Salah satu penyakit yang banyak menyerang kucing adalah Feline Calicivirus (FCV), salah satu penyakit flu kucing yang yang disebabkan oleh virus. Flu jenis FCV ini bervariasi tingkat keganasannya, yang paling parah dapat menyebabkan kematian pada kucing.

Sekarang kita akan membahas mengenai Feline Calicivirus karena ternyata banyak yang cat lovers harus ketahui tentang virus ini, termasuk cara pencegahan dan pengobatannya. Yuk mari langsung ke pembahasannya!

 

Apa itu Feline Celicivius (FCV)?

Feline Calicivirus (selanjutnya ditulis FCV) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dari famili caliciviridae. Virus dari famili ini dapat menginfeksi macam-macam hewan bertulang belakang (vertebrata) termasuk kelinci, hewan ternak, reptil, burung dan amfibi.

Virus ini bentuknya sangat kecil dan mudah menempel ke berbagai macam tempat seperti lantai, tempat tidur, makanan kucing, air minum, bahkan baju atau tangan manusia yang tidak steril. Virusnya juga termasuk kuat karena dapat bertahan selama satu bulan di permukaan benda yang ia tempati. Ia juga bisa dengan mudah masuk ke mata, hidung, dan mulut kucing.

Dengan karakteristik seperti itu, maka penyebaran FCV bisa terjadi dengan sangat cepat. Ditambah lagi, masa inkubasinya tergolong cepat, yaitu sekitar 2 sampai 14 hari saja. Namun, pada beberapa kasus, ada juga kucing yang menjadi carrier tanpa gejala dan menyebarkan virusnya pada kucing lain.

04-03-FCV-calici-virulent-systemic-disease-skin-lesions-©Tim-Gruffydd-Jones-1024x675sumber: http://www.abcdcatsvets.org/feline-calicivirus-infection-2012-edition/

Setelah masa inkubasi, virus awalnya menginfeksi lapisan belakang mulut kucing lalu memperbanyak dirinya. Kemudian ia menyebar ke organ lain melalui aliran darah. Selain lapisan belakang mulut, virus juga menginfeksi jaringan-jaringan yang ada di dalam paru-paru. Kesimpulannya, pengetahuan mengenai penyakit ini sangat diperlukan demi mencegah penyebaran dalam jumlah besar (outbreak).

 

Macam-macam gejala klinis infeksi FCV

Ada banyak macam gejala klinis yang ditemukan pada penyakit FCV, namun pada dasarnya dapat dikategorikan menjadi empat macam:

 

1. Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA)

ISPA adalah gejala klinis yang paling sering ditemukan pada kucing yang terinfeksi FCV. Biasanya ISPA juga disertai dengan tanda-tanda lain yang bisa berlangsung sampai dengan beberapa minggu, tergantung tingkat keparahannya. Berikut ini daftar lengkapnya:

  • bersin-bersin
  • keluar cairan dari hidung dan mata
  • konjungtivitis
  • ulserasi lidah
  • lesu
  • demam

Untungnya, dilansir dari phdbvet.com, gejala ISPA termasuk yang paling ringan dengan tingkat kesembuhan tinggi, yaitu sekitar 90%.

2. Radang Gusi dan Stomatitis

Cat gingivitis Nov 11 calici swabsumber: https://www.misstyameyo.com/2016/01/menyembuhkan-sakit-calicivirus-pada.html

Radang gusi kronis merupakan penyakit yang umum pada kucing, penyebabnya pun belum diketahui dengan pasti sampai sekarang. Dan FCV adalah salah satu dari banyak penyebab radang gusi pada kucing. Meski begitu, sebaiknya jangan terburu-buru menyimpulkan bahwa kucing yang menderita radang gusi sedang terinfeksi FCV.

Dilansir dari phdbvet.com, radang gusi memiliki tingkat keganasan yang menengah dengan tingkat kematian sekitar 50%.

 

3. Sindrom Limping (pincang)

IMG_20151225_121700sumber: https://www.misstyameyo.com/2016/01/menyembuhkan-sakit-calicivirus-pada.html

Terkadang, infeksi FCV bisa menyebabkan kucing jadi pincang karena menderita radang sendi, khususnya pada anak kucing. Untungnya ini hanya sementara saja, biasanya berlangsung selama beberapa hari, akan tetapi anak kucing akan merasa sangat kesakitan karena radang sendi ini.

