15 Tanda Kucing Mendekati Ajalnya

Setiap makhluk yang bernyawa pasti akan mati suatu saat nanti, termasuk kucing kesayangan cat lovers. Kematian memang rahasia Tuhan Yang Maha Esa, namun normalnya kematian datang saat usia kucing sudah tua. Terlepas dari kematian yang disebabkan oleh penyakit, ada tanda-tanda yang terlihat pada tubuh maupun perilaku kucing saat waktu kematiannya sudah dekat.

Dalam artikel ini, kita akan membahas tanda-tanda kematian pada kucing. Perlu diingat bahwa tanda kematian kucing berbeda-beda. Berikut ini adalah beberapa tanda umum yang banyak ditemukan pada kucing.

cat-590684

sumber: https://pixabay.com/id/photos/kucing-sedang-tidur-taman-590684/

 

Tanda-tanda kematian pada kucing

 

1. Detak jantung melemah

Tanda kematian pada kucing yang pertama adalah jantung melemah. Normalnya, detak jantung kucing sekitar 140 sampai dengan 220 detakan per menit, namun ketika sakit atau kondisinya menurun detak jantungnya pun ikut melemah.

Jika kucing cat lovers sudah mulai terlihat lemah, bisa coba dicek detak jantungnya dengan cara meletakkan tangan di belakang kaki depan bagian kiri kucing. Setelah terasa detak jantungnya, cat lovers bisa menghitungnya setiap satu menitnya.

 

2. Nafas tidak beraturan

Dalam kondisi yang sehat, kucing bernafas sebanyak 20 sampai 30 kali per menit. Ketika jantung kucing melemah, paru-parunya pun ikut melemah sehingga hanya mampu memompa sedikit oksigen ke aliran darah.

Jika paru-paru sudah kesulitan memompa oksigen, biasanya nafas kucing jadi lebih cepat lalu kemudian berubah menjadi pelan dan sedikit kesulitan karena terdapat cairan dalam paru-parunya. Untuk memastikan nafas kucing cat lovers, bisa dilakukan dengan cara duduk di dekat kucing lalu perhatikan nafasnya.

 

3. Suhu tubuh menurun

Umumnya suhu tubuh kucing berada pada 37 sampai 39 derajat celcius. Saat menjelang kematiannya, suhu tubuh ini menurun jadi lebih rendah. Selain itu, ketika jantungnya melemah suhu tubuh pun ikut menurun sampai di bawah 37 derajat celcius.

Untuk mengecek suhu tubuh kucing, cat lovers bisa menggunakan termometer, kemudian simpan di telinganya. Namun jika tidak ada thermometer, cat lovers bisa mengecek suhu telapak kaki kucing. Jika terasa dingin, maka jantungnya sudah mulai melemah.

 

4. Nafsu makan dan minum hilang

Nafsu makan dan minum hilang adalah tanda yang paling banyak ditemukan pada kucing yang akan menemui waktu kematiannya. Jika cat lovers menemukan makanan dan minuman yang masih utuh di wadahnya, maka perlu diwaspadai.

Selain itu, kucing juga mulai menunjukan tanda fisik lain seperti berat badan berkurang, kulit mengendur dan mata berubah jadi cekung.

 

5. Tidak bisa mencerna makanan dengan baik

Ketika menjelang kematiannya, tubuh kucing sudah mulai melemah. Keadaan ini kemudian menyebabkan kucing kehilangan kemampuan untuk mencerna makanan dengan baik. Jika sudah seperti ini maka solusi yang bisa dilakukan adalah dengan memberi makanan yang lebih muda dicerna. Cat lovers bisa merendam makanan kering yang akan diberikan pada kucing kesayangannya atau menghaluskannya makanannya dengan blender terlebih dulu.

 

6. Bau badan tidak sedap

Saat organ tubuh kucing sudah mulai melemah fungsinya, maka zat beracun yang ada dalam tubuh akan terkumpul secara perlahan-lahan dan menimbulkan bau yang tidak sedap. Menjelang kematiannya, nafas dan badan kucing mulai mengeluarkan bau tidak sedap yang memburuk seiring waktu berjalan.

Untuk berjaga-jaga, cat lovers harus waspada jika kucing kesayangannya mulai mengeluarkan bau yang tidak sedap, karena kemungkinan besar ada kesehatannya terganggu.

 

7. Mencari perlindungan

cat-1593061

sumber: https://pixabay.com/id/photos/kucing-mata-cedera-satu-mata-desa-1593061/

Saat menjelang waktu kematiannya, kucing akan mengikuti nalurinya untuk berlindung dari ancaman predator karena tubuhnya yang sudah lemah. Maka wajar jika kucing di rumah mulai mencari tempat aman untuk berlindung sampai ia mati. Oleh karena itu, banyak orang yang menemukan kucingnya meninggal di bawah perabotan rumah atau tempat tersembunyi lainnya. Sebaiknya waspada jika kucing kesayangan cat lovers tiba-tiba bersembunyi di tempat tertentu.

 

8. Muncul gejala penyakit

Tanda kematian pada kucing yang selanjutnya adalah muncul gejala penyakit ringan hingga berat. Misalnya seperti diare, muntah, disorientasi, saraf yang bermasalah, dan lain sebagainya. Jika cat lovers mempunyai kucing yang sudah tua, sebaiknya rutin mengecek kesehatannya ke dokter hewan agar setiap penyakit yang muncul bisa diobati secara cepat dan tepat.

 

9. Merasakan nyeri yang sangat parah

Kadang-kadang, ada kucing yang merasakan nyeri pada tubuhnya saat waktu kematiannya sudah dekat. Biasanya kucing terlihat menangis atau meringis saat cat lovers menyentuh tubuhnya. Sebenarnya kucing sangat jago menyembunyikan rasa sakit yang ia derita, namun jika cat lovers mengamati dengan baik-baik kucing kesayangannya kemungkinan dapat terlihat perbedaannya.

 

10. Terlihat tidak bersemangat

Setelah organ tubuhnya melemah, kucing mulai merasa kesulitan untuk beraktivitas seperti biasanya, bahkan yang paling parah sampai tidak bisa berdiri. Jika hal ini terjadi maka cat lovers harus memindahkannya ke tempat yang aman, nyaman, dan kebutuhannya sudah tersedia lengkap seperti kandang yang terpisah atau tempat dokter hewan untuk dirawat.

 

11. Kesulitan buang air

Saat tubuh kucing melemah kemudian terserang penyakit, ia menjadi kesulitan bergerak bahkan untuk buang air sekalipun. Jadi biasanya, ia akan buang air sembarangan karena tidak bisa mengontrol kandung kemihnya dengan baik. Untuk mengatasinya, cat lovers bisa menyiapkan popok khusus kucing atau memindahkan litter box ke dalam kandangnya.

 

12. Kesulitan berdiri dan berjalan

Ketika kucing sudah mulai dekat dengan waktu kematiannya, ia juga akan kesulitan berdiri dan berjalan karena organ serta otot-otot tubuhnya mulai melemah. Singkat kata, mobilitasnya terganggu. Bahkan jarak ke tempat makan dan minum yang biasa ia lewati pun bisa terasa jauh buatnya. Oleh karena itu, sebaiknya cat lovers memindahkan tempat makan, minum, dan litter boxnya agar kucing bisa menjangkaunya dengan mudah.

 

13. Jadi lebih sensitif terhadap lingkungan

Kucing yang sedang sekarat ternyata jadi lebih sensitif dengan lingkungan sekitarnya seperti cahaya ataupun suara dan hal ini seringkali membuatnya tidak nyaman. Oleh karena itu, cat lovers harus menjaga lingkungan agar tetap tenang dan mengontrol arah masuk cahaya supaya tidak mengganggu kucing.

 

14. Tidak nyaman beristirahat

Dengan kesehatan tubuh yang berkurang, kucing pun jadi kesulitan beristirahat dengan nyaman saat menjelang waktu kematiannya. Untuk mengatasinya, cat lovers bisa menyiapkan kasur dan selimut di dalam kandang kucing. Selain itu, kasur dan selimut tambahan juga bisa mencegah nyeri akibat tekanan pada tubuh kucing.

 

15. Lebih banyak tidur

Walaupun tidak nyaman tidur, namun kucing yang sedang sekarat sudah tidak bisa melakukan apapun selain tidur. Maka ia hanya menghabiskan waktunya untuk tidur, tidur, dan tidur. Namun, jika kucing cat lovers mulai tidur lebih lama dari biasanya, lebih baik periksakan ke dokter hewan karena bisa jadi ini merupakan gejala klinis dari penyakit yang lainnya.

 

Demikian tanda-tanda kematian yang biasa terlihat pada kucing. Umur tidak ada yang tahu, namun dengan mengetahui tanda-tanda tersebut kita bisa merawat kucing sebaik mungkin sehingga ia tidak merasa tersiksa di penghujung akhir hidupnya. Selain itu, kita juga bisa menyiapkan diri untuk ditinggalkan oleh teman terbaik kita untuk selamanya.

Sampai jumpa di artikel pakanmaster.com selanjutnya!

Penyakit Telinga (otitis) Pada Kucing

Jika cat lovers sering membersihkan kucing peliharaannya sendiri pasti sering menemukan kotoran pada bagian mata dan telinganya, ini sangat bagus karena mencegah kucing terkena penyakit telinga. Hal ini dilakukan untuk mencegah benda-benda asing masuk ke mata dan telinga mereka. Jika cat lovers tiba-tiba merasa terlalu banyak kotoran di telinga kucingnya, sebaiknya segera periksakan ke dokter hewan terdekat ya. Takutnya kucing kesayangan cat lovers sedang terserang penyakit yang bernama otitis.

fa79bad5566c0015c4f0cce7ac7f96ae

sumber: https://thepetshop4u.com/2018/05/17/masalah-utama-telinga-pd-kucing-dan-cara-mengobatinya/

 

Apa yang dimaksud dengan Otitis?

Otitis adalah sakit atau peradangan yang terjadi pada saluran pendengaran kucing. Biasanya ditandai dengan nyeri, demam, tinitus, vertigo, sampai kehilangan pendengaran. Penyakit ini dapat menyerang semua kucing, termasuk anak kucing dan kucing dewasa.

Secara umum, otitis dapat terjadi pada telinga bagian luar, tengah, dan dalam. Otitis yang terjadi pada bagian luar telinga kucing disebut otitis eksterna; sementara yang menyerang bagian tengah telinga kucing disebut otitis media; dan yang menyerang bagian dalam telinga kucing disebut otitis interna.

Dibandingkan otitis media dan otitis interna, otitis eksterna lebih sering terjadi karena bagian luar lebih sering melakukan kontak dengan benda asing, bakteri, jamur, ear mites, dan air yang kotor. Namun otitis eksterna tidak terlalu berbahaya bagi kucing.

