati soal depresi ini karena efeknya nggak main-main, bisa mengganggu kebiasaan kucing dan jika dibiarkan begitu saja bisa berakibat buruk bagi kesehatannya.

Depresi pada kucing itu nyata adanya. Seperti manusia, kucing juga membutuhkan kasih sayang agar kondisi mentalnya tetap baik. Dilansir dari bbc.com, sebuah studi yang dilakukan oleh tim dari La Trobe University di Melboune Australia mengungkapkan bahwa kucing dengan tingkat stress yang tinggi hampir menekan semua kebiasaan normalnya dan dapat meringkuk di satu tempat selama berjam-jam.

Untuk menambah pengatahuan cat lovers, silakan simak pembahasan berikut ini.

Kucing Depresi
Kucing Depresi

sumber: https://pixabay.com/id/photos/kucing-kucing-sedih-putih-hitam-2312317/

Apa itu depresi pada kucing?

Depresi pada kucing maupun manusia disebabkan oleh menghilangnya perasaan bahagia. Kucing yang depresi biasanya mengubah sikap dan kebiasaannya. Jadi jika kucing cat lovers sering berlarian di dalam rumah lalu tiba-tiba duduk terus sepanjang hari, berarti ada sesuatu yang terjadi padanya, mungkin kesehatan fisik atau mentalnya terganggu. Segera hubungi dokter hewan terdekat untuk memastikannya.

Gejala-gejala umum depresi pada kucing

Ada banyak gejala umum dari kucing yang merasa depresi, dan sebagian besarnya dapat dilihat secara langsung. Berikut ini adalah beberapa gejala tersebut:

Perubahan suara

Perubahan suara pada kucing bisa menjadi tanda kondisi mentalnya sedang terganggu. Biasanya kucing yang sedang depresi mengeluarkan suara yang nggak terlalu keras dan mengeong lebih panjang. Kemudian jika biasanya ia “cerewet” lalu tiba-tiba jadi pendiam, kemungkinan besar ia sedang merasa depresi.

Bahasa tubuh kucing

Kucing sering berkomunikasi dengan manusia menggunakan bahasa tubuh seperti kedipan mata, menggesek-gesekan badan pada kaki atau tangan manusia. Oleh karena itu, bahasa tubuh juga bisa menunjukan kesedihan dan stress yang mereka derita. Misalnya telinga yang menutup terus-menerus, melipat ekor, bulu-bulunya menegang, dan masih banyak yang lainnya.

Perubahan sikap kucing

Selain menjadi lebih agresif atau pendiam, perubahan pada sikap kucing juga bisa dilihat dari kebiasaannya saat beraktivitas. Misalnya saat bermain, kucing hanya bersembunyi di bawah kuris atau lemari dan kehilangan minat untuk bermain. Atau kucing jadi lebih waspada dan takut saat berada di dekat orang asing.

Perubahan pada pola tidur kucing

Normalnya, kucing bisa tidur selama 12-16 jam sehari. Jika kucing sedang merasa depresi, jam tidurnya jadi lebih lama lagi. Beberapa kucing juga bisa tidur di tempat lain selain tempat tidurnya.

Perubahan pada pola makan

Kucing yang merasa depresi pola makannya bisa tiba-tiba berubah. Ia bisa menjadi malas makan atau kehilangan minat pada makanan favoritnya sendiri.

Selain itu gejala seperti tiba-tiba nggak mau menyambut kedatangan pemiliknya, nggak mau diajak main, atau berat badan menurun juga bisa menjadi tanda kucing sedang depresi.

Meski cukup banyak jumlahnya, namun semua gejala di atas sifatnya masih umum, artinya dapat ditemukan juga pada penyakit-penyakit lainnya. Oleh karena itu, kepekaan cat lovers pada kebiasaan kucing menjadi kunci untuk menentukan tindakan selanjutnya.

Kucing depresi 2
Kucing depresi 2

sumber: https://pixabay.com/id/photos/kucing-patah-hati-liar-bersantai-5156394/

Penyebab kucing merasa depresi

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan depresi pada kucing, dan semua itu sangat tergantung pada keadaan tempat tinggalnya. Namun secara umum, penyabab depresi pada kucing dapat dikategorikan menjadi tiga, yaitu:

1.Sakit

Sakit di sini bisa berarti sakit mental maupun fisik. Kucing yang sedang menderita penyakit parah seperti FIV, diabetes, atau hipertiroidism rawan untuk merasa sedih, stress bahkan frustasi. Kucing, layaknya manusia, juga bisa merasa frustasi jika penyakit yang dideritanya nggak kunjung sembuh untuk waktu lama. Hal ini bisa membuatnya menjadi lebih banyak diam atau mengganggu pola makan.