 

4.Virulent Systemic FCV

Dalam beberapa kasus, FCV juga bisa menyebabkan strain patogen yang dikenal dengan nama vsFCV. Mutasi virus memungkinkan infeksi untuk dibentuk dalam beberapa organ dan sel-sel di pembuluh darah. Jika ini terjadi maka bisa memicu penyakit yang lain seperti pneumonia, hepatitis, pankreatitis, pembengkakan kulit, koreng, dan pendarahan dari hidung atau usus. Kabar baiknya adalah kasus seperti ini sangat jarang ditemukan, namun sifatnya cukup ganas karena 60% lebih kucing yang menderita vsFCV dikabarkan mati.

 

Diagnosa penyakit FCV pada kucing

Dalam banyak kasus, diagnosa spesifik dari infeksi FCV tidak diperlukan sama sekali. Keempat gejala klinis di atas dapat dijadikan diagnosa awal. Namun jika diagnosa spesifik diperlukan, sebaiknya hubungi dokter hewan terdekat dan minta dilakukan tes swab pada hidung atau darah kucing, atau bisa juga diperiksa menggunakan teknik PCR.

 

Pengobatan dan perawatan kucing yang terinfeksi FCV

Infeksi FCV biasanya menjadi lebih kompleks karena adanya infeksi dari bakteri lain, maka perawatan tambahan dengan antibiotik sangat diperlukan. Perawatan yang baik sangat krusial, namun dalam beberapa kasus, kucing mungkin harus dibawa ke rumah sakit untuk terapi cairan intravena dan mendapatkan nutrisi pendukung yang dibutuhkan. Inhalasi uap atau nebulisasi juga dapat membantu jika hidung kucing tersumbat sangat parah dan menyebabkan gangguan pada penciumannya.

Ada juga beberapa terapi yang bisa dilakukan untuk mengobati FCV, yaitu:

  • Menjaga cairan tubuh dengan memberikan terapi cairan (infus)
  • Hummadity airways dengan menggunakan nebulizer
  • Antibiotik spektrum luas untuk mencegah infeksi sekunder
  • Analgesic, dan antiinflamasi, jika diperlukan saja karena dapat menimbulkan efek samping
  • Antivirus interferon alpha, namun tidak terlalu disarankan karena efektivitasnya masih rendah
  • Immunostimulant untuk peningkat daya tahan dan dapat juga dibantu dengan memberikan vitamin C melalui jalur intravena

Jika cat lovers memiliki banyak kucing di rumah, kemudian salah satunya ada yang menunjukan gejala klinis maka ia harus segera diisolasi. Disarankan juga untuk menjaga kebersihan dengan cara menyemprotkan cairan desinfektan, menggunakan wadah makanan dan litter box yang berbeda-beda untuk setiap kucing, serta rajin-rajin mencuci tangan.

 

Vaksinasi

Vaksin FCV sangat penting untuk diberikan pada semua kucing. Sebaiknya berikan dua atau tiga suntik vaksin pada anak kucing berusia 8 minggu, kemudian berikan vaksin penguat dari usia 1 sampai 3 tahun.

Pemberian vaksin memang tidak selalu mencegah infeksi FCV pada kucing, namun ini dapat mengurangi tingkat keparahan gejala klinisnya. Sampai saat ini masih sangat sulit untuk menciptakan vaksin yang melindungi kucing dari FCV dan gejala klinisnya. Jadi sebisa mungkin jangan sampai lupa memberikan vaksin pada anak kucing, ya!

Jika melihat karakteristik virus, gejala, dan tingkat keganasannya, FCV bukanlah penyakit yang bisa dibiarkan begitu saja. Artinya, jika cat lovers menemukan kucing di rumah ada yang menunjukan gejala klinis FCV segera bawa ke dokter hewan terdekat agar bisa dilakukan tindakan pencegahan lanjutan seperti mengisolasinya dari kucing yang lain atau menyiapkan wadah makanan yang berbeda-beda.

Cukup sekian dulu pembahasan tentang Feline Calicivirus kali ini, semoga bisa menambah pengetahuan cat lovers sehingga bisa lebih waspada pada penyakitnya. Tetap kunjungi pakanmaster.com untuk informasi mengenai dunia kucing yang lainnya!

 

Sumber:

https://icatcare.org/advice/feline-calicivirus-fcv-infection/

http://pdhbvet.com/feline-calicivirus/

https://www.vet.cornell.edu/departments-centers-and-institutes/baker-institute/our-research/animal-health-articles-and-helpful-links/feline-calicivirus

Follow us:
Feline Calici Virus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Copyright @pakanmaster.com 2020