Sebaliknya, otitis interna lebih jarang terjadi namun sangat berbahaya bagi kucing karena dapat membuatnya kehilangan pendengaran secara permanen (tuli). Karena jika tidak segera ditangani, kotoran yang mengendap di bagian dalam telinga kucing dapat berkembang menjadi polip atau bahkan tumor yang menutupi saluran pendengarannya.

 

Penyebab otitis pada kucing

Ada banyak macam hal yang bisa menjadi penyebab otitis pada kucing. Dalam artikel kali ini kita hanya akan membahas tujuh hal yang sering menjadi penyebab otitis tersebut.

 

Berikut ini daftar lengkapnya:

 

1. Kotoran

Kotoran telinga adalah penyebab utama otitis pada kucing. Kotoran yang dimaksud di sini bisa berasal dari dalam maupun dari luar telinga seperti debu, tanah, dan lain-lain.

Pada kondisi normal, telinga kucing memproduksi cerumen atau cairan seperti lilin yang berwarna kecoklatan. Fungsi dari cerumen yaitu untuk menjaga kelembaban telinga dan kondisi mikroorganisme di dalamnya.

Nah, cerumen dalam jumlah yang banyak merupakan tempat yang cocok untuk bakteri atau jamur tumbuh. Selain itu, hal ini juga bisa menyebabkan rasa tidak nyaman pada kucing sehingga ia jadi sering menggaruk atau mencakar-cakar telinganya.

 

2. Bakteri & Jamur

Ada satu jamur yang hidup dalam telinga kucing, yaitu Malassezia Pachydermatis. Sama seperti kotoran, jika jumlah jamur tersebut terlalu banyak di dalam telinga kucing maka dapat menyebabkan otitis.

 

3. Tungau telinga (Ear mite)

Banyak sekali jenis tungau yang sering singgah di tubuh kucing, beberapa di antaranya ditemukan di bagian telinga kucing dan dapat menjadi penyebab otitis seperti tungau dari spesies Otodectes Cynotis, Sarcoptes, Demodex, dan Notoedres.

 

4. Alergi

Kucing yang mempunyai alergi terhadap serbuk sari, makanan, atau obat-obatan juga rawan terserang penyakit otitis, kulit gatal, maupun penyakit yang lainnya. Untuk mengendalikan alergi pada kucing kesayangannya, cat lovers bisa memberikan makanan jenis hipoalergenik.

 

5. Gangguan hormon

Gangguan hormon pada kucing dapat menyebabkan sistem tubuh melemah dan memudahkan berbagai penyakit muncul, salah satunya infeksi telinga. Kadang-kadang, otitis yang disebabkan oleh gangguan hormon dapat dideteksi saat pemeriksaan darah di laboratorium.

 

6. Bentuk telinga yang melipat

Bentuk telinga yang melipat dapat mempertinggi resiko kucing terserang penyakit otitis karena sebagian pemilik lupa mengontrol jumlah kotoran dalam telinga kucing. Oleh karena itu, jika cat lovers memelihara kucing yang bentuk telinganya melipat, seperti kucing scottish fold, sebaiknya lakukan perawatan yang lebih dibanding ras kucing lainnya.

 

Gejala klinis penyakit otitis pada kucing

Penyakit Telinga (Otitis)
Penyakit Telinga (Otitis)

sumber: https://www.picuki.com/media/2228214949473009283

Ada beberapa gejala klinis yang sering ditemukan pada kucing yang mengidap penyakit otitis. Berikut ini adalah daftarnya:

 

  1. Sering menggaruk telinga
  2. Telinga bengkak
  3. Sering menggeleng-gelengkan kepala
  4. Sering menggosok-gosokan telinga ke lantai atau dinding
  5. Kucing merasa kesakitan saat telinga nya diraba
  6. Ada luka di bagian yang dekat dengan telinga kucing seperti kepala atau leher
  7. Bulu di sekitar telinga rontok
  8. Muncul cairan yang baunya sangat menyengat dari lubang telinga kucing
  9. Keseimbangan tubuh kucing terganggu (saat berjalan terlihat miring atau menyerong

 

Diagnosa

Untuk mendiagnosa penyakit otitis pada kucing bisa dilakukan dengan cara mengamati gejala-gejala klinis yang terlihat pada kucing. Namun ini hanya sebagai permulaan saja. Untuk memastikannya, telinga kucing harus diperiksa menggunakan otoskop.

Pemeriksaan menggunakan otoskop tersebut disebut sebagai otoskopi atau prosedur diagnostik yang dilakukan untuk memeriksa struktur telinga bagian dalam. Dengan melakukan otoskopi, dokter hewan dapat mengetahui apa yang terjadi di bagian tengah dan dalam telinga.

Selain otoskopi, diagnosis otitis bisa juga dilakukan dengan cara mengambil kotoran yang ada di telinga bagian dalam kemudian memeriksanya menggunakan mikroskop.

 

Pengobatan dan perawatan penyakit otitis

Dengan penanganan yang tepat, umumnya otitis dapat sembuh dalam waktu 2 minggu saja. Hanya saja, untuk otitis yang disebabkan oleh alergi, gangguan hormon, atau penurunan sistem kekebalan tubuh, penanganannya memerlukan waktu yang cukup lama.

Pengobatan yang dilakukan untuk menyembuhkan otitis sangat tergantung pada penyebabnya. Jika otitis disebabkan oleh infeksi bakteri dan pembengkakan maka akan diberikan obat tetes telinga yang mengandung antibiotik dan anti-radang.

Jika penyebabnya adalah tungau (ear mite) maka diberikan obat tetes telinga yang mengandung anti-ektoparasit atau injeksi obat golongan avermectin seperti ivermectin, selamectin, dan lain-lain.

Jika penyebabnya merupakan tumor (polip) maka diperlukan operasi untuk mengangkat jaringan yang abnormal dalam telinga kucing. Terakhir, untuk otitis yang disebabkan alergi dan gangguan hormon, diperlukan pengobatan secara menyeluruh dan sistematis.

Semua pengobatan ini haruslah berdasarkan pada rekomendasi dari dokter hewan. Jadi kucing cat lovers terkena otitis, sebaiknya segera hubungi dokter hewan terdekat ya, jangan memberikan sembarangan obat pada kucingnya.

Untuk perawatan kucingnya, cat lovers bisa mulai dengan menjaga kucing tetap di dalam ruangan agar terhindar dari parasit atau tungau. Selain itu, bisa juga dengan membersihkan telinga kucingnya secara teratur. Kemudian, jika ada kucing baru, cat lovers harus memeriksa kondisi kesehatannya ke dokter hewan untuk memastikan ia bebas dari penyakit.

Itulah pembahasan tentang penyakit otitis pada kucing yang menyerang telinga dan bisa menyebabkan tuli permanen. Jangan lupa untuk terus menjaga kesehatan kucingnya ya. Sampai jumpa lagi di artikel pakanmaster.com yang lainnya!

Bolehkah Kucing Diberi Makan Nasi?

Kucing makan nasi?

Kucing merupakan hewan peliharaan yang dianggap tidak rewel soal makanan oleh mayoritas pecinta kucing di Indonesia. Ia bisa makan apa saja, dari mulai makanan khusus kucing sampai dengan nasi yang dicampur ikan asin atau ikan pindang. Namun seperti yang kita tahu, kucing adalah hewan karnivora yang makanan pokoknya adalah daging. Sedangkan nasi merupakan makanan pokok bagi manusia

Dengan fakta seperti itu, pertanyaan yang muncul adalah bolehkah kucing makan nasi? Lebih jauh lagi, amankah jika kucing mengkonsumsi nasi setiap hari?

Kali ini kita akan coba menjawab dua pertanyaan tersebut berdasarkan sumber-sumber yang ada di internet. Silakan disimak baik-baik ya!

Kucing-Makan-Nasi-1280x720

sumber: https://arenahewan.com/bahaya-kucing-makan-nasi

 

Kucing boleh makan nasi asal tidak terlalu banyak porsinya

Kucing adalah hewan karnivora yang membutuhkan nutrisi serta gizi berbeda dengan manusia. Oleh karena itu, kucing memerlukan asupan nutrisi yang berasal dari sumber protein hewani seperti asam arakidonat, vitamin B, vitamin A, asam amino taurine, asam linoleat, dan arginine.

Dilansir dari website goldenmaze.net, nutrisi yang terkandung dalam semangkuk kecil nasi (185 gram) adalah 108,14 gram air, 205 kkak kalori, 4,25 gram protein, 0,44 gram lemak, 44,51 gram karbohidrat, 0,6 gram serat, 0,08 gula, 162,67 mineral dan 2,2911 Mg vitamin.

Dengan penjelasan tersebut, bisa disimpulkan bahwa nasi mengandung terlalu banyak karbohidrat tapi sedikit protein. Jadi jika kucing diberi makan nasi setiap hari dengan porsi yang banyak maka tubuhnya jadi kelebihan karbohidrat dan kekurangan protein serta nutrisi yang lainnya.

Selain itu, karbohidrat yang berlebih dalam tubuh kucing nantinya akan diubah menjadi senyawa pembentuk lemak yaitu alkoksan. Singkatnya, terlalu banyak karbohidrat membuat tubuh kucing dipenuhi lemak. Jika sudah seperti ini maka kucing rentan terserang beberapa macam penyakit, seperti:

 

  • Obesitas
  • Gangguan perkembangan otot yang menyebabkan kucing menjadi tidak lincah, kurang kuat, dan lebih malas
  • Kesulitan bernafas, mencerna dan gangguan metabolisme karena organ dalam kucing terhimpit lemak dalam tubuhnya
  • Masa hidupnya jadi lebih pendek
  • Malnutrisi

 

Contoh di atas memang terlalu ekstrim, dan mungkin saja cat lovers tidak banyak menemukan kucing yang kesehatannya terganggu karena terlalu banyak mengkonsumsi nasi. Sekarang, mari kita lihat ancaman lain yang tidak terlalu ekstrim dan mudah ditemukan pada kucing di sekitar cat lovers.

1. Muntah

Kucing yang terlalu banyak makan nasi rawan memuntahkan makanannya kembali karena nasi sulit dicerna oleh sistem pencernaannya. Coba bayangkan jika cat lovers dipaksa memakan makanan yang tidak cat lovers suka, apa yang akan terjadi? Tidak enak perut lalu muntah, bukan?

Ini juga yang dialami kucing saat dipaksa makan nasi oleh majikannya. Apalagi jika nasinya sudah dicampur dengan macam-macam bumbu seperti nasi goreng atau nasi kuning, tentu kucing jadi tidak nyaman.

 

2. Mudah cacingan

Efek samping lain yang menunggu dari kebiasaan makan nasi pada kucing adalah cacingan. Cacing yang dimaksud di sini bukan jenis biasa, namun cacing pita. Salah satu jenis cacing yang paling berbahaya dan sulit mati dalam tubuh kucing.