2.Cedera fisik

Selain penyakit berbahaya, cedera fisik juga bisa membuat kucing merasa depresi karena nggak bisa melakukan hal-hal yang mereka sukai seperti berlari, bermain, atau memanjat pohon. Untuk mencegah hal ini terjadi, sebaiknya segera hubungi dokter hewan agar cederanya bisa diobati secepatnya.

3.Kehilangan pasangan, teman, atau pemiliknya

Saat kehilangan pasangan, teman, atau pemiliknya kucing merasakan kesedihan yang sangat dalam, kemudian bisa berubah menjadi depresi. Hal ini sudah sangat sering terjadi. Untungnya, hanya sementara saja karena seiring waktu berjalan kucing akan terbiasa dengan keadaannya. Meski ada obat-obatan medis yang bisa membantu kucing merasa lebih baik, namun tetap saja waktu adalah obat yang terbaik baginya.

Sebisa mungkin jangan membawa teman, atau pasangan yang baru sebelum perasaan sedih kucingnya hilang ya cat lovers.

Kucing depresi 3
Kucing depresi 3

sumber: https://pixabay.com/id/photos/musim-gugur-september-1-kesedihan-2703940/

Pengobatan atau perawatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi depresi pada kucing

Depresi adalah penyakit yang menyerang kondisi mental kucing, maka diperlukan pengobatan dan perawatan khusus. Tujuan utama dari pengobatan depresi pada kucing ialah untuk mengembalikan kesehatan mentalnya. Ada beberapa cara yang bisa cat lovers lakukan sendiri di rumah, di antaranya: mempertahankan rutinitas kegiatannya, menghibur kucing, dan memberikan pengobatan medis.

1.Mempertahankan rutinitas kegiatan kucingnya

Kucing nggak menyukai sesuatu yang nggak pasti, acak-acakan, dan nggak terjadwal dengan baik. Oleh karena itu, penting untuk mempertahankan rutinitas kegiatannya sehari-hari karena dapat menentramkan hatinya dan membuat ia merasa diperhatikan oleh pemiliknya.

Jika cat lovers biasa memberinya makan pukul tujuh pagi, lalu memandikannya tepat pukul sebelas siang, dan tidur bersamanya di malam hari, maka semua kegiatan tersebut harus dilakukan terus-menerus. Kenapa begitu? Karena kucing bisa stress jika cat lovers tiba-tiba mengubah rutinitasnya.

2.Berikan hiburan pada kucing

Seperti manusia, kucing juga bisa stress jika merasa bosan untuk waktu yang lama. Untuk mencegah dan mengobatinya, cat lovers harus menyisihkan waktu agar dapat memberikannya hiburan.

Cat lovers bisa mengajaknya bermain, melatihnya berburu makanan, menyediakan tempat bermain khusus, atau mengajaknya jalan-jalan di sore hari. Kegiatan seperti ini membuat kucing merasa senang dan bisa mengurangi stress.

3.Berikan obat anti-depresi

Jika kucing masih terlihat sedih meski cat lovers sudah berusaha membuatnya senang, sebaiknya hubungi dokter hewan terdekat untuk berkonsultasi tentang obat anti-depresi yang bisa diberikan padanya. Sebisa mungkin hindari memberikan obat-obatan tanpa arahan dari dokter demi mencegah hal-hal yang nggak diinginkan.

Ingat, depresi pada kucing itu nyata. Jadi cat lovers wajib memperhatikan perubahan-perubahan pada sikap dan kebiasaannya, serta menjaga mood kucing tetap baik setiap hari. Karena depresi bisa menjadi sumber dari berbagai macam penyakit lainnya.

Selain itu, menghabiskan waktu bersama kucing juga bisa membuat cat lovers merasa bahagia. Jika diperlukan, jangan segan mengeluarkan sedikit uang untuk membeli mainan bagi kucing.

Demikian pembahasan mengenai depresi pada kucing, sampai jumpa di artikel selanjutnya!

sumber:

https://www.thesprucepets.com/is-your-cat-sad-553922

https://petcube.com/blog/cat-depression/amp/

https://www.bbc.com/indonesia/vert_earth/2015/09/150911_vert_earth_kucingstres

Follow us:
Depresi Pada Kucing

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Copyright @pakanmaster.com 2020