 

3. Kurang cerdas

Jika cat lovers ingin mempunyai kucing yang pintar dan bisa diajak melakukan banyak hal, sebaiknya jangan berikan nasi karena menjadikannya malas berlatih juga terlalu gemuk. Kalau sudah begitu, punya kucing pintar hanya jadi mimpi bagi cat lovers.

Khusus untuk cat lovers yang ingin kucingnya mempunyai penampilan bagus, gagah, dan berbulu lebat, sangat tidak dianjurkan memberi makan nasi pada kucingnya. Sebaiknya, berikan makanan yang rendah karbohidrat, mengandung cukup asam lemak, serta memiliki kandungan protein berkualitas tinggi dalam jumlah yang banyak agar asupan nutrisinya terjamin dan tubuhnya menjadi lebih sehat.

Kesimpulannya, jangan terlalu banyak dan terlalu sering memberikan nasi pada kucing. Berikan dalam jumlah yang sedikit dalam rentang waktu yang cukup lama. Misalnya memberikan satu mangkuk kecil nasi pada kucing 3 hari 1 kali. Sisanya, berikan makanan yang bisa memenuhi kebutuhan nutrisi harian kucing.

 

Kebutuhan nutrisi harian kucing

cat-4376782

sumber: https://pixabay.com/id/photos/kucing-makanan-makan-4376782/

Dilansir dari goldenmaze.net, ternyata data tentang nutrisi yang dibutuhkan kucing dalam sehari sudah dirumuskan oleh ilmuwan dan pakar hewan di luar sana. Berikut ini adalah data lengkapnya:

 

Kebutuhan protein kucing setiap hari

 

Anak kucing Kucing dewasa dengan berat 4 kg & konsumsi 250 kalori Induk kucing berat 4 kg & sedang menyusui 4 anaknya
Protein 10 g 12,5 g 41 g
Total lemak 4 g 5,5 g 12 g

 

Kebutuhan energi rata-rata kucing setiap hari

 

Usia Kucing Kebutuhan energi per hari
5 lb 10 lb 15 lb 20 lb
Anak kucing setelah disapih 200
Kucing domestik kurus 190 280 360 440
Kucing domestik gemuk 180 240 280 310
Kucing eksotis (liar) 100-480 170-810 230-1.100 200-1.360
Kucing hamil/menyusui 4 anak kucing 336 603 603 1.091

 

Kebutuhan vitamin kucing setiap hari

Jenis vitamin Rekomendasi asupan harian
Vitamin A 63 mg
Vitamin D 0.4 mg
Vitamin E 2.5 mg
Vitamin K 82 mg
Vitamin B1 (thiamin) 0.33 mg
Riboflavin 0.27 mg
Vitamin B6 0.16 mg
Niacin 2.5 mg
Pantothenic Acid 0.4 mg
Vitamin B12 1.4 mg
Asam Float 47 mg

 

Kebutuhan mineral kucing sehari-hari

 

Nama Mineral Rekomendasi asupan harian
Calcium 0.18 mg
Phosphorus 0.16 mg
Magnesium 25 mg
Sodium 42 mg
Potassium 0.33 mg
Chlorine 60 mg
Iron 5 mg
Copper 0.3 mg
Zinc 4.6 mg
Manganese 0.3 mg
Selenium 19 mg
Iodine 88 mg

 

Berdasarkan tabel-tabel di atas kita bisa menyimpulkan bahwa nutrisi untuk kucing setiap hari sangat beragam dan tidak bisa sembarangan. Selain itu, usia juga ikut menentukan kebutuhan nutrisinya. Artinya memberi makan nasi tidak bisa menutupi semua kebutuhan nutrisi kucing.

Cara paling mudah untuk memenuhi kebutuhan nutrisi kucing adalah dengan membeli makanan khusus kucing yang sudah direkomendasikan oleh dokter hewan, atau menyesuaikan kandungan nutrisi dalam makanannya dengan tabel di atas.

Jadi bolehkah kucing makan nasi? Jawabannya, boleh, asal porsinya sedikit dan bukan menjadi makanan pokok. Lalu, amankah nasi untuk kucing? Aman, selama nutrisi yang lain tetap dipenuhi dari makanan khas kucing.

Itulah penjelasan mengenai nasi sebagai makanan kucing dan kebutuhan nutrisi sehari-harinya. Semoga bisa mencerahkan bagi cat lovers yang sedang kebingungan dalam memilih makanan untuk kucing kesayangannya. Sampai jumpa di artikel berikutnya di pakanmaster.com ya!

Perbedaan Kucing Anggora & Persia

Dari puluhan jenis kucing yang ada di dunia, kucing anggora dan persia menjadi favorit banyak orang Indonesia untuk dijadikan peliharaan. Meski begitu, masih banyak orang yang kesulitan membedakan antara keduanya. Pokoknya setiap kucing yang berbulu panjang namanya ya anggora.

Padahal sebetulnya ada ciri-ciri khusus yang membedakan dua jenis kucing favorit ini. Agar cat lovers tidak salah memilih saat hendak mengadopsi kucing, baca artikel ini sampai selesai ya karena kita akan menyajikan perbedaannya secara lengkap.

Kucing Angggora
Kucing Angggora & Persia

sumber: https://bobo.grid.id/amp/081839268/sering-dianggap-sama-inilah-perbedaan-kucing-anggora-dan-persia?page=all

 

1. Gagah vs menggemaskan

Kita akan mulai artikel ini dengan membahas perbedaan pada bentuk tubuh terlebih dahulu karena bentuk tubuh menjadi dasar bagi perbedaan bagian tubuh yang lain seperti kaki, wajah, dan bulu.

Bentuk tubuh kucing anggora lebih tinggi dan lebih ramping daripada kucing persia. Dengan bentuk tubuh yang seperti ini, otot kucing anggora jadi lebih menonjol sehingga terlihat gagah. Sementara itu, kucing persia tubuhnya lebih pendek, gemuk dan bulat sehingga terlihat menggemaskan.

 

2. Bentuk kaki

Bentuk kaki kucing anggora dan persia sangat khas dan mudah dibedakan bahkan oleh orang awam sekalipun. Ditambah lagi, bentuk kakinya sangat sesuai dengan bentuk tubuhnya.

Kaki kucing anggora lebih ramping serta mirip dengan kucing domestik sehingga membuat tubuhnya terlihat tinggi. Sedangkan kucing persia kakinya agak lebar dan membuatnya terlihat lebih pendek dan membulat.

 

3. Bentuk wajah

Nah selain tubuh dan kaki, bentuk wajah kucing anggora dan persia juga sangat khas sehingga mudah dibedakan. Artinya, dengan melihat wajahnya saja cat lovers bisa tahu perbedaan kedua jenis kucing ini.

Secara keseluruhan, bentuk wajah kucing anggora sangat mirip dengan kucing domestik. Perbedaannya, kucing anggora memiliki bulu-bulu panjang di sekitar pipi dan terlihat berbentuk segitiga juga lonjong. Selain itu, mata kucing anggora juga tidak terlalu lebar dan punya tatapan yang lumayan tajam.

Bagian lain yang khas dari kucing anggora adalah telinga. Bentuknya lumayan panjang juga runcing, selain itu jarak antara telinga juga tidak terlalu jauh. Ditambah lagi, kucing anggora memiliki hidung yang mancung meskipun tidak semancung kucing domestik.

Sementara itu, bentuk wajah kucing persia lumayan bulat dengan lebih banyak bulu. Oleh karena itu, sekilas leher kucing persia tidak terlihat karena tertutup bulu lebatnya. Di sisi lain, mata kucing persia juga lebih lebar dengan telinga yang cukup pendek. Jarak antara telinga juga agak jauh.

Dengan semua karakteristik tersebut, wajah kucing persia terlihat lebih bulat, dan selaras dengan bentuk tubuhnya sehingga membuatnya lebih menggemaskan. Apalagi hidung kucing persia juga tidak semancung kucing anggora.

Perlu cat lovers ketahui bahwa hidung kucing persia terbagi menjadi tiga jenis, yaitu peaknose, flatnose dan medium (tidak terlalu pesek).

 

4. Bulu

Perbedaan antara dua jenis kucing ini juga terlihat pada bulunya. Seperti yang kita tahu, baik kucing anggora maupun persia memiliki bulu yang panjang. Namun, ternyata ada yang berbeda di beberapa bagian.

Misalnya, bulu kucing anggora tidak lebih lebat dan tebal daripada kucing persia. Namun pada bagian ekor, bulunya lebih tebal dan panjang mirip musang atau kemoceng. Selain itu, seperti yang disebutkan sebelumnya, ada bulu-bulu panjang di bagian pipi kucing anggora.

Sedangkan pada kucing persia, bulu panjang dan tebal menyelimuti seluruh tubuhnya. Kecuali kucing persia jenis eksotis dan medium hasil kawin silang dengan kucing bulu pendek.

 

5. Karakter

Setiap jenis kucing tentu memiliki karakternya masing-masing, termasuk kucing anggora dan persia. Dengan mengenali karakter di antara kedua jenis kucing ini, cat lovers bisa lebih mudah membedakannya.

Kucing anggora termasuk kucing yang senang bermain, aktif, juga mudah beradaptasi dengan lingkungannya. Artinya, kucing anggora akan merasa senang saat diajak bermain dan tidak terganggu dengan kehadiran binatang peliharaan lain di rumah. Bahkan kucing persia bisa mengajaknya main bersama. Selain itu, kucing anggora juga termasuk kucing yang cerdas, dan mempunyai rasa ingin tahu yang besar.

Berbeda dengan kucing anggora, kucing persia lebih tenang dan pendiam serta tidak begitu aktif. Bahkan ada juga yang mengatakan kucing persia adalah kucing pemalas karena lebih banyak menghabiskan waktunya dengan tidur dan makan. Selain itu, kucing persia juga lebih manja daripada kucing anggora.

 

6. Aktivitas

Selain karakter, aktivitas kedua jenis kucing ini juga cukup berbeda sehingga bisa membantu cat lovers membedakan keduanya.

Kucing anggora lebih senang menghabiskan waktu di luar kandang ataupun rumah sesuai dengan karakternya yang aktif. Ia bisa berburu serangga kecil bersama hewan lain untuk dijadikan mainan atau memakannya. Selain itu, kucing anggora juga lebih senang berada di tempat yang tinggi sehingga membuatnya senang memanjat dan melompat-lompat. Ditambah lagi kucing anggora senang berlari-lari dan terlihat menggemaskan saat berjalan.

Sebaliknya, kucing persia jauh lebih suka diam di dalam kandang dengan tidur atau bermalas-malasan. Aktivitas yang ia lakukan hanya makan, buang air, atau buang kotoran. Karena kemalasannya ini, kucing persia juga berjalan dengan pelan dan terlihat manja. Namun, jika sudah menemukan hal yang menarik ia bisa menjadi hiperaktif.

 

7. Perawatan bulu

Meskipun memiliki bulu yang panjang, namun perawatan bulu yang dilakukan berbeda antara kucing anggora dan kucing persia. Apalagi jika berkaitan dengan kesehatan bulunya. Ketelatenan dan jenis produk perawatan bulu yang digunakan juga berbeda agar perawatan lebih maksimal.

Untuk perawatan bulu, kucing anggora lebih mudah dibandingkan kucing persia karena bulunya lebih pendek dan tidak lebat seperti bulu kucing persia. Sebaliknya, bulu kucing persia membutuhkan perawatan ekstra karena bulunya lebih panjang dan rawan mengalami masalah.

 

8.Kesehatan

Di sisi kesehatan, daya tahan tubuh kedua jenis kucing ini juga sangat berbeda. Kucing anggora mempunyai daya tahan tubuh yang lebih baik sehingga jarang terserang penyakit dibandingkan kucing persia. Artinya butuh perawatan ekstra untuk menjaga kesehatan kucing persia. Namun bukan berarti cat lovers boleh mengabaikan kesehatan kucing anggora ya!

 

9.Harga

Secara umum, harga kucing anggora biasanya lebih mahal daripada kucing persia. Namun ini tidak bisa dijadikan patokan begitu saja. Karena pada dasarnya, harga kucing sangat tergantung pada kualitas kucing itu sendiri. Misalnya, kucing yang sudah mendapatkan vaksin lengkap dan pernah memenangkan kontes harganya jauh lebih mahal daripada kucing yang biasa saja. Selain itu, umur juga ikut mempengaruhi harganya.

 

10. Jenis

Perbedaan kucing anggora dan persia yang terakhir adalah jenisnya. Kucing persia modern sudah berkembang dan memiliki 3 jenis ras sampai saat ini, yaitu: kucing persia himalaya, kucing persia exotic shorthair, dan kucing persia traditional chinchilla. Sedangkan kucing anggora, tidak memiliki ras turunan dan termasuk ke dalam jenis kucing autentik.

Sudah jelas ya sekarang, meskipun terlihat sama namun ada sepuluh hal yang membedakan kucing anggora dan persia. Jika cat lovers ingin memiliki salah satunya, namun masih kebingungan ada baiknya dipahami baik-baik setiap poin di atas ya!

Sampai jumpa lagi di artikel pakanmaster.com berikutnya!

Haw Syndrome Penyebab Mata Kucing Tertutup Selaput

Penyakit mata pada kucing ada banyak jenisnya, salah satu yang paling sering ditemui adalah mata kucing tertutupi oleh sesuatu yang berwarna putih. Dalam dunia kesehatan kucing, penyakit ini disebut dengan haw syndrome, third eyelid, tertia palpebra atau bilateral protrusion of the third eyelids.

Apa yang dimaksud dengan haw syndrome? Bagaimana cara mengobati dan merawat kucing yang terserang penyakit ini? Apakah penyakit ini bisa membahayakan kesehatan kucing? Jika cat lovers sedang mencari jawaban dari semua pertanyaan itu, silakan baca sampai selesai artikel ini karena kita akan menjawabnya satu per satu.

cat post 1

sumber: https://pixabay.com/id/photos/kucing-hewan-cat-potret-1045782/

 

Third eyelid pada kucing

Sebelum membahas tentang penyakitnya, kita harus mengetahui dulu tentang bagian putih yang menutupi mata kucing atau third eyelid.

Dibandingkan dengan manusia, hewan lebih dekat pada tanah sehingga matanya sangat rawan terkena debu maupun kotoran. Oleh karena itu, dibutuhkan perlindungan ekstra untuk matanya. Third eyelid (membran niktitan) adakah lipatan jaringan yang berada di antara kelopak dan bola mata kucing yang berfungsi melindungi mata dari debu dan kotoran.

Dalam keadaan normal, kita tidak dapat melihat membran ini karena letaknya yang tersembunyi. Saat kucing berkedip pun, third eyelid ini bekerja dengan sangat cepat berbarengan dengan pergerakan kelopak mata kucing. Jika third eyelid jadi terlihat dalam keadaan normal, artinya ada masalah yang terjadi pada mata kucing.

 

Haw syndrome pada kucing dan penyebabnya

Haw Syndrome
Haw Syndrome

sumber: https://themamamiaow.com/kenapa-third-eyelid-muncul-pada-mata-kucing-anda/

Haw syndrome adalah sebutan untuk kondisi di mana third eye menutupi separuh mata kucing. Sampai saat ini, penyebab how syndrome masih belum diketahui secara pasti. Namun, biasanya berhubungan dengan radang perut atau usus. Munculnya third eye mungkin terjadi karena perubahan pada pergerakan saraf mata.

Kucing yang mengalami haw syndrome biasanya masih mempunyai penglihatan yang normal, namun fungsinya berkurang karena sebagian terhalang oleh third eye. Selain itu, kadang-kadang bisa juga disebabkan oleh cacing dan virus bernama Torovirus. Kucing yang mengalami haw syndrome juga biasanya terlihat sehat atau tidak ditemukan penyakit mata yang lain ataupun gejala penyakit dalam tubuh kucing. Jika haw syndrome disebabkan oleh virus, kemungkinan besar virusnya bisa menular pada kucing lain.

Pada dasarnya haw syndrome tidak berbahaya bagi kucing, namun jika dibiarkan begitu saja bisa menyebabkan pembengkakan pada mata sampai dengan kebutaan. Selain itu, haw syndrome juga bisa menjadi tanda-tanda dari penyakit serius yang lainnya. Sebaiknya cat lovers memastikan kondisi kesehatan kucing yang mengalami haw syndrome ke dokter hewan terdekat.

 

Diagnosis

Diagnosis biasanya dilakukan untuk memeriksa gejala klinis dan mengeliminasi penyakit lain dengan cara melakukan pemeriksaan mata dan fisik secara menyeluruh. Selain itu, dokter hewan juga mungkin pemeriksaan fenilefrin dengan meneteskan cairan pada bola mata kucing, jika third eye-nya kembali ke posisi semula dalam 20 menit maka kucing dinyatakan positif menderita haw syndrome.

 

Pengobatan dan perawatan

Kabar baiknya, haw syndrome adalah penyakit atau kelainan yang bisa sembuh dengan sendirinya setelah dua atau tiga minggu. Dengan catatan, kondisi kesehatan dan mental kucing harus tetap terjaga dengan baik.

Namun, jika haw syndrome disertai dengan gejala klinis lain seperti mulut berair maupun menurunnya nafsu makan, sebaiknya segera periksakan ke dokter hewan agar bisa ditangani dengan tepat.

Cat lovers juga bisa melakukan pengobatan dan perawatan untuk mempercepat proses penyembuhan haw syndrome. Namun, perlu diingat bahwa ini tergantung dari penyebab haw syndrome.

Jika penyebabnya cacing, maka cat lovers bisa meminta rekomendasi obat cacing pada dokter hewan. Namun, jika penyebabnya virus, maka cat lovers harus membersihkan sendiri mata kucing dengan menggunakan obat mata khusus untuk kucing. Bisa juga dengan menggunakan kapas yang sudah direndam dengan air hangat, lakukan selama dua kali sehari sampai third eyelid-nya kembali normal.

Jangan mencoba memberikan obat tetes mata untuk manusia, seperti insto dan yang lainnya, pada kucing karena kita tidak tahu apakah kandungannya baik untuk mata kucing atau justru membahayakan. Untuk pencegahan, cat lovers juga bisa membersihkan mata kucing agar kebersihannya terjaga namun jangan terlalu sering. Secukupnya saja ya agar tidak membahayakan juga nantinya.

 

Penyakit lain yang mirip haw syndrome

Selain haw syndrome, ada juga beberapa penyakit yang menyebabkan mata kucing tertutup oleh third eyelid. Berikut ini daftar lengkapnya:

1. Konjungtivitis

Konjungtivitis adalah infeksi okular yang menyebabkan mata kucing tertutup selaput putih (third eyelid). Namun tidak cukup sampai disitu, konjungtivitis juga bisa membuat mata kucing sobek, mengalami lakrimasi, membesar, dan muncul selaput merah.

 

2.Dehidrasi

Kucing yang sangat kehausan akan merasakan dehidrasi. Dehidrasi ini bisa membuat membran niktitan (third eyelid) muncul secara tidak wajar. Jika terjadi seperti ini, maka cat lovers harus segera menolong kucingnya karena bisa berkembang menjadi penyakit yang lebih serius saat dibiarkan.

 

3. Luka

Kucing yang pernah dipukul atau mengalami trauma pada wajah juga akan menunjukan gejala yang sama dengan haw syndrome pada matanya. Namun, ini akan sembuh dengan sendirinya karena third eyelid keluar untuk melindungi mata kucing dari gangguan atau benturan yang tidak disengaja.

 

4. Kemasukan benda asing

Jika mata kucing kemasukan benda asing dengan ukuran lumayan besar seperti batu kerikil maupun kotoran lain, maka selaput third eyelid akan keluar untuk menjalankan tugasnya sebagai pelindung mata kucing.

 

5. Kanker

Kanker pada mata kucing sangat jarang terjadi, namun dalam beberapa kasus kanker juga bisa menyebabkan munculnya selaput putih pada mata kucing.

 

6. Kelainan genetik

Beberapa ras kucing seperti ras burmese juga sangat rentan mengalami haw syndrome karena masalah pada genetiknya.

 

7. Kista dermoid

Kista dermoid adalah penyakit kista yang muncul saat kucing lahir. Seiring bertambahnya usia, penyakit ini tumbuh secara perlahan-lahan. Dan pada beberapa kasus, penyakit ini juga menyebabkan selaput putih menutupi mata kucing.

Dalam ketujuh penyakit di atas, kemunculan selaput putih pada mata kucing adalah sebagai gejala sekunder, bukan yang utama. Oleh karena itu sekali lagi sangat disarankan pada cat lovers untuk memeriksakan kucing ke dokter hewan saat matanya tertutupi oleh selaput putih.

Demikian pembahasan tentang penyakit haw syndrome atau third eyelid pada kucing. Tetap perhatikan kesehatan kucing dan merawatnya dengan penuh kasih sayang, ya! Sampai jumpa lagi di artikel selanjutnya tentang pakanmaster.com!

FIP (Feline Infectious Peritonitis) Pada Kucing

Ada satu penyakit yang berbahaya bagi kucing yang perlu cat lovers tahu. Namanya adalah Feline Infectious Peritonitis (FIP). Dilansir dari kumparan.com, kucing yang terkena penyakit ini tidak bisa disembuhkan lagi.

Apa yang menjadi penyebab penyakit ini pada kucing? Bagaimana gejala klinis dan perawatan yang bisa diberikan pada kucing? Bagaimana mencegah penyakit ini? Dalam artikel kali ini, kita akan membahas mengenai hal-hal yang berkaitan dengan penyakit Feline Infectious Peritonitis (FIP) pada kucing. Keep reading ya!

FIP
FIP

sumber: http://siluethorisontal.blogspot.com/2016/08/penyakit-mematikan-itu-bernama-fip.html

 

Apa yang menyebabkan Feline Infectious Peritonitis (FIP)

Feline Infectious Peritonitis (FIP) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus corona kucing (FcoV) yang sudah bermutasi. Jadi, ada dua jenis virus corona kucing, yaitu Feline Enteric Coronavirus (FECV) dan Feline Infectious Peritonitis Virus (FIPV). Virus yang paling umum menyerang kucing adalah jenis Feline Enteric Coronavirus (FECV).

Virus ini termasuk jenis virus yang kuat karena mampu bertahan hidup di luar tubuh inangnya selama 6-7 minggu. Oleh karena itu, sangat mudah menyerang kucing. Virus FECV dapat menular melalui jilatan, litter box, tempat makan dan minum kucing, tempat tidur, pakaian kucing, serta dari induk kepada anak-anaknya.

Nah, setelah kucing terkena virus ini, biasanya tidak menunjukan gejala klinis apapun dan terlihat sehat. Namun, dalam beberapa kasus virus FECV bisa bermutasi menjadi virus yang lebih ganas lagi yaitu Feline Infectious Peritonitis Virus (FIPV).

Virus FIP biasanya menginfeksi monosit dan makrofag (bagian dari sistem kekebalan tubuh kucing). Untungnya, virus penyakit FIP ini tidak dapat menular pada kucing yang lain, hanya virus induknya (FECV) saja yang mudah menular. Namun, yang harus diwaspadai adalah virus ini sangat mudah menyerang kucing muda yang berusia 3 bulan sampai 3 tahun dan kucing tua yang berusia di atas 10 tahun.

 

Gejala klinis dan bentuk penyakit Feline Infectious Peritonitis

Umumnya, kucing yang terinfeksi penyakit ini tidak menunjukan gejala klinis meskipun sebenarnya virus tetap berkembang di dalam tubuh. Jadi setelah kontak, virus biasanya berkembang di dalam tenggorokan dan usus halus kucing, kemudian menyebar ke paru-paru, perut, dan seluruh usus.

Meski begitu, ada beberapa gejala klinis yang mirip dengan penyakit lainnya. Oleh karena itu, berdasarkan gejala klinisnya, penyakit FIP ini dapat dibagi menjadi dua bentuk yaitu: tipe kering dan tipe basah.

FIP tipe kering biasanya lebih sulit disadari karena gejala klinisnya mirip dengan penyakit lain. Namun, setelah gejala klinis muncul, perubahan pun berlangsung cepat. Di saat seperti ini virus akan menyeba ke berbagai organ tubuh kucing seperti mata, liver, otak, ginjal dan lain-lain. Berikut ini adalah beberapa gejala klinis dari penyakit FIP tipe kering:

  • Peradangan mata
  • Peradangan otak
  • Penurunan berat badan
  • Nafsu makan berkurang
  • Lemah
  • Bulu kusam
  • Mata berair
  • Gemetaran
  • Sempoyongan

Sementara itu, untuk tipe basah, ciri-ciri yang menonjol adalah terdapat timbunan cairan di dalam rongga perut dan dada kucing yang menyebabkan kucing terlihat gendut serta kesulitan bernafas. Gejala lainnya sama seperti yang ditemukan pada tipe kering.

Tipe penyakit yang muncul ini sangat bergantung pada reaksi kekebalan tubuh kucing. Jika kekebalan tubuhnya bisa bereaksi cepat maka yang muncul adalah tipe kering, sebaliknya jika reaksinya lambat maka tipe basah yang muncul.

 

Diagnosa penyakit FIP

Untuk mendiagnosa penyakit FIP, dokter hewan biasanya melakukan beberapa hal:

  • Melihat gejala klinis yang muncul
  • Mengecek riwayat penyakit
  • Melakukan pemeriksaan fisik dan laboratorium
  • USG
  • Biopsi (untuk tipe kering)
  • PCR (untuk tipe basah)

Pengobatan dan perawatan untuk kucing yang terserang penyakit Feline Infectious Peritonitis (FIP)

fatcatsleeping

sumber: http://ceritakekucing.blogspot.com/2016/01/5-penyakit-utama-kucing.html

Seperti penyakit lain yang disebabkan oleh virus, sampai saat ini belum ditemukan pengobatan yang efektif untuk menyembuhkan kucing. Biasanya, pengobatan yang diberikan berupa pengobatan yang sifatnya mengurangi gejala dan rasa sakit kucing. Umumnya, kucing yang terinfeksi virus FIP bisa bertahan hidup selama 1 minggu sampai 1 tahun tergantung kekebalan tubuh dan tingkat keganasan penyakitnya.

Misalnya dengan memberikan nutrisi yang cukup serta obat-obatan untuk meredakan efek peradangan agar kucing tidak terlalu merasa sakit. Selain itu, bisa juga diberikan antibiotik untuk mencegah munculnya infeksi sekunder. Ada juga terapi cairan dengan pemberian infus untuk mengganti cairan yang hilang dari tubuh kucing. Untuk tipe basah, bisa juga dilakukan pengeluaran cairan yang ada di rongga perut maupun dada.

Dengan tidak adanya obat-obatan yang mampu menyembuhkan penyakitnya secara langsung, maka langkah terbaik adalah dengan mencegah kucing terserang virus FIP ini. Untuk pencegahan cat lovers bisa melakukan berbagai cara seperti:

  • Menjaga kebersihan kandang
  • Menjaga kebersihan peralatan kucing
  • Membersihkan kandang dan peralatannya menggunakan deterjen atau desinfektan
  • Memberikan nutrisi yang cukup
  • Memastikan kucing sehat saat mengadopsi
  • Serta memberikan vaksin karena sampai saat ini, diketahui hanya vaksin saja yang mampu mencegah kucing terserang virus FIP ini. Cat lovers bisa memberikan vaksin ketika kucing sudah berusia 16 minggu.

Itulah pembahasan mengenai penyakit Feline Infectious Peritonitis (FIP) pada kucing. Cat lovers sebaiknya terus merawat kucing dengan baik, memberikan nutrisi yang cukup, serta menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan kucing. Karena tubuh dan lingkungan yang kotor dapat menimbulkan banyak penyakit pada kucing.

Tunggu artikel selanjutnya mengenai dunia kucing hanya di pakanmaster.com!

Cara Merawat Kucing Yang Sedang Hamil

Cat lovers pasti merasa senang saat kucing kesayangannya sedang hamil, ini tandanya anggota keluarga akan bertambah menjadi lebih banyak lagi. Bagi yang sudah berpengalaman, merawat kucing hamil tidaklah sulit. Namun, bagi pemula tentu ada banyak pertanyaan yang harus terjawab dengan segera.

Untuk cat lovers yang baru pertama kali merawat kucing hamil, kita akan bantu menjawab beberapa pertanyaan yang mengganjal dalam artikel kali ini. Semoga membantu ya!

 

Kucing Hamil
Kucing Hamil

sumber: https://www.royalcanin.com/id/cats/kitten/helping-your-pregnant-cat-give-birth-at-home

 

Ciri-ciri kucing hamil

Sebelum membahas lebih jauh mengenai perawatan kucing hamil, sebaiknya cat lovers mengetahui dulu bagaimana ciri-ciri kucing yang sedang mengandung. Tidak sulit dilakukan, kok, karena biasanya, terjadi perubahan pada fisik dan psikis kucing yang sedang hamil.

 

Perubahan fisik yang terjadi biasanya adalah:

  • Puting berwarna pink
  • Perut bertambah besar
  • Perubahan pada punggung (melengkung)
  • Nafsu makan bertambah
  • Kadang muntah
  • Berat badan bertambah
  • Lebih sering mengeong
  • Lebih manja dari biasanya
  • Lebih banyak tidur

 

Semua perubahan ini mulai bisa dilihat setelah kehamilan kucing berusia 3-4 minggu lalu berlanjut terus sampai usia kehamilan yang ke-8 atau 60 hari. Setelah cat lovers melihat tanda-tanda kehamilan pada kucing, sebaiknya buat jadwal pengecekan kehamilan ke dokter hewan untuk memastikannya.

 

Cara merawat kucing hamil

KUcing Hamil 2

sumber: https://lykasalcatlovers.wordpress.com/2011/05/28/proses-pengembangbiakkan-kucing-catatan-pengalaman/

Cat lovers tidak bisa sembarangan memberikan makanan pada kucing hamil karena beresiko membahayakan kandungannya. Biasanya, kucing yang sedang hamil membutuhkan makanan yang dapat membantu pertumbuhan seperti makanan basah atau makanan untuk anak kucing. Jika kucing kesayangan cat lovers terbiasa mengkonsumsi makanan kering, sebaiknya mulai ganti perlahan-lahan ke makanan basah saat kehamilannya sudah dikonfirmasi ya.

Selain itu, perhatikan juga nutrisi pada makanannya. Sebisa mungkin berikan makanan yang mengandung vitamin, kalori serta protein yang tinggi sampai kucing melahirkan. Hal ini bertujuan untuk memberikan tambahan energi pada kucing dan mengganti nutrisi yang terbagi dengan anak-anaknya.

Untuk pemberian makannya, sebaiknya sediakan makanan dalam jumlah yang sedikit namun dengan frekuensi tinggi. Karena kucing hamil biasanya jadi lebih sering makan.

 

Perhatikan lingkungan di sekitar kucing hamil

Untuk mencegah kucing tertular penyakit selama masa kehamilan, disarankan agar menjaga kucing tetap berada di dalam rumah. Selain itu, hal ini juga akan memudahkan cat lovers mengontrol kandungan kucing. Namun, jangan lupa, pastikan lingkungan rumah nyaman untuk kucing ya!

Setelah itu, sebaiknya jauhkan kucing hamil dari kucing yang lain agar ia tidak gelisah, stress dan mudah marah karena naluri melindungi anak-anaknya sudah mulai muncul. Cat lovers bisa menyediakan tempat khusus untuk kucing hamil dengan cara memindahkan kandangnya ke tempat lain, seperti di kamar atau di gudang.

Setelah memisahkan kandangnya, jangan lupa untuk menjaga kebersihan kandang karena kucing hamil biasanya jadi lebih malas. Sediakan juga litter box, tempat makan dan minum, juga tempat tidur.

Agar kebersihan kucing lebih terjamin lagi, cat lovers juga bisa memandikan kucing yang sedang hamil jika bulu-bulunya mulai terlihat kusam, kotor; atau berkutu. Dengan begitu parasit dan bakteri yang menempel di tubuh kucing bisa hilang.

 

Jangan memberikan obat-obatan pada kucing hamil sembarangan

Jika setelah menjaga kebersihan kucing dan lingkungannya, kucing masih terserang penyakit, cat lovers tentu harus memberikan obat-obatan untuk menyembuhkannya. Sebaiknya, sebelum memberikan obat-obatan, periksakan dulu kucingnya ke dokter hewan sehingga nantinya mendapatkan obat yang tepat dan aman bagi kandungan kucing.

 

Mempersiapkan kelahiran anak kucing

Saat kucing akan melahirkan, biasanya ia menyiapkan sarangnya sendiri di tempat yang paling baik menurutnya. Namun, jika cat lovers ingin, bisa juga menyiapkan kardus yang sudah diberi kain di dalamnya. Ada juga yang menyarankan untuk menyiapkan kotak yang berisi pasir zeolit di dalam kandang untuk tempat melahirkannya. Pasir zeolit aman untuk digunakan karena tidak menggumpal sehingga tidak akan menempel pada tubuh anak kucing nantinya.

Jika kucing tetap memilih bersarang di luar tempat yang telah disediakan sebaiknya pastikan area di sekitar tempat tersebut nyaman dan aman untuk anak-anak kucing setelah lahir nanti.

 

Ketahui waktu kelahiran kucing

Secara alami, kucing sudah bisa melahirkan anaknya sendiri tanpa bantuan tangan manusia. Artinya, cat lovers tidak perlu ikut campur dalam proses persalinan kucing kesayangan di rumah. Namun, untuk berjaga-jaga jika mendadak muncul masalah dalam selama proses melahirkannya, cat lovers sebaiknya mengetahui bagaimana proses yang normalnya.

Pertama, kucing akan datang ke sarang yang sudah ia pilih lalu memperlihatkan tanda-tanda seperti terengah-engah atau menggaruk organ vitalnya. Proses ini biasanya berlangsung selama 36 jam untuk kucing yang baru pertama kali melahirkan, dan bisa lebih cepat untuk yang sudah melahirkan sebelumnya.

Kedua, setelah melewati masa pra-persalinan, kontraksi akan terjadi dan lebih kuat saat anak kucing lahir. Lamanya proses kelahiran untuk setiap anak kucing sekitar 5 sampai 30 menit. Terakhir, setelah semua anak kucing lahir, induknya akan mulai memakan plasenta selama 4 sampai 6 jam berikutnya.

 

Apa yang harus dilakukan setelah anak kucing lahir

Kucing Hamil 3

sumber: https://bobo.grid.id/read/081653064/berapa-lama-kucing-hamil-dan-bagaimana-ciri-ciri-sebelum-melahirkan?page=all

Setelah anak kucing lahir, sebaiknya siapkan tempat yang nyaman dan bisa menjaga kehangatan tubuhnya. Selain itu jangan coba memegang anak kucing yang baru lahir dengan tangan kosong karena bisa menyebabkan induk kucing marah dan enggan mengurus anaknya. Induk dan anak kucing butuh waktu untuk menumbuhkan ikatan batin diantara keduanya. Selama satu bulan pertama, sebaiknya gunakan sarung tangan atau handuk hangat untuk memegang anak kucing.

Cat lovers bisa membantu induk kucing untuk menyusui anaknya secara perlahan-lahan ataupun mengenalkan litter box pada anaknya setelah ia berusia beberapa minggu. Sisanya biarkan induk kucing melakukan tugasnya sendiri.

Selamat, sekarang cat lovers sudah mempunyai pengetahuan dasar tentang kucing yang sedang hamil sampai dengan melahirkan anak-anaknya. Sampai jumpa di artikel selanjutnya hanya di pakanmaster,com!

Cara Merawat Kucing Yang Sudah Tua

Menghabiskan waktu yang lama bersama kucing kesayangan tentu menyenangkan, apalagi bisa melihat pertumbuhannya dari waktu ke waktu sampai akhirnya ia tutup usia. Namun, tahukah cat lovers jika cara merawat kucing yang sudah tua berbeda dengan yang masih muda? Ya, merawat kucing tua butuh dedikasi tinggi karena fungsi dan ketahanan organ tubuhnya sudah mengalami penurunan.

 

Bagaimana cara merawat kucing tua yang tepat agar ia tetap merasa bahagia di masa tuanya? Ada cukup banyak hal yang harus diperhatikan, untuk mengetahuinya baca artikel ini sampai selesai ya!

Kucing Tua 1

sumber: https://steemit.com/indoneisa/@agus-maulana/aku-hanya-minta-sisa-makanan-tidak-lebih

Kondisi kesehatan kucing tua

 Seperti manusia, kucing yang sudah tua atau berumur lebih dari 10 tahun lebih rentan terserang penyakit karena daya tahan tubuhnya sudah melemah. Berikut ini adalah beberapa penyakit yang sering menyerang kucing tua:

  • Artritis
  • Nyeri sendi
  • Diabetes
  • Berat badan menurun
  • Ginjal kronis
  • Hipertiroidisme
  • Radang usus
  • Masalah pada gigi
  • Indra penciuman berkurang
  • Gangguan pencernaan dan lain-lain

Dengan ancaman penyakit sebanyak itu, merawat kucing dengan baik adalah cara terbaik untuk menjaga kesehatannya, dan ini jadi tanggung jawab cat lovers sebagai pemiliknya.

Cara merawat kucing tua dengan baik

Kucing Tua 2

sumber: https://phoenixhillna.org/penyakit-penyakit-kucing-dan-penanganannya/

Memperhatikan lingkungan kucing

Hal paling umum ditemui pada kucing tua adalah pergerakannya berubah dan terbatas, ia jadi lebih banyak diam. Intinya mobilitasnya terganggu. Hal ini terjadi karena persendiannya mulai melemah. Oleh karena itu, untuk memudahkan kehidupannya cat lovers sebaiknya membuat lingkungan yang nyaman dan tidak menyulitkan pergerakan kucing.

Cat lovers bisa menyediakan jalan ke tempat tinggi yang biasa ia tempati, kemudian membuat tempat tidurnya jadi lebih nyaman agar kucing bisa beristirahat dengan tenang. Karena mobilitasnya terganggu, maka litter box miliknya pun harus disesuaikan. Seperti misalnya membuat rendah di satu sisi sehingga kucing tidak kesulitan menggunakannya.

Selain litter tray, tempat makan dan minum juga harus disesuaikan. Cat lovers bisa memindahkan tempat makan dan minumnya ke tempat yang lebih rendah dan mudah dijangkau oleh kucing. Atau bisa juga dengan membeli tempat makan yang salah satu sisinya lebih rendah. Pokoknya buat agar kucing mudah menjangkau makanan dan air minumnya.

 

Mengajak kucing olahraga

Kucing yang sudah tua mungkin tidak akan datang ketika dipanggil seperti biasanya, hal ini karena sendi-sendi dalam tubuhnya mulai melemah. Otomatis mereka jadi lebih pasif dan jarang bergerak seperti biasanya. Namun, ini membahayakan bagi kucing karena akan semakin melemahkan tubuhnya serta berpotensi menyebabkan diabetes.

Oleh karena itu, cat lovers harus mengajaknya berolahraga dan mengajaknya bermain dengan mainan favoritnya secara perlahan-lahan. Jangan memperlakukannya seperti kucing muda karena memang tubuh mereka sudah tidak mendukung untuk bergerak dengan lincah lagi.

 

Membersihkan tubuh kucing

Bakteri, virus, dan kutu adalah musuh utama bagi kucing yang sudah tua. Maka sebaiknya cat lovers rutin membersihkan bulu dan kuku kucing karena biasanya menjadi sarang bakteri, virus dan kutu.

Selain itu, membersihkan tubuh kucing juga bisa menjaga penampilannya agar tidak terlalu “tua” dan menyeramkan seperti kebanyakan kucing liar yang ditemui di sekitar rumah.

 

Memperhatikan makanannya

Cat lovers mungkin bertanya-tanya makanan apa yang cocok untuk kucing tua? Makanan kering atau makanan basah?

Dilansir dari bobo.grid.id, Uri Burstyn yang berprofesi sebagai dokter hewan menyarankan pemberian makanan basah untuk kucing yang berusia di atas 10 tahun. Hal ini dikarenakan kucing yang sudah tua sangat mudah dehidrasi yang bisa mempengaruhi kerja jantung atau organ penting lain di tubuhnya.

Selain itu, dehidrasi juga bisa menyebabkan diabetes pada kucing. Makanan basah dapat membantu asupan cairan bagi tubuhnya terpenuhi. Di sisi lain, makanan basah juga rendah kalori sehingga mencegah kucing mengalami obesitas.

Yang lebih penting lagi, makanan basah mudah dikonsumsi karena teksturnya yang empuk serta lembut sehingga mudah dikunyah. Namun, agar kucing mau memakannya, saat proses perpindahan dari makanan kering ke makanan basah, sebaiknya dilakukan secara perlahan dengan cara mencampurkan makanan basah ke makanan kering.

 

Memperhatikan air minumnya

Kucing yang kondisinya masih fit, bisa menahan rasa haus dalam waktu yang lama. Namun tidak demikian untuk kucing yang sudah tua. Rasa haus bisa datang kapan saja karena kemampuan menahan rasa hausnya sudah menurun. Maka, cat lovers harus menjamin ketersediaan air minum untuknya.

Ini bisa dilakukan dengan cara menyediakan tempat minum di dekat kandang ataupun tempat favoritnya yang lain. Perlu cat lovers tahu bahwa saat kucing tua kehilangan 15% cairan, tubuhnya akan sangat lemas dan jika dibiarkan bisa menyebabkan kematian.

 

Jangan membentak dan memukul kucing

Kucing yang sudah tua, perasaan dan emosinya jadi lebih sensitif juga tidak stabil yang menyebabkannya lebih mudah stress serta merasa depresi.

Membentak dan memukul kucing adalah tindakan yang sangat tidak boleh dilakukan karena dapat membuatnya gelisah, stress dan jadi tidak betah diam di rumah. Dengan membentak kucing berarti cat lovers sudah bertindak seperti musuhnya.

Untuk menjaga kesehatan kucing, sebaiknya jangan membentak dan jangan ringan tangan pada kucingnya ya.

 

Tunjukan kasih sayang lebih pada kucing

Kucing yang sudah tua, biasanya menjadi lebih manja dari biasanya. Maka cat lovers harus menunjukan kasih sayang lebih padanya. Cara paling mudah bisa dengan memeluk dan menggendongnya sesering mungkin.

Dengan memeluk dan menggendongnya, kucing akan merasa disayangi dan dihargai sehingga membuatnya tidak mau pergi jauh-jauh dari cat lovers.

 

Jangan memelihara kucing baru di rumah

Jika cat lovers mempunyai kucing yang sudah berusia di atas 10 tahun, sebaiknya jangan mengadopsi kucing baru untuk sementara waktu karena kucing yang sudah tua jadi lebih pencemburu dari biasanya.

Hal ini mungkin sepele, namun bisa membuat kucing merasa stress dan marah karena menganggap cat lovers sudah tidak lagi menyayanginya. Oleh karena itu, agar ia tidak kabur dari rumah sebaiknya tahan dulu keinginan untuk mengadopsi kucing baru ya. Untuk kucing yang dipelihara bersamaan dengannya masih diperbolehkan, karena ia sudah terbiasa dengan kehadirannya.

 

Rajin membawa kucing ke dokter hewan

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kucing tua sangat rentan terkena penyakit. Oleh karena itu cat lovers harus sering-sering mengecek kesehatannya. Jadi jika ada penyakit yang menyerang tubuh kucing bisa langsung diatasi dengan cepat dan tepat.

Minimal bawa kucing ke dokter hewan dua bulan sekali agar pengecekannya teratur. Dan jangan lupa juga untuk tetap memberikan obat serta suplemen jika disarankan oleh dokternya ya!

Ya, itulah cara-cara merawat kucing yang sudah tua. Mungkin terlihat sedikit lebih sulit daripada kucing muda, namun wajar saja karena kondisi kesehatan kucing juga sudah menurun. Dan merupakan tugas cat lovers untuk menjamin kucing bahagia sampai akhir hayatnya.

Nantikan artikel tentang kucing lainnya di pakanmaster.com ya!

Tips Memilih Makanan Kucing

Memberikan makanan pada kucing kesayangan di rumah tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Cat lovers harus mengetahui berapa usia kucing, dan jenis makanan yang sesuai dengan usianya. Sekarang jenis makanan kucing sudah tersedia dalam berbagai bentuk dan bisa ditemukan dengan mudah di petshop terdekat.

Setiap bentuk memiliki kandungan nutrisi yang berbeda sehingga jika diberikan dengan porsi yang tepat, kucing kesayangan cat lovers bisa terjaga kesehatannya.

Cat lovers mungkin pernah coba mengganti jenis makanan untuk kucing di rumah. Namun bukannya lahap, kucing justru tidak makanannya sama sekali. Setelah dua atau tiga hari, akhirnya cat lovers kembali memberikan jenis makanan yang mereka sukai sebelumnya.

Kucing memang terkenal selektif terhadap makanan, mereka mempunyai selera tersendiri seperti manusia, ada makanan yang mereka sukai dan ada yang tidak. Namun, umumnya kucing menyukai makanan yang mengandung protein tinggi, rendah karbohidrat serta memiliki tambahan vitamin, mineral, asam lemak dan asam amino.

Makanan Kucing
Makanan Kucing

 

sumber: https://pixabay.com/id/photos/mabuk-kucing-kucing-domestik-5180495/#_=_

 

Nah, berikut ini adalah jenis-jenis makanan kucing yang mudah ditemukan di petshop ataupun dibuat sendiri di rumah.

Makanan kering

makanan kering

sumber: https://www.mudbay.com/choose-cat-food/

Makanan kering terkenal menjadi favorit bagi pecinta kucing karena harganya murah dan praktis. Cara pembuatan makanan jenis ini adalah dengan mengekstrusi daging menggunakan tekanan dan suhu yang tinggi lalu dibentuk menjadi potongan-potongan kecil seukuran dengan gigitan kucing. Dan bahan-bahan yang biasa digunakan untuk membuat makanan kering adalah:

  • Daging
  • Unggas
  • biji-bijian
  • Ikan
  • Sumber serat
  • Susu
  • Suplemen vitamin dan mineral

Penambah rasa, seperti lemak hewani, untuk melapisi makanan yang telah dipotong-potong

Sayangnya, makanan kering terkenal memiliki nutrisi yang tidak seimbang serta rasanya tidak lebih enak daripada makanan basah atau semi-basah. Selain itu, makanan kering yang terbuat dari bahan dan kualitas yang rendah bisa sulit dicerna oleh sistem pencernaan kucing.

Namun, dari sisi ketahanan, makanan kering lebih unggul karena mudah disimpan dan tahan lama. Bahkan satu kantong makanan kering bisa bertahan sampai beberapa bulan.

 

Makanan Semi-basah

Yang dimaksud makanan semi-basah adalah makanan yang terbuat dari kedelai, sereal, biji-bijian, dan mengandung 35% air. Karena bahannya lebih banyak, maka harganya pun lebih mahal daripada makanan kering.
Meski begitu, soal rasa masih tetap unggul makanan semi-basah. Hanya saja, tidak bisa disimpan untuk waktu yang lama karena sekali kemasan produk dibuka, makanan bisa lebih cepat mengering dan mengurangi rasanya.

 

Makanan kaleng atau makanan basah

Wet Food

Makanan kaleng banyak disukai kucing karena mengandung 75% air di dalamnya sehingga sangat bermanfaat untuk ginjal dan seluruh sistem pencernaan mereka. Selain itu, rasanya juga lebih enak daripada makanan jenis lain serta lebih mudah dikonsumsi.

 

sumber: https://www.diadona.id/family/mengetahui-jenis-jenis-makanan-kucing-biar-kesehatan-mereka-selalu-terjaga-2002152.html

 

Bahan-bahan yang digunakan untuk makanan kaleng pada umumnya adalah daging, ginjal atau hati, juga bahan makanan lain seperti ikan tuna. Maka dari itu, harganya pun terkenal mahal. Namun sesuai dengan variasi rasa yang tersedia serta nutrisinya, kok.

Yang terpenting, makanan kaleng bisa disimpan dalam jangka waktu yang lama selama tutup kemasan belum dibuka. Setelah dibuka, sebaiknya simpan makanan di dalam lemari es untuk menjaga kualitas makanan dan mencegah pembusukan.

Jika cat lovers ingin memilih makanan kaleng, perhatikan label yang tertera pada produknya ya. Jika ada bacaan Tuna Cat Food berarti produknya mengandung tuna hingga 95%. Lalu Tuna Platter atau Tuna Dinner berarti kandungan tuna dalam produknya sekitar 25% dan Cat Food with Tuna berarti hanya ada 3% tuna di dalam produknya. Jika sudah hafal semuanya, cat lovers bisa lebih mudah memilih makanan kucing.

 

Makanan buatan rumah

Makanan buatan rumah bisa juga disebut dengan Raw Food atau makanan alami. Biasanya terbuat dari daging yang dimasak terlebih dahulu sebelum diberikan pada kucing. Tipe dagingnya pun bermacam-macam seperti ikan, ayam, atau bahkan sapi.

Nah, jika cat lovers ingin membuat makanan kucing sendiri di rumah ingat baik-baik bahwa ada nutrisi yang harus dipenuhi untuk menjaga kesehatan kucing kesayangan. Alangkah baiknya, jika sebelum membuat makanan kucing sendiri cat lovers berkonsultasi dengan dokter hewan yang mempunyai sertifikat nutrisi hewan.

 

Selain itu, masih ada beberapa tips untuk memilih makanan kucing. Silakan disimak baik-baik, ya!

 

Tips untuk memilih makanan:

 

  • Pastikan makanan yang dipilih sesuai selera kucing

Ketika memilih jenis makanan untuk kucing kesayangan di rumah, sebaiknya pastikan mereka mau memakannya. Karena kucing tidak selalu mengkonsumsi makanan yang diberikan padanya, meskipun harganya mahal. Jadi sebaiknya, pastikan makanan yang dipilih sesuai dengan selera kucing kesayangan cat lovers ya!

 

  • Hindari makanan berpengawet

Sebaiknya hindari makanan yang mengandung bahan pengawet berbahaya seperti Butylated Hydroxyanisole (BHA), Butylated Hydroxytoluene (BHT), propyl gallate, propylene glycol, dan ethoxyquin.

Bahan pengawet tersebut dapat menimbulkan resiko kanker pada kucing. Jadi sebaiknya pilih makanan yang memiliki kandungan Vitamin E dan C di dalamnya.

 

  • Perhatikan kandungan air

Kucing adalah binatang yang sangat aktif dan membutuhkan pasokan air yang banyak karena 70% tubuhnya terdiri dari air. Oleh karena itu, mereka membutuhkan makanan dengan kadar air yang tinggi untuk mencegah tubuhnya mengalami dehidrasi.

Makanan jelas baik bagi kucing karena memiliki kandungan air yang banyak. Namun, jika harus memberikan makanan kering pada kucing, sebaknya imbangi dengan air agar ginjalnya tidak bekerja terlalu keras.

 

  • Perhatikan usia kucing dan tingkat kesehatannya

Makanan yang diberikan pada kucing kesayangan harus sesuai dengan usianya. Pada dasarnya, kucing mempunyai tiga fase hidup, yaitu anak-anak, dewasa, dan tua. Masing-masing fase membutuhkan asupan nutrisi yang berbeda, oleh karena itu jenis makanannya pun berbeda. Misalnya, anak kucing lebih membutuhkan protein dan lemak untuk memaksimalkan pertumbuhan tulang, gigi serta ototnya. Kucing dewasa membutuhkan makanan rendah kalori untuk mengontrol berat badannya. Sedangkan kucing yang sudah tua membutuhkan makanan rendah lemak dan protein yang mudah dicerna untuk memudahkan kinerja ginjal dan sistem pencernaanya.

 

Selain itu, pikirkan juga berat tubuh kucing dan riwayat kesehatannya serta ketahui jenis makananan yang pernah membuat mereka sakit.

 

  • Cek tanggal kadaluarsa

Makanan kadaluarsa jelas tidak baik bagi kesehatan kucing. Oleh karena itu, pastikan selalu mengecek tanggal kadaluarsa pada kemasan sebelum membeli makanan kucing agar tidak mengganggu kesehatannya.

 

  • Pertimbangkan soal budget

Memberikan makanan yang terbaik bukan berarti harus menghabiskan sebagian besar pendapatanmu setiap bulannya. Di petshop, ada berbagai macam jenis makanan dengan harga yang beragam. Jangan segan-segan menanyakan harga sebelum membeli agar tidak membebani keuangan cat lovers nantinya.

 

  • Aturan memberikan makanan pada kucing

Aturan pertama yang harus dilaksanakan adalah jangan memberikan terlalu banyak makan pada kucing, maksimal 10% sampai dengan 15% dari kebutuhan kalori kucing dalam satu hari. Aturan kedua, jangan memberikan daging mentah pada kucing karena mengandung toksoplasmosis dan penyakit menular lainnya. Meskipun daging mentah kaya akan nutrisi. Aturan ketiga, tidak boleh memberikan makanan ikan dalam kaleng untuk manusia pada kucing. Beberapa kucing memiliki gangguan neurologis serius setelah mengkonsumsi makanan ini. Aturan terakhir, jangan memberikan susu pada kucing karena kucing tidak mentoleransi laktosa sehingga malah menyebabkan masalah pada pencernaannya.

 

  • Pertimbangan lainnya

Tahukah cat lovers bahwa lingkungan tempat kucing makan berpengaruh pada kebiasaan makannya? Ya, kucing juga bisa merasa tidak nyaman saat makan di daerah dengan lalu lintas yang padat, bising, banyak binatang lain, dan banyak terdapat kotoran di dekat tempat makannya. Oleh karena itu, cat lovers harus peka terhadap perilaku makan kucing dan segera melakukan penyesuaian terhadapnya.

Mempertahankan berat badan yang ideal bagi kucing adalah pertimbangan lain yang harus cat lovers perhatikan. Obesitas adalah masalah terkait nutrisi yang sangat banyak ditemukan pada kucing. Obesitas membuat kucing menjadi rentan terserang berbagai macam penyakit, termasuk radang sendi dan diabete. Oleh karena itu, sebaiknya minta bantuan dokter hewan untuk mengetahui berat badan yang ideal untuk kucing kesayangan cat lovers di rumah. Cat lovers juga bisa meminta saran dokter hewan untuk menyesuaikan pola makan kucing sehingga berat badannya bisa dikontrol dengan baik.

 

Sebagai penutup, ada sedikit tips untuk cat lovers.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kucing bisa jadi selektif soal makanan, dan ini kadang-kadang membuat pemiliknya sebal. Untuk mencegah sifat selektifnya muncul, cat lovers bisa memberikan dua atau tiga jenis makanan kucing dengan variasi rasa yang berbeda. Selain itu, ini juga bisa digunakan untuk menjaga nafsu makan kucing karena kucing yang kurang makan sangat rentan terserang masalah medis yang serius.

Ternyata memberi makan kucing juga tidak bisa dilakukan sembarangan, ada yang harus diperhatikan terkait asupan nutrisi dan kondisi kesehatan kucing. Semoga informasi dalam artikel ini dapat membantu cat lovers dalam memilih makanan yang baik untuk kucing kesayangan di rumah. Nantikan informasi lainnya di pakanmaster.com ya!

Jenis-Jenis Kandang Kucing

Menyediakan kandang kucing di rumah sangat baik untuk memberikan ruang pribadi padanya. Selain itu, bisa mencegah ia buang kotoran dan kencing sembarangan. Namun pemilihan kandang untuk kucing tidak bisa sembarangan karena kandang juga ikut mempengaruhi kondisi kesehatan kucing.

Untuk menghindari hal tersebut, cat lovers tentu perlu mengetahui dasar-dasar dalam memilih kandang kucing. Untungnya, dalam artikel ini kita akan membahas mengenai hal tersebut. Jadi, jangan lupa siapkan catatan untuk mencatat informasi-informasi penting ya!

Kandang Kucing
Kandang Kucing

 

sumber: https://arenahewan.com/tips-memilih-kandang-kucing

 

Jenis kandang kucing

Sebelum membahas lebih jauh, pertama-tama cat lovers harus tahu dulu jenis-jenis kandang kucing. Berdasarkan fungsi dan ukurannya, kandang kucing terbagi menjadi dua yaitu kandang outdoor dan indoor.

 

Kandang outdoor

Kandang Outdoor

sumber: https://www.infocatdog.com/kandang-kucing-cantik-2/

Kandang outdoor adalah tempat yang bisa digunakan untuk mengembangbiakkan kucing, mengurus anak kucing; sekaligus untuk tempat bermainnya. Dengan fungsi sebanyak itu, ukuran kandang harus sesuai dengan jumlah kucing yang dipelihara, termasuk anak kucing atau kucing yang masih remaja, sehingga tidak terlalu sempit.

Ukuran standar untuk kandang outdoor menurut CFA adalah 6 meter x 6 meter untuk 12 ekor kucing. Kandang outdoor biasanya memiliki sekat untuk membagi kandang menjadi beberapa bagian sesuai dengan umur kucing. Ada bagian khusus untuk induk kucing dan anak-anaknya, dan bagian untuk kucing yang masih remaja. Ada juga bagian untuk bermain dan untuk kucing beristirahat. Dengan begitu kucing bisa bergerak dengan leluasa dan beristirahat dengan aman dan nyaman.

Umumnya, kandang outdoor berbentuk semi permanen atau dari kayu lengkap dengan kawat ram. Atapnya terbuat dari genting dan menyediakan tempat terbuka untuk sirkulasi udara dan jalan masuk sinar matahari. Sedangkan lantainya terbuat dari keramik yang mudah dibersihkan. Seperti namanya, kandang ini biasanya terletak di luar rumah pemilik kucing.

Kandang Indoor

Kandang 2

sumber: https://denahose.blogspot.com/2019/07/model-denah-rumah-kucing-outdoor.html

Kandang indoor bisa digunakan untuk 1-2 kucing saja. Kandang indoor juga bisa digunakan untuk memisahkan induk dan anak kucingnya agar pemiliknya bisa mengontrol perkembangan mereka.

Biasanya, kandang indoor mempunyai bentuk persegi, namun ada juga yang berbentuk seperti rumah atau bertingkat. Apapun bentuknya tidak jadi masalah, karena itu sangat tergantung dengan selera pemiliknya. Daripada bentuk, ukuran kandang jauh lebih penting karena sangat berpengaruh pada kenyamanan kucing.

Ukuran standar kandang indoor adalah 150 cm x 80 cm untuk 1-2 kucing saja. Ukuran ini cukup untuk seekor kucing dewasa melakukan berbagai aktivitas di dalam kandang seperti bergerak memutar, tidur, makan, minum dan mengasah cakarnya. Sedangkan untuk kucing yang lebih kecil (anak kucing sampai usia remaja) ukuran standarnya adalah 100 cm x 85 cm yang cukup untuk 2-4 ekor anak kucing.

Kandang indoor juga biasanya memiliki jeruji. Dan setiap jarak antara jeruji sudah disesuaikan dengan ukuran kaki kucing sehingga mencegah kakinya terjepit di sela-sela jeruji. Keunggulan kandang indoor yang paling menonjol adalah mudah dibawa ke mana-mana, terutama kandang yang dilengkapi dengan roda.

 

Bahan-bahan yang biasa dipakai untuk kandang kucing

Bahan terbaik untuk kandang kucing adalah yang mudah dibersihkan serta tidak berkarat seperti keramik dan stainless steel. Jika kandang mudah dibersihkan, kebersihan kandang bisa dijaga sebaik mungkin sehingga kucing merasa nyaman diam di kandang untuk waktu yang lama.

Selain keramik dan stainless steel, berikut ini adalah beberapa bahan yang biasa dipakai untuk kandang kucing:

  • Kayu
  • Besi
  • Tembok (bata dan pasir)
  • aluminium

 

Barang apa saja yang harus ada di dalam kandang kucing?

Pet Condo

sumber: https://www.catlovers.id/perlengkapan-kandang-kucing/

Setelah jenis dan bahan-bahan kandang kucing, berikutnya adalah daftar barang yang wajib ada di dalam kandang kucing. Kandang kucing tak ubahnya seperti rumah bagi manusia: harus membuat penghuninya (kucing) merasa nyaman dan aman dari macam-macam gangguan, termasuk gangguan kesehatan dan mental. Oleh karena itu, kandang yang baik haruslah dilengkapi dengan berbagai macam barang yang menunjang aktivitas kucing.

1. Tempat tidur

Kucing adalah hewan yang menghabiskan sebagian waktunya untuk tidur, ia bisa tidur selama 16 jam dalam satu hari. Oleh karena itu tempat tidur jadi barang yang wajib ada di kandang kucing. Bahan dan bentuknya bebas, asal nyaman digunakan oleh kucing dan membuat tidurnya semakin lelap.

 

2. Tempat makan dan minum

Tempat makan dan minum wajib ada agar memudahkan kucing makan. Khusus untuk tempat makan, biasanya memiliki ukuran yang cukup besar dengan diameter sekitar 12-15 cm, serta bentuknya tidak datar agar makanan tidak berserakan nantinya.

Untuk tempat minum, banyak yang menggunakan tempat dengan ukuran besar agar menjamin kucing bisa minum kapan saja dan airnya tidak berserakan dimana-mana.

 

3. Litter tray

Kucing merupakan hewan yang senang dengan kebersihan. Oleh karena itu kandangnya pun harus bersih dan terbebas dari kotoran kucing. Caranya bisa dengan menyediakan litter tray agar kucing tidak kencing dan membuang kotoran di mana saja. Litter tray biasanya terbuat dari plastik dengan tinggi 8-10 cm, panjang 25-30 cm, dan lebar 15-20 cm.

Tray yang sudah dilapisi dengan plastik lebih direkomendasikan karena aman dari jamur dan bisa mencegah kotoran bercampur dengan pasir.

 

4. Tempat menggaruk

Kucing diberkahi dengan insting untuk menggaruk. Menggaruk bagi kucing bermanfaat untuk membuat kukunya tetap terasah dan tajam. Selain itu, mencakar sesuatu dengan kukunya juga biasa dilakukan untuk menandai daerah kekuasaannya. Oleh karena itu, agar barang-barang rumah tangga seperti kursi atau karpet tidak rusak, lebih baik sediakan tempat menggaruk di dalam kandang kucing.

 

5. Mainan kucing

Kucing senang bermain, baik sendiri maupun bersama kucing lainnya. Menyediakan mainan di dalam kandang adalah salah satu usaha untuk membuat kucing tetap bergerak dan bermain meskipun sedang berada di dalam kandang sendirian.

Jenis mainannya bebas, bisa apa saja, yang terpenting mampu membuat kucing bergerak kesana-kemari.

 

6. Lampu kandang

Kandang yang baik perlu diberi lampu untuk penerangan. Tidak perlu terlalu banyak jumlahnya, satu saja, cukup. Selain untuk penerangan, lampu juga bisa digunakan untuk memberikan kehangatan pada kucing saat hujan atau cuaca dingin menyerang.

Jika cat lovers sudah membulatkan niat untuk membangun atau membeli kandang kucing, sebaiknya segera lakukan penghitungan budget. Kandang kucing tidak harus selalu mahal dan berkualitas tinggi. Kandang yang murah pun tidak masalah selama bisa membuat kucing nyaman serta seluruh perlengkapannya tersedia.

Nantikan artikel mengenai dunia kucing lainnya hanya di pakanmaster.com!

error: Copyright @pakanmaster.com 2020